Penawar HIV/Aids Menurut Agama Islam

0
61
Penawar HIV/Aids

Penawar HIV/Aids – Sejak dulu, kasus penyakit berbahaya HIV/Aids masih menjadi salah satu hal yang membuat bulu kuduk berdiri saat mendengarnya. Sebenarnya, adakah penawar HIV/Aids itu?

Padahal, sebagaimana kita ketahui selama ini. bahwa HIV Aids hingga kini masih belum ditemukan obatnya.

Para pengidap HIV harus minum obat dalam jangka waktu tertentu bahkan jika perlu seumur hidup.

Kemudian ketika ditelusuri, faktor penyebab HIV Aids yang paling mendominasi adalah perilaku seks bebas serta penggunaan narkoba dan jarum suntik secara bergantian.

Tak jarang pula, HIV didiagnosa pada ibu hamil. Parahnya lagi, hal itu memberikan dampak buruk bagi kesehatan janin yang dikandungnya.

Nah, Sobat Cahaya Islam, lalu adakah penawar HIV/Aids menurut agama Islam? Demikian ulasannya.

Penawar HIV/Aids Menurut Agama Islam

Islam memandang HIV Aids bukan semata-mata persoalan medis. Namun lebih dari itu, yakni terkait dengan perilaku seseorang atau komunitas.

Karena dilihat dari sebab-sebab terjadinya, semua adalah buntut panjang dari penyimpangan perilaku yang tidak menaati aturan syariat agama Islam.

Bagaimana cara menawarnya?

1.      Bertaubat

Penawar HIV/Aids

Meskipun obat bagi penderita HIV Aids sangat tidak mungkin. Namun tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT.

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa penyakit tersebut muncul karena seseorang telah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Bisa saja melakukan seks bebas, zina, homoseksusal hingga penggunaan pada narkotika.

Penting bagi kita untuk menyesali dosa-dosa besar itu, lalu memohon ampunan dan taubat dengan penuh kesungguhan.

Dengan demikian, maka Allah bisa jadi menurunkan obat penawar bagi penyakitnya tersebut. Setidaknya jika memang tidak sembuh, kemungkinan Allah akan mengampuni segala kesalahan yang pernah diperbuatnya dulu.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga. (Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 5246)

2.      Menjaga Kebersihan

Salah satu pemicu seseorang bisa terpapar penyakit HIV Aids adalah karena adanya masalah pada kebersihan lingkungan di sekitarnya.

Maka dari itu, kita bisa merawat diri sebaik mungkin dan berusaha menciptakan keadaan sekeliling menjadi lebih kondusif.

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى أَنَّ زَيْدًا حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا

“Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami Habban bin Hilal telah menceritakan kepada kami Aban telah menceritakan kepada kami Yahya bahwa Zaid telah menceritakan kepadanya, bahwa Abu Sallam telah menceritakan kepadanya dari Abu Malik al-Asyari dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Bersuci adalah setengah dari iman, alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanallah dan alhamdulillah keduanya memenuhi, atau memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, kesabaran adalah sinar, dan al-Quran adalah hujjah bagimu atau bumerang bagimu. Setiap manusia berangkat di pagi hari, maka ada yang menjual dirinya sehingga membebaskannya atau membinasakannya.” (HR. Muslim) [No. 223 Syarh Shahih Muslim] Shahih.

Allah SWT sendiri juga sangat mencintai kebersihan karena sebagian daripada iman. Jangan lupa untuk selalu menjaga diri agar tidak menularkan penyakit berbahaya itu pada orang lain.

3.      Memperbanyak Amalan Baik

Dengan mendapatkan ujian berupa HIV Aids, maka sebagai makhluk yang masih membutuhkan Sang Pencipta hendaklah selalu merendahkan diri di hadapanNya.

Perbanyak amalan baik agar Allah SWT merasa iba dan berbelas kasihan. Dengan begitu, kemungkinan besar Dia akan meringankan beban derita atas penyakit yang sedang diidapnya tersebut.

Rasa sakit pun menjadi berkurang, sehingga dia memiliki kesempatan hidup dengan menjalani hari-hari lebih baik dan terasa menyenangkan. Bukankah itu semua bisa terjad jika Allah SWT menghendaki?

4.      Berdoa

Penawar HIV/Aids

Kemudian senantiasa berdoa juga menjadi cara paling mudah dilakukan bagi penderita HIV Aids yang berharap akan kesembuhan. Berdoa pada Allah SWT adalah bentuk mencari pertolongan yang paling praktis dan gratis.

Maka dari itu, Sobat, jangan berhenti berdoa dalam keadaan apa saja. Sesulit apapun yang tengah dihadapi, Allah pasti membantu jika kita beriman kepadaNya.

Demikian di atas merupakan ulasan apa saja penawar HIV/Aids menurut ajaran agama Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY