Kebersihan Bagian dari Iman Apakah Hadits Palsu?

0
4747
Kebersihan-Bagian-dari-Iman-Apakah-Hadits-Palsu

Kebersihan Bagian dari Iman – Pasti sobat Cahaya Islam sudah tidak asing dengan kalimat النظافة من الإيمان yang artinya kebersihan sebagian dari iman. Orangtua, guru sekolah, atau guru ngaji banyak yang mengajarkan jargon ini. Namun, banyak orang khususnya di sosial media menyalahkan kalimat ini dengan mengatakan bahwa kalimat tersebut bukan hadits Nabi. Lalu, seperti apa kebenarannya?

Kebersihan Bagian dari Iman (النظافة من الإيمان) Bukan Hadits

Memang, النظافة من الإيمان bukanlah perkataan Rasulullah. Jika sobat Cahaya Islam mencarinya di kitab-kitab hadits, maka tidak akan pernah menemukannya baik sebagai hadits sahih, hasan, maupun dhaif. Oleh karena itu, kalimat ini tidak bisa kita sandarkan kepada Rasulullah.

Lalu, bagaimana dengan guru-guru kita waktu kecil yang sering mengajarkan kalimat ini? Apakah kalimat ini tidak booleh kita amalkan? Tentu saja, permasalahannya tidak sesederhana itu.

Hadits Tentang Kebersihan Sebagian dari Iman

Meskipun النظافة من الإيمان bukanlah sebuah hadits, namun kita tidak bisa menyalahkan maksud dari kalimat tersebut. Pasalnya, jargon ini juga diambil dari hadits. Banyak hadits yang memiliki arti serupa dengan jargon tersebut. Salah satunya adalah hadits sahih di bawah ini:

الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ

“Kesucian (kebersihan) itu sebagian dari iman.” (1)

Selain itu, ada juga hadits lain dari Ibnu Mas’ud yang berbunyi:

 وَالنَّظَافَةُ تَدْعُوْ إِلَى الْإِيْمَانِ 

“Dan kebersihan mengajak kepada keimanan.” (2)

Kedua hadits di atas menjadi rujukan bahwa kebersihan memang merupakan bagian dari keimanan. Jadi, meski  وَالنَّظَافَةُ تَدْعُوْ إِلَى الْإِيْمَانِ  bukanlah sebuah hadits, kita tidak bisa menyalahkan maknanya. Bahkan, wajib mengamalkannya.

Maksud Hadits Kebersihan atau Kesucian Bagian dari Iman

Kebersihan atau kesucian dalam hadits di atas bisa berarti bersih dari kekufuran ataupun kemaksiatan. Bisa juga berarti bersih secara indrawi. Misalnya adalah bersuci (wudhu atau mandi), bersih pakaian, dan bersih tempat yang menjadi syarat sah nya shalat.

Selanjutnya, shalat adalah tiang agama yang harus kita tegakkan yang mana akan mengantarkan kita ke syurga. Maka, tak heran jika dikatakan bahwa kebersihan adalah bagian dari keimanan.

Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa menjaga kebersihan termasuk kebersihan badan, lisan, dan hati. Kita juga harus menjaga harta kita agar bersih dari hal-hal yang haram. Yang tak kalah penting, kita harus menjaga amal kita bersih dari riya’, ‘ujub, dan hal-hal lain yang bisa melunturkan pahala.


Referensi:

(1) Sahih Muslim 223

(2) H.R Ath-Thobaroni dalam Mu’jamul Awsath no 7311

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY