Utang sebagai cobaan dunia akhirat – Sebagai manusia yang hidup di dunia ini tak lepas dari hutang piutang. Namun, Sobat perlu berhati-hati terhadap hutang. Pasalnya terdapat istilah utang sebagai cobaan dunia akhirat yang tak lepas dari manusia.
Memang dalam islam, hutang piutang bukan hal yang terlarang. Sebab di dalamnya terkandung unsur tolong menolong. Namun apabila Sobat tidak berhati-hati, hutang dapat membawa siapapun masuk ke dalam neraka.
Apa Maksud dari Utang Sebagai Cobaan Dunia Akhirat?
Sobat Cahaya Islam, walaupun hutang hukumnya boleh dalam islam, alangkah baiknya Sobat menjauhi hal tersebut. Nabi Muhammad SAW pun pernah menyinggung tentang utang sebagai cobaan dunia akhirat.
Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan kepada para sahabtnya bahwa hutang bisa membawa bencana.
Bencana Hutang di Dunia
Sobat, ada beberapa karma tidak membayar hutang yang bisa manusia rasakan selama di dunia. Bencana atau karma tersebut di antaranya:
1. Menimbulkan Rasa Gelisah
Seseorang yang berhutang senantiasa merasa kegelisahan di malam hari. Bahkan hutang tersebut juga dapat menjadi kehinaan di siang hari selama ia di dunia.


2. Mempengaruhi Akhlak Seseorang
Biasanya orang yang berhutang memiliki sifat buruk selama di dunia, yaitu ingkar janji serta berbohong.
Bencana Hutang di Akhirat
Mengingat utang sebagai cobaan dunia akhirat, ada hukum tersendiri bagi mereka yang berhutang tetapi belum atau enggan melunasinya di akhirat. Beberapa di antaranya:
1. Dipandang Pencuri di Mata Allah SWT
Sobat sungguh tercela orang yang enggan melunasi hutang kemudian meninggal dunia. Pasalnya Allah akan memandang orang tersebut sebagai pencuri. Ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,
أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih
2. Tidak Mendapat Ampunan
Azab orang yang tidak membayar hutang adalah tidak mendapat ampunan Allah sekalipun ia mati syahid. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)
3. Kebaikannya Menjadi Tebusan Dosa
Sobat, orang yang meninggal dalam kondisi berhutang dan belum membayar, akan berpengaruh pada kebaikannya di akhirat kelak. Kebaikan orang tersebut akan menjadi penanggung atau pembayar hutang kepada orang yang memberikannya pinjaman.
Pasalnya di akhirat sudah tidak ada uang dinar dan dirham lagi.


Pentingnya Berusaha Melunasi Hutang
Sobat, dari pemaparan di atas bisa dipahami bahwa hukum tidak membayar hutang dalam islam adalah haram. Karena itu, hendaknya Sobat senantiasa berusaha melunasi hutang.
Bahkan ada ungkapan bahwa sebaik-baik orang adalah mereka yang paling baik dalam membayar hutangnya. Saat ia mampu, maka dia langsung melunasi sebagian atau seluruhnya. Hal ini yang juga dapat menimbulkan hubungan baik antara peminjam dan pemberi pinjaman.
Apalagi, Allah SWT pun akan senantiasa menolong mereka yang memiliki tekad melunasi hutang. Ini seperti yang tertuang dalam,
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berutang (yang ingin melunasi utangnya) sampai dia melunasi utang tersebut selama utang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah, no. 2409. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Oleh karenanya, jika Sobat dalam kondisi terdesak pahami kemampuan diri sendiri apakah sanggup melunasinya atau tidak. Kalau merasa sanggup, sebaiknya berhutang dengan nominal yang tidak terlalu besar.
Sebab kita tidak tahu kapan waktu Allah SWT memanggil. Jangan sampai Sobat meninggal dalam kondisi berhutang dan belum tahu kapan akan mampu melunasi hutang tersebut. Itulah mengapa penting manusia memahami makna dari utang sebagai cobaan dunia akhirat.
































