Pahami Peran Amil Zakat dalam Fiqh Islam

0
710
Amil zakat dalam fiqh Islam

Amil zakat dalam fiqh Islam – Di dalam Islam salah satu topik mulia untuk dibahas yakni terkait peran amil zakat dalam fiqh Islam.

Peran ini sangatlah mulia sebab bertugas untuk membagi dan mengumpulkan zakat kepada yang berhak.

Sobat cahaya Islam, untuk berperan dalam tugas mulia tersebut, tentu harus memahami peran amil zakat dalam fiqh Islam.

Bagaimana Peran Amil Zakat dalam Fiqh Islam?

Sobat cahaya Islam, salah satu peran amil zakat dalam fiqh Islam yakni sebagai penghimpun dan pendistribusi yang sah dari adanya pengumpulan zakat yang umat muslim lakukan.

Di negeri, amil zakat adalah seorang panitia maupun badan yang dibentuk oleh pemerintah.

Posisi dan kedudukan amil zakat berada dalam naungan atau lembaga maupun badan yang telah mendapat izin operasional dari pemerintah yakni Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kewajiban menunaikan zakat sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 43 yakni :

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

Artinya : Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.

Pada dasarnya, tugas utama dari seorang amil zakat yakni untuk menghimpun serta mendistribusikan berdasar beberapa kriteria. Adapun kriterianya sebagai berikut :

1.    Menjadi Orang yang Merdeka

Merdeka yang dimaksudkan yakni panitia amil zakat bukanlah seorang budak ataupun pesuruh yang dapat disetir oleh majikan.

Apa bahayanya? Bayangkan saja, para amil zakat ini menghimpun puluhan kg zakat, sehingga mereka perlu memposisikan diri sebagai seseorang yang adil dan berpihak pada para penerima zakat, bukan yang akhirnya hanya berorientasi pada yang menyuruhnya.

Maka dari itu, maksud dari merdeka dapat dimaknai dari dua aspek yakni merdeka pemikiran dan fisiknya.

2.    Seorang Laki – Laki dan Mukallaf

Sebagai seorang amil zakat, maka diwajibkan atas mereka untuk seorang laki – laki dan sadar akan tanggung jawab. Mengapa perempuan tidak boleh menjadi amil zakat?

Amil zakat dalam fiqh Islam

Selain kriteria wajib yang Rasulullah ajarkan, pun juga jika dinalar seorang wanita akan mudah untuk tidak adil terhadap sesama.pemikiran yang berbeda antara laki – laki dan perempuan terkait siapa penerima zakat yang lebih berhak perlu juga dipertimbangkan.

3.    Seseorang yang adil dalam seluruh kesaksian dan Beragama Islam

Selanjutnya, seorang amil zakat adalah sosok yang adil dan beragama Islam. Sebab ketaqwaan yang mereka miliki terhadap keyakinannya, akan mengarahkan mereka ke jalan yang benar dan berusaha untuk mengoptimalkan pembagian zakat kepada yang lebih berhak. 

Selain itu, beberapa hal yang menjadi kriteria amil zakat yakni memiliki pendengaran dan penglihatan yang baik, memahami dengan baik terkait fiqh zakat serta bukan berasal dari keturunan Bani Hasyim. 

Tugas Amil Zakat

Sobat Cahaya Islam, tugas seorang amil zakat terdiri dari beberapa aktivitas yang berorientasi pada zakat. Beberapa diantaranya yakni seperti :

Pertama, menginventariskan orang orang yang wajib mengeluarkan zakat dan berhak menerima zakat.

Kedua, mengambil dan mengumpulkan zakat dari umat muslim berdasar kriteria tertentu yang wajib berzakat.

Ketiga, menentukan timbangan ukuran, menakar, menghitung porsi mustahiq dan menjaga keamanan harta.

Keempat, membagi pada orang yang berhak menerima mustahiqqun. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat At Taubah ayat 103 yakni :

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya : Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Dari beberapa hadits pilihan , tugas mulia para amil zakat diserupakan dengan tugas yang mulia tidak hanya dihadapan manusia namun juga di hadapan Allah Ta’ala.

Bahkan, possi mereka sebagaimana para khotib yang berwibawa dan bijaksana di mimbar Jumat untuk saling menyeru kebaikan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 110 yakni :

Nah sobat cahaya Islam, demikian ulasan yang berkaitan dengan amil zakat dalam fiqh Islam, semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY