Pasca Pembubaran Jamaah Islamiah, Eks Anggota Perlu Pendampingan

0
731
Pembubaran Jamaah Islamiah

Pembubaran Jamaah Islamiah rupanya menuai reaksi positif dari berbagai kalangan. Bagaimana tidak, selain membubarkan diri, organisasi tersebut juga mendeklarasikan diri kembali ke pengakuan NKRI.

Hal tersebut diketahui lewat postingan video deklarasi yang tersebar di sebuah channel YouTube. Dalam video itu, terlihat seorang pria tengah membacakan pernyataan dengan banyak orang berdiri tepat di belakangnya.

Respon Positif Pembubaran Jamaah Islamiah

Pada awalnya, kelompok atau organisasi Jamaah Islamiah hadir untuk menegakkan negara islam dengan konsentrasi gerakan di negara Indonesia. Organisasi tersebut sudah berdiri sejak tahun 1993 silam.

Namun tepat tanggal 21 April 2008, JI dinyatakan sebagai salah satu organisasi terlarang di Indonesia. Tak hanya itu, banyak orang yang sering mengaitkan nama Jamaah Indonesia dengan bermacam aksi teror di Indonesia sejak tahun 2000.

Salah satu serangan yang menghebohkan adalah pengeboman klub malam di Bali pada tahun 2002 silam. Pengeboman tersebut pun menewaskan lebih dari 200 jiwa.

Oleh karenanya, pembubaran Jamaah Islamiah dipandang sebagai hal yang positif, salah satunya oleh Kepala Staf Presiden, Moeldoko. Ia mengatakan bahwa pemerintah juga perlu hadir sebagai pendamping untuk mantan anggota Jamaah Islamiah.

Menurut Moeldoko, pendampingan tersebut penting agar anggota JI mempunyai tanggung jawab yang sama dengan masyarakat lain.

Pasca Pembubaran Kelompok JI

Setelah pembubaran Jamaah Islamiah, BNPT terus membina dan membimbing mantan anggota JI. Kepala BNPT mengatakan pembinaan dilakukan oleh mantan anggota JI yang tergabung dalam PATI atau Paguyuban Anti Teror Indonesia.

Pembubaran Jamaah Islamiah

Eks anggota JI ini membimbing mereka yang masih terpapar dengan ideologi kekerasan lewat kajian dan diskusi. Menurut Kepala BNPT, hanya sesama mereka yang tahu keadaan teman-temannya.

Dengan begitu, mereka dapat menyentuh hati mantan anggota lewat berbagai pembinaan. Adapun pembinaan tersebut mencakup upaya beradikalisasi lewat pemberian wawasan keagamaan, kebangsaan, sampai keterampilan wirausaha.

Lewat pembinaan ini, besar harapan dapat menyentuh hati mereka untuk meninggalkan ajaran kekerasan.

Cara Terlepas dari Ajaran yang Salah

Sobat Cahaya Islam, apakah Sobat memiliki kenalan yang merupakan mantan JI? Jika iya, maka Sobat juga bisa membantu mendampingi mereka agar terlepas dari keyakinan yang salah tersebut.

Ada beberapa cara yang bisa Sobat lakukan, di antaranya:

1. Mengajarkan Pemahaman Para Salafus Shalih

Salafush Shalih adalah orang-orang shlih terdahulu dari generasi sahabat, orang yang mengikuti mereka, dan para ulama setelah mereka. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban bagi umat islam mengikuti pemahaman mereka dalam urusan agama.

Dengan begitu, bermacam bid’ah, perpecahan, serta kesesatan bisa mereka jauhi. Ini sebagaimana firman Allah SWT,

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

Artinya : “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (mengikuti) apa yang Diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (Al-Maidah ayat 104)

Ayat di atas menggambarkan, penyesalan orang-orang yang hanya ikut-ikutan paham tanpa melakukan kajian kritis.

2.  Mengajak Berkumpul dengan Orang Shalih

Banyak orang yang terjatuh dalam lubang kesesatan dan ajaran salah karena pengaruh teman yang buruk. Tetapi tak sedikit orang yang mendapat hidayah setelah bergaul dengan orang-orang yang shalih.

Oleh karenanya, Sobat juga perlu mengajak mereka berkumpul dengan orang yang shalih dan paham agama yang benar. Ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Sobat Cahaya Islam, begitu pentingnya bimbingan kepada mantan anggota setelah pembubaran Jamaah Islamiah. Dengan begitu, besar harapan Indonesia bisa menjadi negara damai dan terbebas dari aksi kekerasan. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY