5 Keistimewaan Rasulullah SAW, Berbeda dari Sekedar Manusia

0
1173
keistimewaan Rasulullah

Keistimewaan Rasulullah – Sobat Cahaya Islam, ada beberapa keistimewaan Rasulullah SAW yang kurang diketahui oleh kita selama ini. Apa saja?

Nabi Muhammad SAW diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi teladan bagi semua orang. Menurut Surah Al Ahzab ayat 21 Al-Qur’an, jika Anda ingin bertemu Allah, ikutilah Rasul-Nya.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

Sungguh, Rasulullah merupakan suri tauladan yang baik bagi orang-orang yang mendambakan (bertemu dengan) Allah SWT dan juga datangnya Hari Akhir dan banyak berdzikir kepada Allah SWT.

Sebenarnya, ada beberapa hal dalam diri Nabi SAW yang tidak perlu kita upayakan untuk memilikinya.

Akan tetapi, kita sebagai insan biasa tidak dituntut untuk menjadi seperti Beliau saat ini. Kita tidak diperintahkan untuk melakukan atau mencapai itu karena ini adalah keistimewaan yang dimilikinya.

5 Keistimewaan Rasulullah SAW, Berbeda dari Sekedar Manusia

Setidaknya, ada kurang lebih 5 sifat Nabi Muhammad yang tidak perlu kita memilikinya, antara lain:

1.   Keringat Nabi SAW Bisa Menjadi Minyak Wangi

Dalam hadits Anas bin Malik RA yang tercatat dalam Shahih Imam Muslim, Beliau pernah menggambarkan di mana ibunya sebagai orang yang mengubah keringat Nabi menjadi wewangian.

Di mana Nabi pernah mendatangi rumahnya kemudian tidur siang di dalamnya. Dalam tidurnya tersebut, lalu Nabi berkeringat ketika dia sedang tidur, dan ibuku datang dengan botol, yang berisi keringat Nabi.

Nabi kemudian bertanya tentang ibuku ketika dia bangun dari tidurnya: Apa yang kamu lakukan, Ummu Sulaim?”, “Kata Ummu Sulaim. Wahai Nabi, ini keringatmu, yang aku gunakan untuk membuat parfum.

2.   Ludah Nabi SAW Menjadi Obat

Menurut banyak perawi hadits, Sahabat Thalq bin ‘Ali mengaku bahwa dirinya pernah digigit seekor kalajengking di kakinya.

Nabi kemudian meludahi kakinya di bagian yang digigit itu dan menggosoknya. Ludah Nabi menjadi obat sebab terbukti jika sakitnya langsung sirna, dan pendarahannya pun berhenti.

Thalq bin Ali suatu ketika pernah menyatakan di mana pada saat  saya dekat dengan Baginda Nabi, seekor kalajengking menggigit saya, lalu Nabi meludahi kaki saya serta menggosoknya.

3.   Nabi SAW Tidak Mempunyai Bayangan

Ada pula karakteristik Nabi di mana salah satu faktanya adalah bahwa Nabi tidak memiliki bayangan. Karena cahaya tidak pernah memiliki bayangan, Beliau adalah cahaya.

keistimewaan Rasulullah

Hal ini disebutkan oleh Imam Muslim dalam hadits yang menjelaskan bagaimana Nabi SAW berdoa sambil berlutut kepada Rabbnya:

Ya Allah, cerahkan hatiku, telingaku, dan mataku, serta cahaya di kanan dan kiriku dan cahaya di depanku, dan cahaya di belakangku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, dan cahaya di bawahku, dan cahaya untukku. Atau, dalam riwayat lain, ringankan aku.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ ۗ قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌ

Artinya: Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan.” (QS: Al-Ma’idah 5: Ayat 15)

4.   Nabi Tertidur Matanya Namun Hatinya Tidak

Aisyah pernah bertanya kepada Nabi tentang tidurnya setelah shalat witir, dan Nabi SAW hanya tidur dengan mata. “Apakah Anda tidur, ya Rasulullah, setelah shalat? Jawabannya adalah, “Benar, Aisyah. Meski mata saya tidur, hati saya tidak pernah tidur.

Selain itu, hal ini sesuai dengan apa yang dia sendiri nyatakan, yaitu bahwa para Nabi yang lain pun tidak tidur sampai semua mata mereka tertutup.

Para Nabi Allah hanya tidur dengan mata mereka sementara hati mereka tidak pernah tidur, dan hati mereka tidak pernah tidur dari mengingat Allah.

5.   Nabi SAW Tidak Pernah Menguap

Imam al-Suyuthi membahas kehidupan Nabi SAW dalam bukunya al-Khashaish al-Kubra. Di dalamnya, dia berbicara tentang sejarah Nabi, yang digambarkan sebagai sejarah yang tidak pernah goyah.

keistimewaan Rasulullah

Menurut Ibn Sa’d dari Yazid bin al-Ashamm dan In-takhrij Imam al-Bukhari dalam bukunya al-Tarikh dan Ibn Abi Syaibah dalam mushannafnya, Nabi tidak pernah menguap.

Nah, Sobat Cahaya Islam, demikian di atas merupakan ulasan apa saja keistimewaan Rasulullah SAW.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY