Manusia Diciptakan Berpasang-pasang, Kenapa Ada yang Sendiri?

0
2207
Manusia-Diciptakan-Berpasang-pasang-Kenapa-Masih-Ada-yang-Sendiri

Manusia Diciptakan Berpasang-pasang – Benarkah Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan? Jika benar, seharusnya tidak ada manusia yang tidak mendapatkan pasangan. Tapi faktanya, banyak orang yang ‘jomblo’ seumur hidupnya. Tahukah sobat Cahaya Islam, kenapa bisa begitu?

Benarkah Manusia Diciptakan Berpasang-pasang?

Sudah tidak asing bagi umat Islam bahwa ada ayat Al-Qur’an yang menerangkan bahwa salah satu tanda kebesaran Allah adalah menciptakan segala sesuatu berpasangan, sebagaimana ayat berikut:

وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasang agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” (1)

Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu, bukan hanya manusia, secara berpasang-pasangan. Maksud berpasang-pasangan adalah 2 jenis yang berbeda. Dalam kasus manusia, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan. Pada hewan, Allah menciptakan jantan dan betina.

Selain itu, Allah juga menciptakan langit dan bumi, malam dan siang, panas dan dingin, terang dan gelap, dan lain sebagainya. Jadi, maksud berpasang-pasang dalam ayat Al-Quran ini bukan menerangkan tentang seseorang dengan jodohnya.

Perintah Mencari Pasangan Menurut Ajaran Islam

Rasulullah memerintahkan kita untuk memilih jodoh yang terbaik. Lalu, apa kriteria jodoh yang baik? Ada banyak hadits tentang jodoh. Salah satu yang paling populer adalah hadits dari Abu Hurairah berikut ini:

‏ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ 

“Wanita (biasanya) dinikahi karena 4 hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang bagus agamanya agar kamu beruntung.” (2)

Dari hadits di atas, Rasulullah menyarankan agar umatnya memilih jodoh yang baik agamanya. Maksudnya adalah taat pada perintah Allah seperti mendirikan shalat, menunaikan zakat, dll. serta menjauhi larangan-larangan-Nya seperti mencuri, zina, dll.

Memahami Takdir Jodoh

Sesuai keyakinan ahlussunnah wal jama’ah, ada 2 macam takdir yaitu takdir mubram dan takdir muallaq. Takdir mubram ialah ketentuan yang mutlak dari Allah. Jadi, manusia tidak punya peran untuk mewujudkannya. Sementara itu, takdir muallaq ialah ketentuan Allah yang masih bisa berubah berkat usaha dan doa.

Kesimpulannya, Allah memang sudah menentukan takdir, termasuk jodoh. Akan tetapi, takdir juga masih dapat berubah atas kehendak Allah. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus berusaha mengetuk rahmat Allah agar mendapatkan takdir jodoh yang baik. Selain dengan usaha, tentu saja kita tidak boleh melupakan doa. Usaha tanpa doa adalah sombong sedangkan doa tanpa usaha adalah bohong. Wallahu a’lam.


Referensi:

(1) Q.S. Az-Zariyat Ayat 49

(2) Sahih al-Bukhari 5090

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY