Sriwijaya Air SJ 182 dikemudikan Kapten Afwan, Ketahui Sosoknya yang Patut diteladani

0
31

Sriwijaya Air SJ 182 – Kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Sabtu lalu (9/1) masih menyisakan duka bagi masyarakat Indonesia. Terlebih duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 yang terbang dengan rute Jakarta–Pontianak ini dikemudikan oleh Kapten Afwan. Beliau dikenal sebagai pilot senior di kalangan dunia penerbangan.

Sriwijaya Air SJ 182 membawa 62 penumpang yang terdiri dari 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 12 awak pesawat termasuk Kapten Afwan. Setelah pesawat dinyatakan meledak dan hancur, kediaman Kapten Afwan yang ada di Cibinong, Bogor ramai didatangi para pelayat dan karangan bunga sebagai bentuk ungkapan belasungkawa.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dikemudikan Kapten Afwan hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB. Dugaan awal pesawat meledak dan jatuh ke laut di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang. Tim penyelam kemudian dikerahkan untuk menemukan benda penting dari setiap peristiwa kecelakaan pesawat, yaitu menemukan black box pesawat.

Selasa (12/1) black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berupa Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan. FDR adalah rekaman data penerbangan pesawat seperti ketinggian, arah, juga kecepatan pesawat. Selanjutnya pencarian akan dilakukan untuk menemukan CVR (Cockpit Voice Recorder) adalah rekaman suara kokpit. CVR berisi rekaman suara antara pilot dengan pemandu lalu lintas udara.

Selain duka mendalam yang dirasakan para keluarga penumpan Sriwijaya Air SJ 182, status Whatsapp terakhir dari Kapten Afwan rasanya adalah sebuah pertanda. Selain Kapten Afwan, beberapa penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut juga diketahui seolah memiliki firasat. Faisal Rahman contohnya, seorang youtuber yang mengunggah foto dirinya di akun Instagram pribadinya dengan caption seolah perjalanan telah usai.

Mengenal Sosok Teladan Kapten Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Setelah Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan hilang kontak, kabar duka segera menyelimuti masyarakat Indonesia, khususnya para keluarga penumpang. Kapten Afwan, sang pilot turut menjadi korban dalam penerbangan rute Jakarta–Pontianak tersebut. Namun, sosok Kapten Afwan patut kita teladani sebagai salah satu contoh pegangan dalam hidup yang sementara. Apa saja teladan sosok beliau yang dapat kita contoh? Simak ulasan berikut ini:

1.     Tidak Meninggalkan Shalat

Sosok Kapten Afwan yang tidak pernah meninggalkan shalat bahkan saat bertugas dapat kita contoh sebagai teladan hidup. Shalat adalah tiang agama. Ketika seseorang melalaikan satu shalat dalam sehari, ia telah merobohkan agamanya. Pengakuan teman Kapten Afwan juga berkata demikian bahwa beliau semasa bekerja tidak lupa dengan shalatnya.

Dalam Al-Quran dijelaskan sebagai berikut:

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (QS. An-Nisa’:103).

2.     Dermawan

Teladan kedua dari sosok Kapten Afwan adalah sikap dermawan. Beliau sering membagikan rezeki untuk tetangga atau kerabatnya yang terdampak covid. Selain itu, Kapten Afwan juga sering menyapa para tetangga saat berpapasan di jalan. Sosoknya yang dermawan dan murah senyum kepada setiap orang yang ditemuinya membuat kenangan tersendiri bagi mereka yang ditinggalkan.

Sobat Cahaya Islam, peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan pesan Kapten Afwan agar manusia tidak melupakan shalat adalah pelajaran berharga yang dapat kita terapkan dalam hidup.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY