Tradisi Jahiliyah Zaman Sekarang Apakah Masih Berjalan?

0
557
tradisi jahiliyah zaman sekarang

Tradisi jahiliyah zaman sekarang – Prakteknya manusia modern tidak menyembah batu atau benda-benda mati lainnya, akan tetapi kehidupan mereka mengarah pada jahiliyah baru. Fenomena tradisi jahiliyah zaman sekarang yang masih banyak ditemui. Salah satunya cara pandang masyarakat modern yang serba memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Apa Saja Tradisi Jahiliyah Zaman Sekarang?

Orang-orang Arab saat masa jahiliyah memiliki berbagai budaya dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kebudayaan tersebut antara lain dalam bentuk keyakinan, ibadah, akhlak hingga hukum-hukum kemasyarakatan. Pada era globalisasi yang serba cepat ini, masih banyak praktek kejahiliyahan yang terjadi.

Oleh karena itu, Sobat harus memiliki filter untuk menyaring kebudayaan dan peradaban yang sesuai dengan kaidah Islam. Jika Sobat melihat ke tengah masyarakat, tentu sebagian besar sudah terpengaruh oleh kebudayaan dan peradaban umat-umat lainnya. 

Baik sengaja menirunya dengan alasan modal dan gaya atau karena masa bodoh terhadap ajaran agama Islam. Mereka tidak menyadari bahwa kebiasaan atau gaya tersebut merupakan bentuk dari tradisi jahiliyah zaman dahulu. Budaya atau kebiasaan orang-orang jahiliyah banyak terdapat dalam ayat Al Quran, salah satunya:

“Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur`ân supaya jelas jalan orang-orang yang berdosa. 1

Faktor terjerumusnya seseorang dalam kejelekan karena tidak mengetahui kejelekan itu sendiri. Salah satu gejala tradisi jahiliyah zaman sekarang yaitu sebagian orang peduli untuk menanggulangi berbagai penyimpangan moral dalam masyarakat. Namun, kelompok lain Justru menentangnya dengan alasan hak asasi dan kebebasan. 

Dalam hal ini seolah-olah kebebasan dan hak asasi orang yang melanggar, namun pada dasarnya bertentangan dengan hukum Islam. Sudah semestinya orang yang menyimpang mendapat hukuman. Namun, banyak yang memperoleh pembelaan. Sebaliknya orang yang berjalan di atas kebenaran justru seringkali dianggap tidak berwawasan dan tidak toleran.

Berikut ini beberapa contoh tradisi jahiliyah di tengah masyarakat:

1. Membanggakan Kebesaran Leluhur

Membangga-banggakan kebesaran leluhur merupakan salah satu ciri kembali ke zaman Jahiliyah. Membanggakan kebesaran leluhur tanpa melandasinya dengan perjuangan untuk terus membesarkan nama leluhur merupakan perbuatan jahiliyah. 

Seharusnya jika memiliki leluhur yang berpengaruh justru akan semakin berat untuk menjaga eksistensi terutama dalam hal ilmu dan akhlak. Saat ini justru banyak yang membanggakan leluhur namun ilmu akhlak dan perilaku bertentangan dengan leluhurnya.

Salah satu ciri tradisi jahiliyah zaman sekarang terdapat dalam hadits:

Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk dalam perbuatan jahiliah yang susah untuk ditinggalkan: (1) membangga-banggakan kebesaran leluhur, (2) mencela keturunan, (3) mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu, dan (4) meratapi mayit (niyahah).” Lalu, beliau bersabda, “Orang yang meratapi mayit, apabila ia wafat sebelum bertobat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal.” 2

2. Mencela Keturunan

Contoh tradisi jahiliyah zaman sekarang selanjutnya yaitu mencela keturunan. Kebiasaan ini sulit untuk sobat hindari karena privilege keturunan sangat rawan untuk bahan celaan. Padahal dalam ajaran islam sahabat harus menghormati setiap orang tanpa memandang status.

3. Percaya pada Ramalan

Mempercayai ramalan zodiak dan sering mengaitkannya dengan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup menjamur di era modern seperti sekarang. Padahal dalam Islam perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan syariah.

tradisi jahiliyah zaman sekarang

4. Meratapi Orang Meninggal

Meratapi orang meninggal termasuk tradisi jahiliyah yang harus cepat hindari. Sebab setiap ruh telah memiliki tempat hingga nanti saat kiamat tiba.  Tanpa sobat sadari tradisi jahiliyah zaman sekarang terus eksis. Oleh karena itu, menjadikan Al Quran dan hadis sebagai landasan menjaga akhlak dan perbuatan merupakan hak wajib.


  1. (Al-An’âm/6:55) ↩︎
  2. (HR. Muslim no. 934) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY