Ujaran Kebencian Bertentangan Dengan Syariat Islam, Pelaku Ditangkap!

0
88
Pelaku ujaran kebencian ditangkap

Ujaran kebencian – Penangkapan pelaku berinisial IS pada 11 April 2020 di Perumahan Legenda Wisata Cibubur, Jakarta Timur oleh Polda Metro Jaya. Diduga adanya ujaran untuk menebar kebencian yang dilakukan oleh IS disosial media. Ini dibuktikan dengan adanya caci maki yang ditujukan untuk institusi yang termasuk juga polri. Hal ini akhirnya ditindak lanjuti oleh pihak berwajib dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Bagaimanapun, ujaran untuk menebar kebencian ini sudah merupakan pelanggaran.

Pidana Untuk Pelaku Ujaran Kebencian

Menebar ujaran untuk membenci, apalagi dengan mencaci maki ini sama sekali tidak dibenarkan. Baik dari segi etika dan norma yang ada maupun dari pandangan agama. Sebagai umat muslim, ini merupakan perbuatan yang tidak baik. Dalam ajaran agama, mengucapkan perkataan tidak baik saja bisa menimbulkan dosa karena bertentangan dengan syariat agama. Apalagi menebarkan kebencian untuk pihak tertentu dengan perkataan yang tidak pantas, seperti dengan cara mencaci maki tersebut.

Ujaran Kebencian Jadi Bagian Kemungkaran Dalam Islam

Larangan Agama Untuk Ujaran Kebencian

Kemungkaran merupakan perbuatan yang mana bertentangan dengan syariat islam, atau perbuatan yang tercela. Sehingga ini diharamkan untuk dilakukan dalam agama. Seperti halnya dengan ujaran untuk menebar kebencian, ini adalah bagian kemungkaran dalam islam. Itu tandanya, bagaimanapun hal tersebut tidak dibenarkan. Apalagi jika ujaran ini tidak benar atau hanya kebohongan saja. Sudah pasti ini akan menimpakan musibah pada kaum yang lainnya. Dalam islam, ujaran yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya jelas dilarang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(1)

Ayat diatas menjelaskan bahwa kita tidak boleh menebar berita yang tidak dijamin kebenarannya. Hal ini akan menimpakan musibah untuk kaum yang lain dan juga menyebabkan penyesalan. Begitu juga dengan ujaran untuk menebarkan kebencian. Ini adalah sikap provokasi untuk mengajak orang lain membenci. Tentu dasarnya adalah kebencian yang mana tidak mengikutsertakan kebenaran. Ini adalah perbuatan mungkar dan dilarang dalam agama.

Caci Maki Bukan Merupakan Ajaran Agama Islam

Ujaran Kebencian Bukan Ajaran Agama Islam

Menebarkan ujaran yang bertujuan untuk menyebarkan kebencian, bukan hanya bisa jadi tindakan pidana saja. Namun ini juga bukanlah ajaran agama islam. Apalagi menebarkan kebencian dengan mencaci maki institusi tertentu. Ini adalah perbuatan yang sudah menyimpang dari ketentuan agama.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(2)

Ujaran kebencian – Dengan bercermin pada ayat diatas, agama melarang perbuatan caci maki atau mengolok-olok. Baik sesama muslim maupun untuk kaum yang lainnya. Bagaimanapun, menebar kebencian dengan caci maki bukanlah perbuatan yang baik.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Hujurat Ayat 6

(2) – Surat Al-Hujurat Ayat 11

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!