Pelantikan presiden – Berdasarkan Peraturan KPU nomor 3 tahun 2022, pelantikan presiden terpilih Prabowo Subianto diselenggarakan pada 20 Oktober 2024. Pelantikan tersebut lebih dari sekedar upacara, melainkan juga adanya pembacaan sumpah jabatan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
Kepemimpinan yang amanah merupakan mandat dari peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan ajaran Islam.
Serba-serbi Pelantikan Presiden Prabowo Subianto
Acara pelantikan Prabowo-Gibran akan berlangsung di gedung MPR/DPR pada pukul 10.00 WIB. Sekitar 1.100 tamu undangan akan hadir pada acara pelantikan tersebut. Dari tamu tersebut, setidaknya 20 kepala negara dari negara ASEAN, Korsel, Rusia, Jerman dan Arab Saudi akan hadir.
Untuk mengamankan acara pelantikan presiden, 24.000 personel TNI dan 15.000 Polri telah disiagakan. Selama acara berlangsung kendaraan taktis, pesawat intai hingga jet tempur siap untuk pengamanan.
Pentingnya Melandasi Kepemimpinan dengan Sikap Amanah
Di tengah hiruk pikuk pelantikan presiden Prabowo, isu kepemimpinan yang amanah terus mengemuka. Amanah merupakan prinsip luhur yang menjadi kewajiban dari seorang pemimpin. Amanah tidak hanya harus menjaga kepercayaan, namun juga menyiratkan tanggung jawab pada apa yang telah dipercayakan.
Bukan sekedar nilai-nilai moral, amanah merupakan pilar utama dalam menentukan kualitas iman dan hubungannya dengan Allah dan sesama manusia. Amanah merupakan karakter utama seorang mukmin sebagaimana penjelasan ayat Al Qur’an berikut ini:
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…” 1
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya menunaikan amanah dengan penuh rasa tanggung jawab.
Ciri-ciri Pemimpin dalam Islam
Menunaikan amanat dengan baik merupakan salah satu ciri pemimpin dalam Islam. Ketika tugas belum tuntas, maka harus menyelesaikannya. Hal ini sesuai dengan hadist perintah menunaikan amanat berikut:
“Tunaikanlah amanat kepada orang yang menitipkan amanat padamu.” 2
Kehidupan di dunia memerlukan ketentuan dan aturan agar lebih bersinergi, damai, dan sejahtera. Kepemimpinan dalam ajaran Islam penting, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat. Amanah bukan sekedar norma, melainkan akidah yang melekat di hati seorang muslim. Manifestasi keimanan tentu tercermin dalam setiap tindakannya.
Berikut ini ciri-ciri kepemimpinan yang sesuai dengan ajaran Islam:
1. Memiliki Sifat Baik Rasulullah
Pemimpin dalam Islam harus memiliki sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Sifat tersebut termasuk empat sifat baik Rasulullah SAW.
2. Memiliki Visi yang Jelas
Acara pelantikan presiden tidak terlepas dari tanggung jawab besar presiden kepada seluruh rakyatnya. Dalam Islam, pemimpin harus memiliki visi yang jelas dan nantinya mampu memberi petunjuk dengan benar.


3. Amanah dan Mampu Berlaku Adil
Berlaku adil dan amanah juga menjadi ciri-ciri kepemimpinan dalam Islam. Sesuai perintah Allah SWT, manusia harus menyampaikan amanah kepada yang berhak serta menetapkan hukum dengan adil.
4. Tidak Berlaku Zalim
Selain itu, pemimpin tidak boleh berlaku zalim. Sebab, kepemimpinan tidak terikat dengan keturunan, agama maupun kelompok tertentu. Oleh karena itu, kepemimpinan harus jatuh pada orang yang tepat.
5. Kebijakan yang Benar
Pelantikan presiden yang akan dilaksanakan besok juga mengingatkan Sobat Cahaya Islam bahwa seorang pemimpin harus memiliki kebijakan yang benar. Kebijaksanaan dalam memutuskan perkara harus berlandaskan sikap adil, amanah dan mendahulukan kepentingan umum.
Upacara pelantikan presiden Prabowo yang akan dilaksanakan besok tidak hanya simbol saja. Setelah menjadi presiden harus bisa memimpin dan menjaga amanah rakyat. Selain itu, presiden Indonesia harus meneladani sifat-sifat kepemimpinan Rasulullah SAW.

































