Apa Hukum Memberi Ucapan Selamat Natal? Ini Hukumnya bagi Muslim

0
189
ucapan selamat natal

Ucapan Selamat Natal – Tanggal 25 Desember diperingati secara rutin sebagai Hari Raya Natal. Para umat nasrani yang ada di seluruh dunia merayakan natal di tanggal tersebut. Mereka ramai-ramai memberikan ucapan selamat natal di momen ini.

Perayaan natal di setiap tanggal 25 Desember biasanya menjadi momen berkumpul. Umat nasrani akan berkumpul dengan keluarga atau sahabat terdekat sejak malam natal. Namun bolehkah umat islam turut mengucapkan selamat natal?

Bolehkan Umat Islam Memberikan Ucapan Selamat Natal?

Memberikan ucapan selamat natal merupakan hal yang tak boleh terlupa dalam momen natal. Ucapan tersebut biasanya umat nasrani sampaikan kepada sahabat, keluarga, dan pasangan. Bukan tanpa sebab, natal merupakan hari raya bagi umat nasrani yang mereka rayakan dengan penuh suka cita.

Namun saat perayaan natal, seringkali muncul perdebatan di tengah masyarakat terutama kaum muslim. Banyak orang yang memperdebatkan apakah boleh seorang muslim mengucapkan selamat natal kepada umat non muslim atau tidak.

Tak jarang, perdebatan seperti itu menimbulkan percekcokan di antara kaum muslimin. Sering kali perdebatan tersebut berujung dengan vonis kafir atau takfir dari mulut sebagian muslimin saja. Lalu bagaimana hukumnya dalam agama islam?

Sobat Cahaya Islam, ternyata ada pandangan berbeda tentang memberikan ucapan selamat natal di kalangan ulama. Pendapat tersebut di antaranya:

1. Tidak Boleh

Sobat, sebagian besar ulama berpendapat tidak boleh hukumnya umat islam mengucapkan selamat natal. Sebab hal tersebut sama seperti tasyabbuh atau perbuatan yang menyerupai kaum non muslim. Tentu tidak sepantasnya umat islam terpedaya apalagi sampai ikut merayakan Natal.

ucapan selamat natal

Secara bahasa, Tasyabbuh berasal dari kata Al Musyabahah yang artinya meniru, menjalin, atau mengaitkan diri. Tasyabbuh yang terlarang dalam Al Qur’an dan As Sunnah secara syar’i adalah menyerupai umat agama lain. Menyerupai dalam hal ini termasuk peribadatan, aqidah, kebudayaan, atau pola tingkah laku mereka.

Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ

 “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669)

Oleh sebab itu, hendaknya Sobat tidak mengikuti apa yang dilakukan orang non muslim, termasuk mengucapkan selamat natal. Hal itu sama seperti melakukan apa yang menjadi kebiasaan mereka di hari natal.

2. Boleh

Ada juga pendapat ulama yang menyebut memberikan ucapan selamat natal hukumnya boleh. Pendapat ini berdasarkan keyakinan tak ada ayat Al Quran atau hadist Nabi yang menegaskan keharaman atau kebolehan mengucapkan selamat natal.

Padahal kondisi sosial zaman Rasulullah hidup  mengharuskannya mengeluarkan fatwa tentang hukum mengucapkan selamat natal.

Mengingat Rasulullah SAW dan para sahabat hidup berdampingan dengan orang Nasrani dan Yahudi. Karena itu, masalah tersebut termasuk dalam kategori ijtihadi yang berlaku kaidah,

لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيْهِ وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ   

Artinya: “Permasalahan yang masih diperdebatkan tidak boleh diingkari (ditolak), sedangkan permasalahan yang sudah disepakati boleh diingkari”

Selain itu, sebagian ulama yang membolehkan memberikan ucapan natal berlandaskan firman Allah SWT,

  لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ      

Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Q.S Al-Mumtahanah ayat 8)

Pasalnya mengucapkan selamat natal termasuk salah satu bentuk berbuat baik kepada non muslim yang tidak mengusir dan memerangi islam.

Sobat Cahaya Islam, itulah pembahasan seputar memberikan ucapan selamat natal dari orang muslim. Namun jika tidak ada kepentingan tertentu, ada baiknya Sobat tak perlu mengucapkan selamat natal. Wallahu’alam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY