Hakikat Amal Sholih Agar Diterima Allah

0
923
Hakikat Amal Sholih

Hakikat Amal Sholih – Segala jenis ibadah, baik itu lahir ataupun batin, wajib memenuhi 2 syarat, yakni ikhlas & sesuai tuntunan Rasulullah (mutaba’ah). Artinya, amalan yang tidak ikhlas untuk meraih ridha Allah adalah bathil. Begitu juga amalan yang menyimpang dari sunnah Rasulullah, maka tertolak. Dan hanya amalan yang memenuhi 2 kriteria di atas lah yang akan Allah terima. Sebagaimana firman Allah:

بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan dia berbuat baik, dia mendapatkan pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (1)

Hakikat Amal Sholih dan Pentingnya Ikhlas

Dalam ayat di atas, ‘menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah’ maksudnya adalah ikhlas semata-mata hanya ingin meraih ridha-Nya. Dalam sebuah ayat lain, Allah juga berfirman:

 فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا

“Maka hendaklah dia melakukan amal sholih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabb-nya dengan suatu apapun.” (2)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ‘tidak mempersekutukan dalam beribadah’ maksudnya adalah dengan niat karena Allah (ikhlas). Sementara itu, Fudhail bin Iyadh menjelaskan bahwa amalan yang benar tapi tidak ikhlas, maka Allah tidak akan menerimanya. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk selalu menjaga niat kita dalam beramal sholih.

Mengikuti Sunnah Nabi dalam Beramal Sholih

Selain ikhlas, beramal sholih juga harus berdasarkan sunnah Nabi Muhammad. Sebagaimana sabda beliau:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِ

“Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku.” (3)

Di sini, istilah ‘sunnah’ berarti sesuai apa yang Rasulullah ajarkan. Sayangnya, banyak orang mengabaikan sunnah Nabi dan lebih memilih beramal menurut versi mereka masing-masing. Padahal, amal kebaikan yang ikhlas tetap akan sia-sia jika tidak sesuai sunnah Nabi.

Ikhlas dan Sesuai Sunnah Tidak Bisa Dipisahkan

Ikhlas saja tidak cukup tanpa mengikuti sunnah, begitu pula mengikuti sunnah saja tidak cukup tanpa keikhlasan. Dam ikhlas berarti melakukan amal baik tanpa niat lain kecuali hanya ingin mendapatkan ridha Allah. Sementara mengikuti sunnah berarti kita melakukan amal sholih sesuai petunjuk dari Rasulullah.

Agar bisa ikhlas dalam beramal, kita harus melatih hati kita agar tidak tercampur urusan dunia seperti riya’, ‘ujub, dan lain sebagainya. Sementara itu, kita bisa beramal baik sesuai sunnah Nabi dengan mendalami agama seperti belajar tafsir Al-Qur’an, hadits, fiqih, dan lain sebagainya.

Di zaman akhir ini, banyak umat muslim yang sudah tidak tertarik untuk mendalami ilmu agama. Padahal, hanya dengan mendalami ilmu agama-lah kita bisa beramal dengan ilmu, karena ibadah tanpa ilmu bisa mengakibatkan kesesatan.


Referensi:

(1) Q.S. Al-Baqarah 112

(2) Q.S. Al-Kahfi 110

(3) Arbain Nawawi Hadits 28

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY