Mengenal Pertanda Bahwa Anda Telah Menjadi Budak Dunia (Bagian 9)

0
307

Mukmin yang sebenarnya adalah dia yang mampu menyadari bahwa hal-hal yang terjadi di dunia ini, tidak peduli yang merupakan hal buruk atau hal baik yang menimpa kepadanya merupakan ketetapan dari Allah. Hidup bukanlah hal yang mudah, yang perlu kita lakukan adalah bersabar dan bersyukur. Namun, kita harus percaya bahwa sebesar apapun hal buruk yang terjadi di dunia ini pasti ada akhirnya. Sama halnya dengan kebaikan sebesar apapun di dunia memiliki akhir pula. Tiada yang abadi disini.

Berlainan dengan dunia. Akhirat kelak adalah tempat yang memiliki definisi “kekal abadi”. Akhirat adalah tempat yang bertolak belakang dengan dunia tempat kita tinggal sekarang. Hal buruk yang terjadi kepada kita di akhirat nanti tidak memiliki batas, begitu juga hal baik. Segala hal-hal tersebut kekal abadi selama-lamanya.

Sebagai orang mukmin yang menyadari tentang hal itu, kita sudah seyogyanya bisa menganggap dunia ini sebagai tempat sementara. Dan ketika kita masih hidup di dunia yang sementara ini, kita mencoba dengan keras berusaha untuk menimbun kebaikan dan pahala sebagai bekal kelak agar dimasukkan oleh Allah kedalam surga-Nya.

Nah, kali ini kami akan melanjutkan sebuah ulasan lanjutan dari artikel seri kami yang membahas tentang pertanda seseorang telah menjadi budak dunia. Mari kita ulas bersama-sama dan jadikah hal tersebut sebagai hal yang akan mengubah kita agar menjadi pribadi yang lebih mengedepankan akhirat diatas dunia ini.

Anda tak memiliki teman-teman yang mengingatkan anda pada akhirat

Ada kata para orang bijak, bila engkau ingin mengetahui tabiat seseorang, maka anda bisa melihat 5 orang terdekatnya. Pergaulan ternyata memegang indikasi besar seseorang telah menjadi budak dunia atau tidak. Seperti sabda Rasulullah dalam hadits yang menggambarkan bahwa pergaulan ibarat seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Mereka yang bergaul dengan penjual minyak wangi akan secara otomatis “terjangkit” wangi. Sedangkan mereka yang bergaul dengan pandai besi akan “terjangkit” pula kobaran api.

Anda akan marah besar ketika seseorang memberikan nasihat baik tentang perilaku anda yang buruk

Pertanda yang kedua masih erat hubungannya dengan poin diatas. Bisa jadi anda tidak memiliki teman baik yang bisa senantiasa mengingatkan anda pada akhirat dikarenakan anda memang tidak mau menerima peringatan mereka. Anda mudah dan cepat marah ketika teman-teman anda memperingatkan dan menasihati anda kearah kebaikan atau berniat menegur akan perilaku anda yang menyimpang dari ajaran islam. Dalam Firman Allah yang tertera di Surat Al Baqarah 206. Dijelaskan adalah merekalah orang-orang yang dikatakan untuk bertaqwa kepada Allah lalu kesombongan menguasai diri mereka (tidak mau/ marah ketika dinasihati). Merekalah yang akan memenuhi neraka jahanam.

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

Orang yang sudah menjadi budak dari dunia akan beranggapan bahwa hidupnya adalah terserah dia, dan tidak ada orang boleh mengusiknya. Marah ketika menerima nasihat baik itu juga termasuk dalam tanda-tanda bahwa hati seseorang telah mati. Seharusnya bila memang kita adalah orang beriman yang tahu betul bahwa agama adalah nasihat seperti kata Rasulullah. Hendaknya kita bisa menerima apapun itu nasihat baik kepada kita. Kita harus dengan lapang dada mendengarkan nasihat tersebut, walaupun pada kenyataannya menyakitkan, lalu kemudian menggunakannya sebagai bahan refleksi diri.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!