Mengapa Remaja Kini Mudah Terseret Pemikiran Sekular?

0
288
mudah terseret pemikiran sekular

Mudah terseret pemikiran sekular – Ada banyak sekali alasan mengapa remaja kini mudah terseret pemikiran sekular. Sekularisme termasuk salah satu hal yang memisahkan agama dari kehidupan publik dan menempatkannya hanya dalam ranah pribadi.

Saat ini, banyak remaja Muslim yang mulai memandang agama sebagai sesuatu tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada lunturnya identitas keislaman di masa depan.

Mengapa Remaja Kini Mudah Terseret Pemikiran Sekular

Salah satu faktor utama mengapa remaja kini mudah terseret pemikiran sekular adalah pengaruh media digital dan budaya populer. Media sosial, film, musik, serta berbagai konten online kini menjadi konsumsi harian remaja.

Beberapa dari konten tersebut secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai sekuler. Misalnya seperti kebebasan absolut, relativisme moral, dan materialisme.

1. Remaja tidak Dibekali dengan Filter Keimanan dan Pemahaman Agama

Ketika remaja tidak dibekali dengan filter keimanan dan pemahaman agama yang kuat. Tentu, cenderung menerima semua informasi tanpa kritik, termasuk nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” 1

Ayat ini menjelaskan pentingnya memiliki dasar ilmu sebelum mengikuti suatu pandangan atau pemikiran. Remaja yang tidak memahami dasar-dasar agama dan tidak memiliki pengetahuan cukup.

Tentu, akan lebih mudah terbawa arus pemikiran sekuler yang dikemas menarik.

2. Krisis Identitas dan Lemahnya Pendidikan Karakter Berbasis Agama

Faktor selanjutnya adalah krisis identitas dan lemahnya pendidikan karakter berbasis agama. Remaja adalah fase pencarian jati diri.

Dalam proses ini, mereka akan sering mempertanyakan nilai-nilai yang diwariskan oleh keluarga dan masyarakat. Apabila tidak mendapat bimbingan yang benar, maka akan mencari pembenaran di luar nilai agama.

Hal ini terutama dari pemikiran sekuler yang terlihat lebih “bebas” dan “modern”. Namun sayangnya, sistem pendidikan formal sering kali memisahkan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual.

Jadi, remaja tidak terbiasa melihat kehidupan secara utuh dari perspektif Islam.

mudah terseret pemikiran sekular

3. Kurangnya Keteladanan dari Orang Tua

Selain itu, kurangnya keteladanan dari orang tua, guru, dan tokoh masyarakat juga akan memberi andil besar.

Remaja membutuhkan panutan yang bisa menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam relevan dan aplikatif dalam kehidupan modern. Ketika tokoh-tokoh yang seharusnya menjadi teladan, justru akan menampilkan kontradiksi antara ucapan dan perbuatan.

Selain itu, ada kepercayaan remaja terhadap agama yang luntur, dan beralih mencari panutan di luar Islam.

Allah SWT berfirman:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” 2

Ayat ini menunjukkan pentingnya adanya komunitas yang membimbing remaja untuk tetap berada di jalan kebenaran. Ketika dakwah dan pembinaan remaja dilakukan secara masif dan menyentuh hati, maka akan lebih tangguh menghadapi gempuran pemikiran sekuler.

Sebagai kesimpulan, mengapa remaja kini mudah terseret pemikiran sekular? Hal ini karena hasil dari kombinasi pengaruh media, lemahnya pendidikan agama, krisis identitas, dan kurangnya keteladanan.


  1. (QS. Al-Isra: 36) ↩︎
  2. (QS. Ali Imran: 104) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY