Adam Deni – Masih belum surut kasus pengancaman I Gede Aryastina atau Jerinx dengan Adam Deni.
Keduanya memang sudah lama berseteru, dimulai pada saat Adam meminta sebuah bukti kepada Jerinx mengenai pernyataannya terkait endorsement Covid-19.
Kemudian adu komentar di ruang Instagram pun terjadi, dan setelah beberapa lama tiba-tiba Jerinx menghubungi Adam via telepon dan mengancamnya.
Meski awalnya sudah ada niat untuk berdamai secara kekeluargaan, namun urung karena baik Jerinx maupun Adam tidak berhasil membuat kesepakatan.
Jerinx pun sempat dikabarkan bisa saja dijerat dengan pasal pengancaman apabila Adam Deni sebagai pelapor merasa terancam.
Sebagai terdakwa ia bisa dijerat dengan pasal 29 UU ITE.
Yang mana berisi larangan kepada setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirim informasi elektronik yang berisi kekerasan atau ancaman yang ditujukan secara pribadi.
Lalu, belum lama ini Jerinx membeberkan bagaimana hasil visum psikologis Adam yang tidak menunjukkan adanya rasa takut maupun terancam.
Yang mana dari hasil itu dapat disimpulkan bahwa unsur pidana pasal 29 tidak terpenuhi pada Jerinx.
Namun tahukah Anda, Sobat Cahaya Islam? Seperti apa hubungan antara agama Islam dengan kondisi psikolog seseorang? Demikian penjelasannya.
Adam Deni Jalani Visum Psikologis, Ini Kaitannya dengan Islam
Dari kasus di atas, di mana psikologi Adam Deni diperiksa lantaran dikhawatirnya adanya rasa takut dan terancam menjadikan kita penasaran dengan hal tersebut jika dilihat dari jendela Islam.
Hidup merupakan sebuah perjalanan yang rasanya sangat panjang hingga sampai pada sebuah tujuan, yakni bahagia di dunia dan akhirat kelak.
Semua orang pasti memohonkan itu setiap selesai sholat, akan tetapi hidup tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya.
Tidak jarang manusia harus menghadapi kesulitan dan tentunya membuat Anda stress dan merasa berputus asa hingga mendatangkan gangguan psikolog.
Jika hal tersebut dibiarkan untuk waktu yang lama, maka yang terjadi adalah gangguan pada kesehatan mental dan juga fisik akibat dari depresi tak tertolong.
Sejatinya, depresi bukan masalah remeh yang harus dibiarkan, namun harus segera diberi penanganan yang tepat dan sesuai.
Agama Islam sendiri selalu memerintahkan kepada umatnya untuk senantiasa berserah diri pada Allah namun harus mengupayakan sebuah penyelesaian melalui berbagai upaya.
Cara Mengatasi Depresi dalam Agama Islam, antara lain:
1. Yakin pada Kuasa Allah
Saat menghadapi gangguan mental yang harus pertama-tama dilakukan adalah tetap meyakini bahwa Allah Maha Kuasa.


Di mana setiap masalah yang Anda hadapi adalah kuasaNya dan akan mendapatkan bantuan dariNya pula.
2. Memohon PertolonganNya
Yang kedua agar tersembuhkan dari depresi adalah dengan hanya memohon pada Allah agar diberikan pertolongan untuk menyelesaikan segala situasi berat di pundak Anda.
3. Berdoa
Demi memulihkan kesehatan mental maka Anda harus sering berdoa agar Allah mengabulkan semua pinta tulus Anda.


Saat Anda merasa tertekan atas berbagai hal, Anda harus selalu mengingat Allah SWT.
Dan Anda dapat membaca doa berikut ini :
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d Ayat 28)
Demikian di atas merupakan artikel mengenai kasus Adam Deni yang baru saja divisum psikologinya serta penjelasan akan kaitannya dengan Islam.






























