Gaya Hidup Pinangki Yang Dianggap Glamor, Ini Lho Manfaat Hidup Sederhana Menurut Islam

0
1382
Gaya Hidup Pinangki Yang Dianggap Glamor dan Anjuran Hidup Sederhana

Gaya hidup Pinangki – Dalam persidangan kasus Pinangki Sirna Malasari, diungkapkan bahwa Pinangki memiliki gaya hidup yang glamor. Seorang saksi bernama Rahmat mengatakan bahwa gaya hidup dari Pinangki sangat berbeda dengan jaksa yang lain. Selain penampilannya, barang-barang pribadi miliknya terlihat mewah mulai dari tas hingga mobil yang digunakan. Bahkan dikatakan Pinangki juga seringkali makan di tempat yang mahal dan mewah. Tentu saja ini menjadi sorotan.

Gaya Hidup Pinangki Yang Dianggap Glamor dan Anjuran Hidup Sederhana

Kasus terduga korupsi jaksa Pinangki ini juga berdasarkan adanya temuan sejumlah transaksi atau pembiayaan yang diduga hasil korupsi. Dengan gaji bersih dirinya dan sang suami, sementara gaya hidupnya yang glamor tentu menjadi sorotan. Sobat CahayaIslam, dalam ajaran islam sendiri kita dianjurkan untuk hidup sederhana. Sehingga gaya hidup yang glamor atau bermewah-mewahan bukanlah sikap yang baik. Apalagi dibenarkan dalam pandangan syariat islam.

وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.(1)

Gaya Hidup Pinangki Yang Dianggap Glamor, Begini Manfaat Hidup Sederhana Sesuai Anjuran Islam

Gaya Hidup Pinangki Yang Dianggap Glamor dan Begini Menurut Islam

Gaya hidup Pinangki yang dianggap glamor dan berbeda dengan jaksa lainnya menimbulkan banyak anggapan. Apalagi dengan terseretnya Pinangki dalam kasus korupsi. Dalam islam, seorang muslim bahkan tidak dianjurkan untuk hidup berewah-mewahan atau berlebihan. Itu sebabnya, gaya hidup yang glamor bukanlah ajaran islam. Dan meskipun seseorang memiliki harta berlimpah sekalipun, hidup berlebihan bukanlah sikap seorang muslim.

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.(2)

Ayat diatas menjelaskan bahwasanya Allah tidak menganjurkan kaum muslimin untuk membelanjakan hartanya dengan berlebihan. Itu artinya, menghambur-hamburkan harta untuk barang mewah atau semata-mata memenuhi gaya hidup glamor bukanlah sikap yang disukai oleh Allah SWT.

Gaya Hidup Pinangki Yang Dianggap Glamor dan Manfaat Hidup Sederhana

Oleh karena itu, hidup sederhana merupakan gaya hidup yang lebih memberikan banyak manfaat bagi kita. Dan tentu saja, ini sesuai dengan ajaran islam. Lalu apa saja manfaat dari hidup sederhana?

Menjaga Harta Kekayaan

Salah satu manfaat dari hidup sederhana adalah menjaga harta kekayaan itu sendiri. Maksud dari menjaga harta kekayaan ini adalah kelak kaum muslimin bisa mempertanggung jawabkan harta yang dimiliki. Dari mana sumber pendapatannya, dan untuk apa dikeluarkannya harta tersebut. Sementara jika kita memilih hidup mewah, maka kita mungkin tidak mampu menjaga harta kekayaan untuk hal-hal yang bermanfaat. Baik untuk kepentingan di dunia dan amalan di akhirat.

Menjadi Lebih Pandai Bersyukur dan Toleran

Hidup sederhana mendorong seseorang untuk lebih pandai bersyukur dan memiliki sifat toleran. Dengan pandai bersyukur, maka kita bisa lebih bijak untuk mempergunakan harta yang dimiliki. Dan juga mensyukuri sekecil apapun nikmat dan rezeki yang Allah berikan. Hidup sederhana akan membuat kaum muslimin tidak terbiasa memaksakan keadaan hanya untuk memenuhi gaya hidup yang berlebihan.

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.(3)

Gaya hidup Pinangki – yang dianggap glamor dan bermewah-mewahan menyeretnya pada kasus dugaan korupsi. Itulah alasannya sobat CahayaIslam, islam menganjurkan kaum muslimin untuk hidup sederhana. Ini agar kita pandai bersyukur dan terhindar dari perbuatan dosa akibat keserakahan terhadap harta.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-An’am Ayat 141

(2) – Surat Al-Furqan Ayat 67

(3) – Surat Al-Isra’ Ayat 29

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY