5 Nikmat Terbesar yang Allah Berikan dan Wajib Disyukuri

0
594
Nikmat terbesar yang Allah berikan

Nikmat terbesar yang Allah berikan sangatlah banyak dan tak terhitung jumlahnya di kehidupan umat manusia. Sobat Cahaya Islam wajib mensyukuri nikmat tersebut agar jiwa menjadi tenang dan hidup diliputi keberkahan. Orang yang pandai bersyukur atas nikmat Allah, maka akan mendapatkan rezeki berlipat.

Nikmat Terbesar yang Allah Berikan

Kehidupan semakin hari akan semakin baik, begitu juga dengan amalan ibadah. Memasuki zaman penuh fitnah, terkadang ibadah yang sudah dijalani dengan baik ternyata tidak sesuai dengan ajaran Islam. 

Oleh karena itu, perlu mempelajarinya dengan baik dan bertanya kepada ulama-ulama agar ibadah sesuai dengan tuntunan Islam. Agar hidup semakin berkah, maka harus selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Tanpa disadari, setiap saat kehidupan Sobat selalu berada dalam nikmatNya.

Berikut ini empat nikmat terbesar yang Allah berikan dan patut Sobat syukuri:

1.     Nikmat Iman dan Islam

Nikmat dalam sudut pandang Islam merupakan karunia atau pemberian Allah SWT. Kenikmatan terbesar ini tidak ada bandingannya dengan nikmat lainnya. Nikmat iman juga dapat Sobat maknai sebagai karunia Allah kepada kaum muslim karena membawa keselamatan untuk diri dan orang lain. 

Bersyukur atas nikmat Islam dapat Sobat jalankan dengan mematuhi rukun Islam. Sudah seharusnya Sobat merasa bersyukur atas nikmat beragama Islam yang telah Allah anugerahkan. 

Nikmat terbesar yang Allah berikan

Sedangkan makna dari nikmat iman yaitu karunia atas keyakinan akan Allah, malaikat, kitab, rasul, hingga qada dan qadar. Ayat Al Qur’an yang membahas tentang nikmat iman salah satunya yaitu:

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” 1

Mensyukuri nikmat iman memiliki makna mensyukuri karunia dan berharap bisa konsisten di jalan Allah. 

2.     Nikmat Aman

Nikmat terbesar yang Allah berikan selanjutnya yaitu rasa aman. Allah menyebutkan bahwa ujian yang pertama kali yaitu ujian rasa takut. Sudah menjadi kewajiban Sobat menjaga rasa aman dan berusaha agar suasana selalu kondusif. 

Tentunya umat Muslim bisa menghindari pertumpahan darah, sehingga anak-anak akan menjadi yatim dan para wanita menjadi janda. Untuk mewujudkan nikmat aman perlu kesabaran dan bimbingan para ulama demi menghindari fitnah atau ujian dari Allah sebagaimana hadits berikut:

Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan [1] sehat badannya,[2] aman pada keluarganya, dia [3]memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya2

3.     Tidak Tergantung kepada Manusia

Nikmat terbesar yang Allah berikan lainnya yaitu tidak bergantung kepada manusia. Saat seseorang bergantung kepada orang lain, terjadi kecenderungan menjadi penjilat atau pencari kaki untuk mendapatkan sesuatu. Oleh karena itu, Sobat hanya boleh bergantung kepada Allah SWT. 

4.     Nikmat pada Diri Pribadi

Allah menciptakan manusia lengkap dengan panca indera yang lengkap. Oleh karena itu, Sobat wajib bersyukur atas anggota tubuh dengan cara menggunakannya untuk kebaikan. Jangan sesekali sombong atas rupa atau wajah yang cantik rupawan karena hal tersebut merupakan pemberian Allah.

Gunakan mata untuk melihat hal-hal baik, demikian juga telinga hanya untuk mendengar hal-hal yang bermanfaat. Semua anggota tubuh harus Sobat gunakan untuk menuju ketaatan agar tidak sia-sia. 

5.     Rasulullah SAW

Rasulullah sebagai utusan Allah menjadi nikmat terbesar patut Sobat syukuri. Melalui Rasulullah, Sobat bisa menikmati Islam dan sebagai hamba Allah. Oleh karena itu, rasa syukur kepada Rasulullah bisa dilakukan dengan memperbanyak bersholawat. 

Banyak nikmat terbesar yang Allah berikan kepada umatNya. Kenikmatan tersebut harus menjadi cambuk agar selalu merasa bersyukur dan selalu tunduk kepada akidah Islam.


  1. (QS. Al-Hujurat Ayat 15) ↩︎
  2. (HR. Ibnu Majah, no: 4141, Shahih Al-Jami’ush Shaghir no. 5918) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY