Mang Oded Meninggal – Beberapa hari ini, berita Mang Oded meninggal menjadi sorotn netizen. Sebab, beliau meninggal dalam keadaan saat akan sedang berkhutbah di hari raya umat Islam, hari Jum’at.
Masya Allah bukan? Waktu meninggal seperti beliau lah yang banyak dicita – citakan oleh umat. Sungguh tak terbayangkan apa saja yang beliau lakukan semasa hidup sampai mendapatkan akhir kehidupan yang indah dan sangat berkesan bagi umat.
Sobat Cahaya Islam, berita Mang Oded meninggal tentu sangat membuat terpukul keluarga dan orang sekitar. Pasalnya, setiap kematian memang menyakitkan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Bagaimana Umat Merespon Berita Mang Oded Meninggal?
Sobat Cahaya Islam, berita Mang Oded Meninggal sekali lagi menjadi pengingat bahwa kematian tak membutuhkan perijinan dari si pemilik raga atau manusia itu sendiri. Sehingga, umat tak akan pernah bisa menjamin kehidupannya akan berjalan selamanya.


Akhir dari kehidupan pun tak dapat menjadi tolok ukur baik buruknya seseorang. Ada sebagian yang Allah kehendaki cabut nyawanya dalam keadaan terlihat baik dan ada pula dalam keadaan tragis. Namun, tragis dan baiknya sebuah kematian bukan menjadi batasan untuk memberikan jugdment.
Umpanya umat mengalami kecelakaan tragis sehingga menewaskan ia seketika di tempat. Apakah kondisi yang demikian malah menunjukkan bahwa si manusia tersebut adalah orang yang buruk dan jahat? Tentu tidak.
Hal ini perlu umat pahami dalam diri agar tak melulu melakukan judgment “dia orang baik” atau “dia orang jahat, pantas meninggalnya begitu” hanya lantaran kondisi jasadnya tidak sesuai ekspektasi mayoritas manusia.
Selain menjadikan kematian sebagai pengingat diri, umat juga perlu senantiasa mengazamkan untuk senantiasa melakukan kebaikan dalam setiap kehidupan. Sebersalah apapun umat terhadap Sobat Cahaya Islam, tetap saja umat harus membalasnya dengan penuh kebaikan.
Tips Menyiapkan Bekal Kematian yang Membahagiakan
Sobat Cahaya Islam, kematian adalah hal mutlak tak terbantahkan bagi umat muslim. Mau tak mau, umat harus bersiap dengan kondisi tersebut. Dari sekian takdir yang Allah Ta’a berikan, kematianlah yang kadang dapat menggoyahkan keimanan seseorang.
Untuk menjadikan kematian dengan kondisi yang membahagiakan memang bukanlah suatu hal yang bisa diatur secara detail mengenai tempat, tanggal dan dengan siapa. Hanya saja, umat dapat berusaha untuk menjemput kematian yang bahagia. Beberapa usaha diantaranya yakni :
1. Senantiasa Beramal Sholeh
Salah satu hal yang dapat umat lakukan secara kontinyu yakni dengan sering melakukan amal sholeh. Melakukan aktivitas kebaikan adalah hal yang sulit umat lakukan bahkan untuk menjadi kebiasaan.
Sebab, gangguan dan hambatan di era sekarang terlampau banyak. Namun, umat harus tetap berusaha. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ar Ra’ad ayat 13 yakni :
وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ
Artinya : Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya.
2. Mengkaji Ilmu Islam
Selain itu, mengkaji ilmu Islam adalah hal yang dapat umat lakukan agar selalu bisa dekat dengan Allah dan segala peraturan dalam Islam. Semakin sering umat melibatkan Allah SWT dalam aktivitasnya, semakin sering pula umat melakukan kehati – hatian dalam berbuat (wara’).


Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Mang Oded meninggal dan beberapa tips yang dapat umat lakukan untuk menjemput kematian yang membahagiakan. Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi bacaan bagi umat. Aamiin Yarobbal ‘alamiin.
































