(Kajian Islam) Hujjah “Saya Minum Sedikit Kok dan Nggak Sampai Mabuk!”

0
540

Masih ingat dengan cerita dalam artikel tim cahayaislam yang berjudul Tuak sebagai tersangka utama banyak dosa (DISINI) sebelumnya? – cerita itu menceritakan bagaimana khamr yang dinilai sebagai sesuatu yang remeh menjadi pemicu dari banyak dosa-dosa keji lainnya.

Pas banget nih, beberapa waktu yang lalu kami tengah mengkaji beberapa hadits perihal khamr yang diberikan oleh beberapa alim ulama. Dalam kajian islam perihal khamr itu ada beberapa hadits yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang “memabukkan” adalah haram hukumnya. Hadits-hadits nya sebagai berikut ini:

وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ كِلاَهُمَا عَنْ رَوْحِ بْنِ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Dalam hadits Muslim 4964 diatas dijelaskan oleh Rasulullah bahwa segala sesuatu yang memabukkan itu adalah khamr dan itu hukumnya haram (dilarang oleh agama). Hadits ini diriwayatkan pula oleh perawi-perawi lainnya seperti Nasa’i, Abu Daud dan lain-lain.

حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ، وَأَبُو كَامِلٍ قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا فَمَاتَ وَهُوَ يُدْمِنُهَا لَمْ يَتُبْ لَمْ يَشْرَبْهَا فِي الآخِرَةِ

Dalam hadits muslim 4963 dengan pembahasan sama, ada tambahan disitu bahwa barang siapa yang membiasakan khamr dalam hidupnya dan mati tanpa sempat bertaubat. Maka dia tidak akan meminumnya di akhirat kelak (maksudnya tidak akan masuk surga).

Masih ada hadits-hadits yang lain yang bisa dijadikan landasan jelas perihal khamr dan hal ini sangat beragam dengan tambahan ancaman siksa dan perintah untuk meninggalkannya. Dari beberapa hadits yang kebanyakan memberikan penjelasan “yang memabukkan”, muncul satu pertanyaan dari salah satu teman. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini: Berarti kalau misalnya tidak sampai mabuk, apakah boleh?

Hujjah yang tidak dibenarkan

Kalau dari sejarahnya sih dahulu Rasulullah tidak melarang umatnya untuk meminum semacam minuman yang memabukkan (seperti anggur dan serupa). Larangan ini kemudian muncul setelah peristiwa kurang berkenan terjadi. Peristiwa tersebut adalah ketika adanya seorang imam shalat yang memimpin shalat setelah meminum anggur, sehingga sholatnya tidak sempurna karena dipengaruhi oleh minuman anggur tersebut. Sejak itu hal-hal yang memabukkan dilarang oleh Allah dan Rasul.

Dari hal tersebut banyak orang yang kemudian menyiasati hukum dengan berpendapat serta berhujjah bahwa selama itu tidak sampai membuat kita mabuk, maka boleh-boleh saja. Nah, ini merupakan hujjah yang salah kaprah.

Semua ulama dalam kajian tim cahayaislam saat itu saling sepakat bahwasanya hukum haramnya benda yang memabukkan bukanlah tentang apakah banyak sedikitnya yang diambil hingga menimbulkan mabuk. Namun lebih kepada apakah hal itu bisa memabukkan atau tidak. Jadi, meski anda mengambilnya sedikit saja tanpa membuat mabuk, hal itu tetap dihukumi haram karena bila anda mengambilnya dalam jumlah banyak bisa memabukkan.

Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Nasa’i 5607 bahwa suatu hal yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya hal tersebut adalah haram dan tidak diperbolehkan.

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، – يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ – عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

Nah, sekarang sobat cahayaislam tahu kan bahwa hujjah yang dijadikan judul diatas adalah tidak boleh untuk dijadikan alasan untuk meminum atau mengambil hal yang memabukkan. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah dari hal-hal yang menjerumuskan pada pedihnya api neraka. Amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!