Tafsir Al Baqarah 286: Benarkah Allah Tidak Membebani Seseorang di Luar Kemampuannya?

0
3685
Tafsir-Al-Baqarah-286

Tafsir Al Baqarah 286 – Biasanya, membahas ayat populer dalam Al-Quran selalu menarik. Tentunya, salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang paling populer adalah Al-Baqarah 286. Jadi, ayat tersebut menerangkan bahwa Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. Namun, faktanya ada orang yang mendapatkan ujian kemiskinan hingga ia mati kelaparan. Agar tidak salah memaknai ayat ini, sobat Cahaya Islam harus memahami tafsirnya.

Tafsir Al Baqarah 286 Lengkap

Intinya, memahami tafsir suatu ayat dalam Al-Qur’an tidak bisa lepas dari asbabun nuzul dan konteks ayat tersebut. Begitu juga surah Al-Baqarah ayat 286.

لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

(Artinya, ujian Allah untuk manusia pasti sekadar kesanggupannya.)

لَهَا مَا كَسَبَتْ

“Ia mendapat apa yang diusahakannya”

(Yakni mendapatkan pahala atas kebaikan yang ia lakukan.)

وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

“dan ia juga mendapatkan dari kejahatannya”

(Yakni mendapatkan dosa dari keburukan yang ia lakukan.)

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah”

(Maksudnya adalah meminta agar tidak menghukum jika manusia manusia berbuat salah karena tidak sengaja. Sebagai tambahan, diriwayatkan sebuah hadist bahwa para sahabat ketika berdo’a dengan do’a ini, Allah menjawab: “Iya, Aku telah melakukannya”. Maka diangkatlah dosa kesalahan yang tidak disengaja dan lupa dari mereka.)

وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا

“janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami”

(Pada mulanya, Bani Israil mendapatkan hukum fiqih yang rumit. Salah satu contohnya adalah harus memotong kain yang terkena najis. Sementara itu, kita hanya perlu membersihkan kain yang terkena Najis.)

Doa Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 286

رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya”

وَاعْفُ عَنَّا

“Beri maaflah kami”

(Maksudnya adalah hapuslah dosa-dosa kami.)

وَاغْفِرْ لَنَا

“ampunilah kami”

(yakni jangan siksa kami atas dosa-dosa kami yang mana kami sudah bertaubat dan tidak akan melakukannya lagi.)

وَارْحَمْنَآ ۚ

“dan rahmatilah kami”

(Yakni muliakanlah kami dengan rahmat dari-Mu.)

أَنتَ مَوْلَىٰنَا

“Engkaulah Penolong kami”

(Yakni pemipin dan pengatur urusan kami. Engkau adalah Tuhan kami sedangkan kami adalah hamba-hamba-Mu.)

فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِينَ

“maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”

(yaitu dengan menegakkan hujjah & memberikan kemenangan, karena salah satu hak atas Tuhan adalah menolong hamba-Nya.)

Kesalahan Umum dalam Memahami Surah Al-Baqarah Ayat 286

Saat ini, ada sebagian orang yang menggunakan ayat ini sebagai dalil untuk mengambil perkara agama termudah. Hal ini tidak tepat karena ayat ini justru mengisyaratkan supaya kita selalu berkeinginan mengambil perkara agama yang paling baik. Jadi, maksud dari Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuanya adalah bahwa semua hal yang masih dapat diterima oleh kemampuan manusia masuk dalam taklif ini.

Tafsir Al Baqarah 286: Jika Allah Tidak Membebani Manusia di Luar Kemampuannya, Kenapa Ada Orang yang Mati Kelaparan?

Tentu saja, sobat Cahaya Islam pernah mendengar berita orang yang mati kelaparan. Namun, bagaimana bisa itu terjadi padahal Allah yang menjamin rezeki dan tidak akan membebani hamba-Nya di luar kemampuannya? Bukan Allah yang lalai dalam memberikan rezeki, namun terkadang justru manusia yang tidak peka terhadap petunjuk dari Allah dalam menjemput rezeki. Kemudian, orang yang mati kelaparan adalah ujian buat manusia, khususnya di sekitarnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

‏ لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ

“Tidak sempurna iman seseorang yang kenyang dan membiarkan tetangganya kelaparan.” (1)

Jadi, seharusnya bukan kita yang bertanya di mana Allah ketika ada orang yang kelaparan. Sebaliknya, Allah yang akan bertanya kepada kita di akhirat, di mana kita saat tetangga kita kelaparan.


Referensi:

(1) H.R. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad 112

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY