Deddy Corbuzier – Beberapa hari yang lalu, namanya ikut tercatut dalam pemberitaan sebuah video yang di dalamnya terdapat para santri refleks menutup telinga ketika mendengar suara musik.
Ia ikut berkomentar buruk dalam postingan tersebut yang lagi – lagi menyudutkan ajaran Islam. Naudzubillah. Mualaf satu ini nampaknya gemar membuat sensasi di tengah kemelut permasalahan bangsa.
Sobat Cahaya Islam, jika musik saja bisa Deddy Corbuzier sentil maka tidak heran jika permasalahan umat lainnya bisa Ia komentari.
Sebab, hal tersebut menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi Deddy untuk mengkritik beberapa hal yang menurutnya tidak sepaham dengan pemikirannya.
Bagaimana Pandangan Islam terhadap Musik itu Sendiri?


Sobat Cahaya Islam, hal pertama yang harus umat pahami yakni khazanah ilmu Islam itu sangat luas dan tak ada yang bisa menjamin umat satupun dapat mempelajarinya secara sempurna dan paripurna.
Hanya Rasulullah SAW lah yang memang Allah SWT khususkan menjadi satu – satunya orang yang mengetahui khazanah Islam secara paripurna.
Oleh sebab itu, tak pantas bagi umat untuk saling menghujat dan mencela salah satu syariat ketika hal tersebut tak sesuai dengan pemahaman yang Ia miliki.
Justru, ketika umat berjumpa dengan kondisi syariat lain sudah selayaknya mereka harus mempelajari. Pun jika ada yang mneyimpang dari syariat itu, umat muslim wajib untuk saling menasehati agar tak banyak yang terjerumus dalam penyimpangan tersebut.
Dalam Islam sendiri, terdapat beberapa pandangan terhadap penggunaan musik. Ada sebagian ulama’ yang mengharamkannya.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang disampaikan oleh Abu ‘Amir atau Abu Malik Al Asy’ari bahwa Rasulullah SAW menyampaikan,
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ ، يَأْتِيهِمْ – يَعْنِى الْفَقِيرَ – لِحَاجَةٍ فَيَقُولُوا ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا . فَيُبَيِّتُهُمُ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ ، وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Artinya : “Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.”
Keharaman ini menjadikan semua jenis musik tidak boleh mereka dengar sebab mereka meyakini hal tersebut adalah aktivitas yang menimbulkan dosa.
Keharaman ini punya dalil yang jelas. Sehingga walaupun umat punya perbedaan pendapat, keyakinan tersebut harus tetap umat lainnya hargai.
Di sisi lain, ada sebagian Ulama’ yang menganggap bahwa musik itu suatu aktivitas kemubahan.
Mubah secara umum adalah kondisi dimana suatu aktivitas yang umat lakukan cenderung mendekatkan pada suatu kebaikan atau malah keburukan.
Sehingga beberapa penjelasan yang dapat umat ambil jika meyakini, bahwa musik dapat umat derngarkan manakala hal tersebut tidak sampai menjadikannya meragukan Allah SWT, CiptaanNya maupun mendiskreditkan syariat yang lain.
Apa yang Menjadikan Umat Memiliki Perselisihan dalam Memandang Musik?


Sobat Cahaya Islam, salah satu pemahaman yang harus umat miliki yakni perselisihan internal yang terjadi antar kaum muslimin itu wajar.
Sebab, tidak ada yang bisa menjamin satu orangpun dapat menegetahui isi kepala masing – masing umat.
Sehingga, ketika ada perselisihan seharusnya memang perlu umat selesaikan dengan kepala dingin dan ketenangan.
Namun, nampaknya kondisi perselisihan hari ini malah dapat merasakan umat. Alih – alih terselesaikan malah dapat menjadikan permasalahan semakin pelik.
Apalagi jika perselisihan tersebut terjadi di ranah para ulama’ maupun public figure, masalahnya malah semakin runyam.
Ada juga yang bahkan karena perselisihan syariat sholat saja bisa sampai aktivitas balas dendam. Tentu hal tersebut sangat dibenci oleh Allah SWT. Pun, juga dapat memecah belah umat.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai sindiran Deddy Corbuzier terhadap para santri yang punya niatan baik untuk menjaga hafalannya.
Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi bagi umat lain agar bisa saling menghargai keyakinan antar umat Islam karena mahdzab.
































