Santunan Anak Yatim, Tradisi yang Memiliki Banyak Hikmah

0
42
Santunan Anak Yatim

Santunan Anak Yatim – Anak yatim adalah mereka anak-anak yang usianya belum baligh serta tidak memiliki ayah, sebabnya adalah ditinggal wafat. Dari itu, maka kasih sayang dari seorang figure ayah tidak mereka dapatkan.

Santunan anak yatim selalu dilakukan pada bulan Muharram. Hingga seringkali bulan ini disebut sebagai bulannya anak yatim.

Tepatnya pada tanggal 10 Muharram, banyak masyarakat yang mengadakan kegiatan santunan dengan tradisi mengusap kepala anak-anak yatim.

Seperti yang ada pada hadits berikut ini:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلَّا لِلَّهِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٌ وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمَةٍ أَوْ يَتِيمٍ عِنْدَهُ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ وَفَرَّقَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

Artinya: Diriwayatkan dari Umamah, sesungguhnya Nabi bersabda, Barangsiapa mengusap kepala anak yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya. (Hal ini berdasarkan hadits yang berasal dari Musnad Ahmad, 7/36)

Secara terang, hadits tersebut menjelaskan bahwa mengusap kepala anak yatim sangatlah dianjurkan kapanpun. Mengapa? Sebab ada banyak sekali hikmah dari padanya. Demikian ulasannya.

Santunan Anak Yatim, Tradisi yang Memiliki Banyak Hikmah

Apa saja hikmah dari mengusap kepala anak yatim? Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1.      Perintah Nabi SAW

Yang pertama, mengusap kepala anak yatim dan memberi mereka makan adalah perintah yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, kita yang mengusap maupun mereka (anak-anak yatim) yang diusap akan melunak hatinya dan jauh dari keras kepala.

Tentu hal ini memiliki peran penting dalam membuat karakter, seiring tumbuh dan berkembang semakin beranjak dewasa.

Sebab, seseorang yang sejak kecil mengeras hatinya akan lebih sulit memiliki kepedulian pada apapun yang ada di sekitarnya. Bukankah yang seperti itu sangat mengkhawatirkan moral dan jiwa sosialnya?

2.      Hajat akan Terkabul

Kedua, seseorang yang menyantuni anak yatim dan mengusap kepalanya bisa membuat hajat-hajatnya lebih mudah terkabul.

Santunan Anak Yatim

Karena berbagi kasih sayang dan kepedulian kepada anak-anak yang membutuhkan adalah sebuah perihal yang nilainya amatlah besar.

3.      Diangkat Derajatnya

Selain yang disebutkan di atas, mengusap kepala anak yatim sembari memberi makan dan berbagai bentuk santunan pada mereka, tentu bisa membuat derajat kita menjadi diangkat oleh Allah SWT.

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam hadits di bawah ini,

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

Artinya: Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya. (Dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiya wal Mursalin karya Abullaits Assamarqandi (w. 373 H)

Nah, Sobat Cahaya Islam, dari hadits tersebut kita dapat mengambil kesimpulan.

Di mana dengan memuliakan bulan Muharram dan menyantuni anak yatim tepat pada bulan itu, maka Allah SWT akan memberikan kita pahala yang berlipat-lipat ganda.

Sedangkan janji yang lain di hari Asyura adalah, Allah akan mengangkat derajat manusia yang mengusap anak yatim pada setiap helai rambut yang disentuhnya.

Melalui keterangan yang telah dipaparkan, maka hikmah dari mengusap kepala anak yatim sangatlah banyak. Mulai dari membentuk kasih sayang dan kepedulian pada anak-anak yatim hingga menabur kedamaian antar satu sama lain.

Kenapa Mengusap Kepala Anak Yatim?

Santunan Anak Yatim

Di sisi lain, anak yatim pastilah merindukan belaian cinta dari ayahnya. Sehingga dengan melakukan santunan dan mengusap kepalanya maka bisa membuat rindunya menjadi terobati.

Mengapa kepala? Sebab anggota tubuh manusia yang paling mulia adalah pada bagian tersebut. Di dalamnya, ada akal pikiran yang bisa membedakan kita sebagai manusia dengan hewan tak berakal.

Demikian di atas merupakan ulasan mengenai apa saja hikmah mengusap kepala yang menjadi tradisi pada saat santunan anak yatim. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi kita semua.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY