Setya Novanto Bawa Hp dalam Penjara, Bolehkah?

0
22
Setya Novanto

Setya Novanto – Merupakan mantan Ketua DPR RI pada periode Presiden Joko Widodo. Setnov, panggilan akrabnya adalah tahanan KPK karena kasus pengadaan e-KTP pada tahun 2011 hingga 2012.

Jika Sobat Cahaya Islam menelusuri rekam jejak kasus Setya Novanto tentang e-KTP, maka akan menemukan panjangnya kasus hukum Setnov hingga ia jadi tersangka dan mendapat hukuman penjara 15 tahun pada tahun 2017. Sungguh sayang sekali bukan? Jabatan yang pada dirinya harus diganti dengan sel tahanan sebab ulah sendiri.

Berangkat dari kasus tersebut, baru-baru ini kita saksikan nama Setya Novanto dibicarakan oleh publik lantaran dugaan Setnov membawa telepon genggam dalam penjara. Beredar foto Setnov tengah mengenakan kemeja warna Tosca dan di depannya terjejer dua buah ponsel.

Melalui konfirmasi resmi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, Elly Yuzar menyatakan bahwa foto tersebut memang benar tahun lalu (2020) saat momen Idul Adha. Tampak dalam foto tersebut mantan Walikota Bandung, Dada Rosada dan narapidana lainnya. Membawa ponsel dalam penjara merupakan larangan.

Namun, pihak lapas akan mencoba menggali informasi terkait apakah benar foto tersebut memang benar tahun lalu atau tidak. Sobat dapat mengikuti kelanjutan kasus Setya Novanto dengan update informasi terkini. Namun, sudah tahukah Sobat bagaimana hukum yang narapidana terima di dalam sel tahanan?

Beredar Foto Setya Novanto Bawa HP dalam Penjara, Bagaimana Hukumnya?

Kita belum tahu pasti apakah foto Setnov dengan dua ponsel di depannya itu memang benar foto tahun lalu atau bukan. Namun, dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana hukum yang berlaku dalam penjara bagi narapidana. Sobat dapat menyimaknya di bawah ini:

1.      Larangan Membawa Alat Elektronik

Setya Novanto

Perlu Sobat Cahaya Islam ketahui dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2013 Pasal 4 huruf J Permenkumham telah dijelaskan bahwa setiap narapidana tidak boleh membawa alat elektronik, seperti ponsel, kamera, laptop, alat perekam, dan sejenisnya.

Jika ada narapidana yang membawa benda tersebut, maka mendapat hukuman disiplin tingkat berat. Melansir dari hukum online, hukuman disiplin tingkat berat dapat berupa pemindahan ke dalam sel pengasingan selama 6 hari atau 2 kali 6 hari. Kemudian keluarga tidak boleh menjenguk narapidana tersebut.

2.      Melengkapi Sel Tahanan dengan Alat Elektronik

Setya Novanto

Ingatkah Sobat tentang kasus kamar sel mewah yang menjadi hunian Setya Novanto pada 2019 silam di Lapas Sukamiskin sebab ada perbaikan kamar tahanan? Ombudsman RI menemukan fasilitas yang cukup mewah di dalam sel tahanan milik Setnov dan mantan Politisi Demokrat, yaitu ukuran kamar yang lebih luas dari kamar milik tahanan lainnya.

Atas kasus tersebut, pihak Lapas Sukamiskin merombak kamar setiap sel tahanan dan menegakkan disiplin serta taat peraturan. Bahkan, jika kabar Setnov membawa ponsel itu benar, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan. Maka dari itu, kita harus menaati peraturan yang berlaku, seperti sabda Rasulullah berikut:

“Wajib bagi setiap lelaki muslim untuk mendengar dan taat (kepada atasan), baik ketika dia suka maupun tidak suka. Selama dia tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Jika dia diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengarkan maupun mentaatinya”. (HR. Bukhari nomor 7144)

Demikian beberapa poin singkat yang dapat penulis jelaskan terkait hukuman dalam penjara dan kasus Setya Novanto. Mari Sobat kita doakan semoga Indonesia bebas dari koruptor. Aaamiiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY