Suami Korban Pembunuhan Dalam Mobil Tuntut Hukuman Mati Pelaku, Adakah Hukum Mati Dalam Islam?

0
40
Suami Korban Pembunuhan Mobil Tuntut Pelaku Dihukum Mati

Suami Korban Pembunuhan – Beberapa waktu lalu, penemuan jasad seorang wanita dalam mobil yang terbakar di Sukoharjo menjadi berita yang cukup menggemparkan. Apalagi setelah diketahui bahwa wanita ini adalah korban pembunuhan. Setelah adanya penyelidikan, terungkap bahwa pelaku pembunuhan berencana ini tidak lain adalah rekan bisnisnya. Tentu saja ini merupakan tindakan keji dan sadis, sehingga membuat sang suami dari korban pembunuhan menuntut hukuman mati bagi pelaku.

Suami Korban Pembunuhan Mobil Tuntut Pelaku Dihukum Mati

Pembunuhan dalam islam adalah perbuatan yang dilarang dan bahkan termasuk perbuatan keji. Itu sebabnya dalam ayat Al Quran dijelaskan bagaimana ancaman bagi pelaku perbuatan keji seperti pembunuhan. Bukan hanya dalam hukum negara bahwasanya pelaku pembunuhan harus dihukum dengan setimpal. Namun dalam islam pun telah Allah tentukan hukuman bagi pelaku pembunuhan. Lalu bagaimana dengan hukuman mati, adakah dalam islam?

Suami Korban Pembunuhan Dalam Mobil Tuntut Hukuman Mati Bagi Pelaku, Ini Penjelasan Hukuman Mati Dalam Islam

Suami Korban Pembunuhan Tuntut Hukum Mati dan Ini Menurut Islam

Suami korban pembunuhan dalam mobil kini menuntut untuk pelaku agar dihukum mati. Tindakan pembunuhan berencana ini dilakukan dengan keji, yang tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Termasuk sang suami. Dalam islam, setiap perbuatan sudah ditetapkan dengan balasan-balasan yang sesuai. Sehingga tidak ada hukum yang tidak adil dari setiap perbuatan. Apalagi Allah SWT adalah Maha Adil. Sementara hukuman mati, sebenarnya sudah diatur sejak jaman Rasulullah.

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(1)

Ayat ini menerangkan tentang hukuman mati yang ditetapkan dalam islam. Bahwasanya setiap perbuatan boleh dibalas dengan hukuman yang setara. Asalkan tidak melampaui batas yang seharusnya. Hukuman mati ini sudah ada dalam islam sejak jaman Rasulullah, namun dalam pelaksanaannya tentu saja harus mempertimbangkan banyak hal. Terutama hukuman mati harus dijatuhkan pada orang yang berhak mendapatkannya.

Begini Ketentuan Hukuman Mati Menurut Hukum Islam

Suami Korban Pembunuhan Tuntut Hukuman Mati dan Ini Hukum Mati Dalam Islam

Dalam islam, kita diajarkan untuk berlaku adil karena Allah SWT juga merupakan Maha Adil. Itu sebabnya, dalam segala hal semuanya harus seimbang. Termasuk dalam menjatuhkan hukuman untuk pelaku perbuatan keji, maksiat atau dzalim. Hukuman mati ini diperbolehkan dan ada dalam islam, namun ditetapkan untuk orang-orang yang berhak dihukum mati.

Hukuman mati diperbolehkan untuk tiga perkara. Diantaranya adalah qishash, hudud dan juga ta’zir. Jadi, hukuman mati bisa dijatuhkan pada manusia pembunuh, manusia yang murtad dan juga pezina muhsan. Selain itu, tidak dianjurkan dan tentu saja harus mempertimbangkan kembali asas peradilan dan manfaat. Apakah hukuman mati akan memberikan manfaat kepada banyak orang misalnya.

Suami korban pembunuhan – menuntut pelaku agar dijatuhi hukum mati. Dalam proses menjatuhkan hukum itu sendiri penting mendasarkan pada nilai-nilai islam. Agar tercipta hukum yang adil tentu saja. Demikianlah sobat CahayaIslam penjelasan mengenai hukuman mati dalam pandangan islam.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Ma’idah Ayat 45

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY