Bolehkan Mandi Junub Tanpa Keramas? Ini Penjelasan Para Ulama

0
1495
Bolehkah mandi junub tanpa keramas

Bolehkah mandi junub tanpa keramas – Ketika seorang muslim memiliki hadas besar, maka wajib bersuci dengan mandi wajib. Bolehkah mandi junub tanpa keramas? Permasalahan ini harus Sobat Cahaya Islam pahami, sebab sebelum bersuci dari hadas besar, seorang muslim tidak bisa melakukan rangkaian ibadah. Oleh karena itu, seorang muslim harus sudah paham cara melakukan mandi janabah.

Tata Cara Mandi Junub

Mandi junub adalah kegiatan untuk menyucikan diri dari hadas besar. Adapun kondisi yang menjadi penyebab hadas besar, yaitu melakukan hubungan seksual atau keluarnya mani akibat mimpi basah. Dalil perintah mandi junub ada pada ayat Al Qu’ran berikut ini:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Basuhlah kepala serta kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah …” 1

Mandi janabah pelaksanaannya harus sesuai dengan rukun dan tata cara yang ditetapkan syariat. Ada dua rukun mandi junub yang harus Sobat Cahaya Islam penuhi, yaitu:

1.     Membaca Niat

Salah satu yang menjadi syarat sahnya mandi wajib yaitu membaca niat. Bacaan niat mandi wajib yang harus Sobat Cahaya Islam baca yaitu:

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbar minal jinabah fardlon lillahi ta’ala.

Bolehkah mandi junub tanpa keramas

2.     Menyiram Seluruh Tubuh

Untuk menjawab kenapa harus keramas setelah berhubungan, maka harus melihat rukun yang harus umat Islam penuhi. Tujuan dari mandi wajib yaitu menghilangkan seluruh najis pada tubuh. Umat Muslim wajib menyiram seluruh anggota tubuh dari ujung kepala hingga kaki menggunakan air.

Ketika kedua rukun tersebut terpenuhi, maka mandi junubnya sah. Keabsahan mandi junub akan mempengaruhi sholat dan ibadah lainnya.

Bolehkan Mandi Junub Tanpa Keramas?

Dari penjelasan rukun mandi wajib, bolehkah mandi junub tanpa keramas? Sebagian muslim bertanya-tanya apakah keramas harus dilakukan atau boleh dihilangkan dari rangkaian mandi junub. Keramas identik dengan mencuci rambut menggunakan shampo.

Ketika keramas, maka seseorang akan merasakan kesegaran pada kulit kepala dan rambut jadi bersih. Mengingat mandi junub memiliki dua rukun, yaitu membaca niat dan menyiram seluruh tubuh, maka hal tersebut jadi landasan. Bisa disimpulkan bahwa mandi wajib identik dengan keramas.

Untuk menjawab bolehkah mandi junub tanpa keramas, Sobat Cahaya Islam bisa melihat isi hadist berikut ini:

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha , ia berkata, apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub (mandi karena keluar mani atau hubungan intim, pen.), ia memulai dengan mencuci kedua telapak tangan, kemudian menuangkan air pada kedua telapak tangan. Lalu beliau mencuci kemaluannya. Selanjutnya, beliau berwudhu.

“Lalu beliau mengambil udara, lalu menyela-nyelai pangkal rambut dengan jari-jarinya. Kemudian beliau menyiramkan air di kepala dengan mencedok tiga kali (dengan kedua telapak tangan penuh, pena.). Lalu beliau menuangkan air pada anggota badan yang lain. Kemudian, dia mencuci kedua telapak kakinya. 2

Dalam aturan-aturan tersebut tidak menyebutkan secara gamblang bolehkah mandi junub tanpa keramas. Hanya saja, seorang Muslim saat mandi wajib harus memenuhi niat dan cara mandi dengan meratakan air ke seluruh tubuh. Ketika seorang muslim mandi dan membasahi rambut tanpa menggunakan shampo, maka tidak menjadi masalah.

Penjelasan tersebut juga akan menjawab apakah harus keramas setelah berhubungan menurut Islam. Bahkan muslimah tidak wajib membuka gulungan rambut ketika melakukan mandi junub. Masih mengacu pada HR Bukhari nomor 248, maka mandi junub tetap sah walaupun tidak menggunakan sampo.

Bolehkah mandi junub tanpa keramas

Pendapat tersebut tidak bersandar pada tidak adanya hadist sebagai landasan mandi junub harus keramas menggunakan shampo. Asalkan memenuhi kedua rukun mandi wajib, maka sah hukumnya. Hanya saja memang keramas di masyarakat identik menggunakan shampo atau cairan pembersih lainnya.

Namun, pastikan Sobat Cahaya Islam menyela-nyela rambut menggunakan jari saat mandi junub. Mengalirkan air ke kepala dilakukan sebanyak tiga kali. Setiap kali mengguyur seluruh tubuh harus umat Muslim mulai dari sebelah kanan, lalu ke kiri.

Hadist yang menjawab bolehkah mandi junub tanpa keramas yaitu HR Bukhari nomor 248. Dari hadis tersebut, seorang muslim boleh tidak keramas saat mandi junub. Namun, bersihkan sela-sela rambut menggunakan jari agar kotoran hilang. Inti dari mandi junub yaitu membaca niat dan mengguyur air dari ujung kepala hingga kaki.


  1. (Surah Al Maidah Ayat 6) ↩︎
  2. [HR. Bukhari nomor 248 dan Muslim, no. 316] ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY