Perburuan Harun Masiku, Inilah Pandangan dalam Islam

0
48
Harun Masiku

Harun Masiku – Baru – baru ini media mengabarkan terkait kasus Harun Masiku. Di awal tahun namanya seakan – akan memudar bahkan tak diingat. Mungkin saja kasusnya yang belum usai tertutupi dengan beragam problem bangsa yang tak kunjung surut. Sebagian para pengamat politik tentu mempertanyakan hal tersebut agar keadilan dapat ditegakkan.

Sobat Cahaya Islam, kasus Harun Masiku yang masih menjadi pertanyaan bukanlah kasus pertama yang tak kunjung usai. Masih banyak sederet kasus yang seakan – akan memang tak dilanjutkan prosesnya. Tentu, dalam pandangan Islam ini merupakan sebuah kondisi yang diharamkan.

Bagaimana Umat Seharusnya Menyikapi Kasus Harun Masiku?

Harun Masiku

Sebagai umat muslim, kasus Harun Masiku tetap harus digulirkan dan diopinikan sehingga akan segera ditangani. Walaupun sebagian umat sudah jengah dengan model kondisi perpolitikan Indonesia yang seakan – akan berjalan sesuai apa yang dipesan.

Di sisi lain, kasus yang belum tertangani bukan berarti sedang dalam proses antrian. Tapi memang sudah dicegah oleh orang yang punya kepentingan. Sehingga, karena asumsi yang berlebihan inilah terkadang umat sudah tidak percaya lagi dengan perpolitikan Indonesia. Bahkan terkesan “membiarkan”.

Di momen pandemi, sebenarnya umat diberikan kesempatan untuk lebih dalam mengamati kinerja pemerintahan. Yang paling sederhana, yakni dengan melihat putusan pemerintah mengenai pandemi.

Ternyata, masih banyak hal yang perlu dibenahi karena ada beberapa program yang dirasa tidak sejalan antar kementerian. Realita semacam inilah yang kadang menjadikan umat enggan untuk berkomentar maupun peduli dengan kasus para kriminalitas berdasi.

Padahal di dalam Islam, berbagai kasus yang menyebabkan negara mengalami kerugian haruslah ditangani secepat mungkin. Dengan demikian, maka umat lain akan merasa merugi bila melakukan hal yang sama sebab hukuman yang diberikan.

Harun Masiku Belum Diadili, Apa Dampaknya Jika Hukum tidak Ditegakkan Secara Adil?

Harun Masiku

Sobat Cahaya Islam, jika sebuah negara tak adil dalam memberikan sanksi maka hal tersebut dapat memantik terjadinya sebuah kehancuran bangsa. Salah satu risiko yang dikhawatirkan yakni lingkungan menjadi semakin keruh. Beberapa dampak negatif lainnya yakni :

1. Masyarakat Kehilangan Kepercayaan

Dalam sebuah hubungan antar masyarakat dan negara, kepercayaan adalah poin yang sangat penting. Sebab, bila masyakarat mempercayai negara artinya tidak ada keraguan pada kebijakan yang sudah diambil.

Tapi bila sebaliknya, maka umat pun akan bersikap acuh dengan segala putusan bahkan tak mencintai pemimpinnya. Apa jadinya bila peraturan tak ada yang menaati? Hanya kesia-siaan belaka bukan? Maka dari itu, dampak kehilangan kepercayaan ini harus segera diatasi.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya yakni :

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?”   Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya  dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1855)

Dampak beruntun dari kehilangan kepercayaan juga menyebabkan masyarakat tak lagi memberikan dukungan bahkan bisa jadi bersifat pragmatis. Bersikap pasrah apa adanya. Fenomena seperti ini, juga dapat dilihat di masa kini terlebih di masa pandemi. Berbagai kebijakan yang terkesan membela orang tertentu, malah banyak diberlakukan.

2. Kriminalitas Semakin Merajalela

Selain kehilangan kepercayaan, dampak lainnya yakni kriminalitas di tengah para politikus semakin merajalela. Sebab mereka belum jera dengan sanksi yang sudah diberikan. Selain itu, mereka juga melihat realita bahwa sang pelaku kriminal yang terdahulu bebas berkeliaran, sehingga hal tersebut menjadi legitimasi bagi mereka untuk mengikuti apa yang dilakukan para pendahulu.

Sobat Cahaya Islam, inilah ulasan mengenai kasus Harun Masiku dalam pandangan Islam. Semoga umat semakin memahami bahwa banyaknya kasus dalam negara bisa jadi disebabkan karena hukum belum sepenuhnya ditegakkan. Padahal, penegakan hukum yang tumpang tindih merupakan awal kehancuran dari bangsa.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY