9 Larangan di Thailand, Salah Satunya Bersiul di Malam Hari

0
1185
Larangan di Thailand

Larangan di Thailand – Sudah bukan lagi menjadi rahasia, di mana negara Thailand mempunyai pesona akan keindahan wisata dan kebudayaan yang sangat khas. Namun, ada beberapa larangan di Thailand yang masih banyak orang belum mengetahui.

Sobat Cahaya Islam, tahukah? Negara yang dijuluki negeri gajah ini terkenal menyimpan beragam budaya yang masih terjaga dengan baik oleh masyarakatnya.

Maka tidak heran, kesakralan budaya yang ada di negara tersebut masih berlaku sampai pada saat ini. Sebab, mereka tetap menjunjung tinggi nilai adat istiadat keagamaannya.

Hampir tidak jauh berbeda dengan negara lain di dunia, Thailand juga memegang nilai-nilai yang dapat kita katakan cukup sakral.

Di mana sampai detik ini masyarakatnya masih menganut dengan tertib. Tak hanya itu, wisatawan juga wajib mematuhinya apabila berkunjung ke negara tersebut.

9 Larangan di Thailand, Salah Satunya Bersiul di Malam Hari

Sobat, sebelum memutuskan untuk berkunjung ke Thailand maka perlu sekali mengetahui hal-hal yang tidak boleh kita lakukan selama di sana. Apa saja? Mari kita simak berikut ini!

1.   Tidak Boleh Berjabat Tangan

Di Thailand, untuk menyapa orang yang kalian temui di negara tersebut cukup dengan sapa salam khas negara Thailand.

Karena, ada larangan berjabat tangan, merangkul, memeluk dan serupanya.

Nah, untuk gantinya maka bisa menggunakan salam khas Thailand yang biasa mereka sebut “Wai”. Melakukan Wai cukupi dengan menangkupkan kedua tangan bersama-sama, atau bisa mengangkatnya ke atas sedikit sambil menundukkan kepala.

2.   Tidak Boleh Mengenakan Pakaian Terbuka

Selanjutnya, apabila Sobat ingin berkunjung ke tempat yang masyarakat di Thailand sucikan; kuil, patung Budha, Dan sebagainya.

Maka tidak boleh memakai pakaian yang terbuka. Tentu, hal ini sama saja dengan hukum dalam Islam; yakni, wajib menutup aurat saat memilih pakaian. Terutama bagi kaum perempuan.

Dalil Kewajiban Menutup Aurat

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab:59;

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Tidak hanya itu, perintah menutup aurat bagi perempuan muslim juga dijelaskan melalui Al-Qur’an surat An Nur ayat 31:

وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِ ۖوَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ – ٣١

Artinya: “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

3.   Tidak Boleh Menyentuh Bagian Kepala

Di Thailand, Sobat  juga tidak boleh menyentuh bagian kepala orang lain dengan seenaknya. Sebab, kepala merupakan bagian tubuh yang sakral di negara tersebut.

4.   Tidak Boleh Menyentuh Biksu

Kemudian, kita juga tidak boleh sampai berani menyentuh para biksu saat berada di negara tersebut. Alasannya, para biksu sangatlah mereka hormati sehingga memuliakannya adalah prioritas.

5.   Tidak Boleh Sembarangan Berfoto

Ketika berada di Thailand, maka hindari berfoto dengan patung Budha dan para biksu dengan posisi tubuh yang lebih tinggi. Jika memang ingin, maka sedikit merendah bentuk penghormatan di sana.

Larangan di Thailand

6.   Tidak Boleh Membicarakan Sejarah Kerajaan

Selain itu, selama di Thailand kita juga tidak boleh membicarakan atau berkomentar mengenai kerajaan serta pemerintahan yang ada di sana.

7.   Tidak Boleh Membawa Pulang Souvenir Patung Budha

Untuk para turis, tidak boleh membawa souvenir patung Budha keluar untuk mereka bawa keluar negara Thailand. Jadi, ketika ingin beli oleh-oleh, alangkah baiknya untuk memilih barang yang lain.

8.   Tidak Boleh Menunggangi Gajah

Di sana, kita pun tidak boleh menaiki binatang gajah. Sebab, gajah merupakan salah satu hewan yang pemerintah Thailand lindungi sepanjang masa.

Larangan di Thailand

9.   Tidak Boleh Bersiul di Malam Hari

Satu lagi yang unik, kita tidak boleh bersiul saat malam hari karena masyarakat menganut kepercayaan bahwa hal tersebut dapat mengundang makhluk halus.

Wah, aturan yang warga negara di sana terapkan masih cukup kental. Tentu dengan tradisi adat istiadat keagamaan mereka yang tetap terjaga. Maka dari itu, jika berkesempatan berkunjung ke sana, jangan lupa apa saja larangan di Thailand ya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY