Tips Mewujudkan Keluarga Bahagia – Setiap orang pasti menginginkan punya keluarga yang bahagia. Sayangnya, banyak keluarga yang merasa tidak bahagia karena faktor kondisi ekonomi yang pas-pasan. Di sisi lain, mereka punya gaya hidup yang serba mewah meski harus rela berhutang sana-sini. Padahal, kebahagiaan tidak harus serba mewah. Bahkan, hidup sederhana bisa membawa kita kepada keluarga yang bahagia.
Tips Mewujudkan Keluarga Bahagia: Selalu Bersyukur
Tentu saja, teladan terbaik dalam kesederhanaan adalah Rasulullah. Selain selalu merasa cukup, beliau juga tak pernah lupa bersyukur meski hidup sederhana. Itulah kenapa keluarga beliau selalu behagia, baik dengan istrinya Khadijah maupun dengan istri lainnya.
Agar mudah bersyukur dalam kesederhanaan, sebaiknya kita tidak membanding-bandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain, terlebih yang lebih kaya atau tinggi jabatannya, sebagaimana hadits berikut ini:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian. Janganlihat orang yang berada di atas kalian. Sebab itu lebih nyata membuat kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah untuk kalian.” (1)
Memang, kebanyakan orang tidak bersyukur karena lebih sering melihat orang yang lebih kaya dan lebih tinggi jabatannya dibanding kita. Padahal, jika kita mau melihat ke bawah, ada banyak sekali orang yang jauh lebih miskin dan menderita dari kita. Dengan begitu, kita akan lebih mudah bersyukur kepada Allah.
Pentingnya Merasa Cukup dan Tidak Boros


Untuk mengaplikasikan pola hidup sederhana, kita harus mengedepankan nilai-nilai Islam. Salah satunya adalah qona’ah, yakni merasa cukup sehingga tidak boros atau berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta. Jika kita mau memprioritaskan kebutuhan pokok dan tidak mengikuti gaya hidup yang di luar kemampuan kita, maka kesederhanaan tidak akan menghalangi kita hidup bahagia. Allah berfirman:
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ
“Sungguh para pemboros itu saudara-saudaranya setan.” (2)
Dalam kitab Tafsir Mafatihul Ghaib, Imam Fakhrudin Ar-Razi menjelaskan bahwa ini merupakan larangan tegas dalam memboroskan harta. Pasalnya, pemborosan sama dengan merusak harta karena berlebih-lebihan dalam pengeluaran yang tidak bermanfaat. Bahkan, Allah mengaitkan tindakan ini dengan sifat setan. Hal ini menunjukkan betapa buruknya sifat boros.
Hati-hati dengan ‘Keindahan’ Harta
Memang, harta selalu terlihat indah sehingga kebanyakan orang tertarik padanya. Rasulullah bersabda:
إِنَّ هَذَا الْمَالَ حُلْوَةٌ
“Sungguh harta ini seperti tanaman yang indah nan hijau.” (3)
Seseorang yang mencari harta dengan cara yang halal, harta itu akan menjadi penolongnya di akhirat. Sebaliknya, jika ia mencarinya dengan cara yang haram, ia seperti orang yang makan tapi tak pernah kenyang.
Mudah-mudahan sobat Cahaya Islam semua termasuk orang-orang yang bisa menggunakan harta dengan bijak dengan menerapkan hidup sederhana, sehingga Allah senantiasa memberi kita semua nikmat kebahagiaan, baik di dunia maupun akhirat. Aamiin.
Referensi:
(1) Jami’ at-Tirmidhi 2513
(2) Q.S. Al-Isra ‘ 27
(3) Sahih al-Bukhari 6427































