Posan Tobing Kotak – Dalam kehidupan sehari-hari, pastinya manusia tidak lepas dari konflik antara dua belah pihak atau lebih. Hal itulah seperti yang terjadi antara Posan Tobing Kotak dengan para personel grup band Kotak lainnya.
Diketahui, Posan Tobing sebelumnya sudah melayangkan somasi untuk ketiga personel Kotak. Pada akhirnya mereka pun menjawab somasi terbuka yang mantan penabuh drumnya itu layangkan.
Konflik Antara Posan Tobing Kotak dan Personel Band Kotak
Belum lama ini grup band Kotak membuat pernyataan bahwa somasi yang sempat Posan Tobing layangkan tidak beralasan.
Pertama-tama grup band Kotak membahas tentang nama band ‘Kotak’ yang sempat Posan akui sebagai miliknya. Mereka membantah dan beralasan bahwa grup band Kotak sendiri terbentuk dari sebuah ajang pencarian bakat.
Lewat ajang tersebut, baru terbentuk nama Kotak atas persetujuan dari Hai Musik secara personal. Kemudian manajemen Kotak beralih ke Warner Music.
Ketika pengalihan itu, rupanya Posan Tobing Kotak juga masih tergabung sebagai personel band Kotak. Barulah kemudian, Posan mengundurkan diri dan tidak ada permasalahan setelahnya.
Somasi kedua berkaitan dengan lagu-lagu ciptaan Posan dan Julia. Pihak grup Kotak pun menegaskan mereka sudah tidak pernah lagi membawakan lagu-lagu ciptaan Posan dan Julia.
Konflik Menurut Islam
Sobat Cahaya Islam, konflik yang terjadi antara Posan Tobing Kotak dan para personel lainnya memang sangat disayangkan. Mengingat mereka-lah yang sudah membesarkan nama band Kotak hingga terkenal seperti sekarang.
Kendati demikian, konflik sendiri termasuk keniscayaan dalam sebuah kehidupan orang-orang. tak berlebihan jika banyak orang menganggap bahwa sejarah manusia merupakan sejarah konflik.
Walaupun begitu, bukan berarti konflik yang terjadi harus didiamkan begitu saja. Sebab manusia bisa mengupayakan berbagai hal agar konflik itu bisa selesai dan tidak berlarut-larut.


Al Quran yang merupakan sumber nilai tertinggi dalam islam layak menjadi rujukan untuk menciptakan terobosan menangani konflik. Apalagi, Al Quran merupakan syifa bagi permasalahan masyarakat, termasuk konflik.
Cara Al Quran Menangani Konflik
Untuk menyelesaikan konflik, berikut ini beberapa cara yang bisa Sobat Cahaya Islam gunakan dari Al Quran langsung:
1. Tahkim / Mediasi
Dalam Al Quran, terdapat penjelasan yang menyebut salah satu upaya untuk menyelesaikan konflik dan menciptakan perdamaian adalah melalui mediasi. Adapun mediasi merupakan proses penyelesaian masalah dengan mendatangkan juru damai atau mediator.


Dalam hal tersebut, Al Quran menyatakan dengan jelas yakni:
وَاِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوْا حَكَمًا مِّنْ اَهْلِهٖ وَحَكَمًا مِّنْ اَهْلِهَا ۚ اِنْ يُّرِيْدَآ اِصْلَاحًا يُّوَفِّقِ اللّٰهُ بَيْنَهُمَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا خَبِيْرًا
“Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Mahateliti, Maha Mengenal.” (QS. An-Nisa’ Ayat 35)
Ayat di atas memang berbicara terkait konflik dalam hubungan rumah tangga. Tetapi signifikansi ayat itu menegaskan pentingnya mediasi demi mencapai perdamaian.
2. Syura / Musyawarah
Musyawarah adalah upaya untuk memecahkan persoalan sehingga dapat diambil keputusan bersama. Keputusan tersebut tentunya sangat berguna untuk memecahkan masalah tentang urusan duniawi dan konflik apapun.
Al Quran sudah menjelaskan pentingnya musyawarah untuk menyelesaikan konflik seperti yang tertuang dalam:
“..bermusyawarahlah kamu (Muhammad) dengan mereka dalam urusan tertentu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, bertakwalah kepada Allah..” (Ali Imran ayat 159)
3. Saling Memaafkan
Pihak-pihak yang berkonflik akan cenderung mempertahankan egonya masing-masing. Untuk itulah, perlunya saling memaafkan agar terhindar dari aksi balas dendam, permusuhan, atau kebencian.
Di dalam Al Quran, tertera jelas memaafkan adalah indikator tentang kebaikan serta ketaqwaan seseorang.
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,” (QS. Ali ‘Imran Ayat 134)
Sobat Cahaya Islam, hendaknya ikuti beberapa perintah dalam Al Quran di atas agar konflik bisa segera selesai. Mari Sobat doakan juga, supaya konflik Posan Tobing Kotak bisa selesai dengan kekeluargaan.
































