Tips Rumah Tangga Harmonis dengan Meneladani Rasulullah

0
659
Tips Rumah Tangga Harmonis

Tips Rumah Tangga Harmonis – Memiliki rumah tangga yang harmonis adalah impian setiap pasangan. Tapi kenyataannya, kebanyakan suami-istri masih belum tahu cara mewujudkannya. Buktinya, justru banyak kasus kriminal dalam lingkup keluarga seperti KDRT, intimidasi, kekerasan psikis, dll. Dalam Islam, Rasulullah adalah panutan yang menjadi teladan untuk membina keluarga yang harmonis. Maka, hendaknya kita memperhatikan perjalanan rumah tangga beliau dengan para istrinya.

Tips Rumah Tangga Harmonis: Mengelola Perasaan Istri

Suatu ketika, sampai sebuah berita kepada Shafiyah, salah satu istri Rasulullah, bahwa dirinya adalah keturunan Yahudi. Shafiyah pun sangat sedih. Ternyata, Rasulullah sangat peka terhadap perasaan istrinya tersebut. Beliau pun menanyakan perihal kenapa Shafiah menangis. Setelah mendengar penjelasan Shafiyah, Rasulullah justru memuji:

‏ إِنَّكِ لاَبْنَةُ نَبِيٍّ وَإِنَّ عَمَّكِ لَنَبِيٌّ وَإِنَّكِ لَتَحْتَ نَبِيٍّ فَفِيمَ تَفْخَرُ عَلَيْكِ

“Sungguh engkau adalah keturunan nabi, pamanmu nabi, bahkan engkau istri nabi. Lalu kenapa engkau tidak gembira dengan hal ini? “ (1)

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa Rasululluah benar-benar mampu mengelola mood istrinya. Shafiyah yang awalnya sangat terpukul menjadi merasa sangat dimuliakan. Meskipun Shafiyah sebenarnya memang keturunan asli Yahudi.

Membantu Pekerjaan Rumah

Umumnya, suami hanya fokus bekerja mencari nafkah saja. Sementara istrinya mengerjakan seluruh pekerjaan rumah sendirian. Suami yang merasa sudah berjasa besar karena bekerja keras merasa bahwa pekerjaan rumah adalah tugas istri seutuhnya. Padahal, apa salahnya jika seorang suami membantu istrinya dalam mengerjakan pekerjaan rumah?

Seperti kita tahu, Rasulullah merupakan manusia yang super sibuk. Tanggung jawab beliau tidak hanya mengurusi keluarga tapi juga seluruh umatnya. Maka, tak heran jika hari-hari beliau sangat melelahkan. Tidak ada hari tanpa dakwah, mengurusi umat, hingga memimpin Negara. Namun, kesibukan tersebut tak membuat beliau membiarkan istrinya melakukan pekerjaan rumah sendirian. Sebagaimana keterangan hadits berikut ini:

 عَنِ الأَسْوَدِ، قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصْنَعُ فِي أَهْلِهِ قَالَتْ كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

Dari Al-Aswad, ia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah, ‘apakah Rasulullah ikut bekerja sama dalam hal urusan rumah?’ Aisyah menjawab: ‘Beliau juga membantu dalam pekerjaan rumah. Jika waktu sholat telah datang, beliau bergegas melaksanakannya.” (2)

Hadits di atas menandakan bahwa Nabi Muhammad sering membantu pekerjaan rumah. Maka, kita sebagai umat beliau sudah seharusnya mengikuti teladan yang indah ini. Dengan saling membantu pekerjaan rumah, rumah tangga pun akan semakin romantis.

Suami-Istri Harus Saling Berdiskusi

Suatu hari, Rasulullah sedang terdesak saat ada perjanjian Hidaibiyah. Karena para sahabat gagal menunaikan haji akibat kafir Quraisy yang menghalangi, Rasulullah memerintahkan sahabat-sahabat beliau menggundul rambut kepala serta menyembelih hewan kurban. Sayangnya, para sahabat tidak mengindahkan perintah tersebut, hingga beliau mengulanginya tiga kali.

Rasulullah pun menuju ke tenda dan menceritakan kepada Ummu Salamah, istrinya. Ummu Salamah pun memberikan solusi agar Rasulullah keluar tapi jangan berkata apapun hingga menyembelih hewan kurban serta mencukur rambut.

فَخَرَجَ فَلَمْ يُكَلِّمْ أَحَدًا مِنْهُمْ، حَتَّى فَعَلَ ذَلِكَ نَحَرَ بُدْنَهُ

“Lalu Rasulullah keluar tanpa berbicara kepada siapapun hingga beliau melakukan apa yang Ummu Salamah katakana.” (3)

Melihat hal itu, para sahabat mengikuti apa yang Rasulullah lakukan. Mereka menyembelih hewan kurban dan saling mencukur satu sama lain.

Demikianlah kunci harmonisnya keluarga Rasulullah. Itulah yang membuat cinta kasih dalam rumah tangga beliau terawatt hingga akhir hayat. Jika kita juga menginginkan keluarga yang romantis, mari ikuti teladan-teladan Rasulullah di atas.


Referensi:

(1) Jami’ at-Tirmidhi 3894

(2) Sahih al-Bukhari 6039

(3) Sahih al-Bukhari 2731

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY