Larangan Berbuat Dzalim: Tidak Boleh Merusak Sesama

0
170
Larangan Berbuat Dzalim

Larangan Berbuat Dzalim – Dalam kehidupan ini, kita pasti sudah sering melihat berbagai bentuk kedzaliman. Tak hanya dzalim pada diri sendiri, kedzaliman terhadap orang lain juga sangat sering terjadi. Padahal, Islam dengan tegas melarang kedzaliman, baik itu berkaitan dengan diri seseorang, harta, hak asasi, maupun kehormatan.

Larangan Berbuat Dzalim, Baik Sengaja Maupun Tidak

Dalam Islam, setiap manusia haram berbuat dzalim, baik sengaja maupun tidak. Berbuat dzalim artinya menimbulkan mudharat. Dalam hal ini, kita sebagai umat muslim harus ingat apa yang pernah Rasulullah sampaikan:

 لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh memberikan mudharat tanpa sengaja maupun dengan sengaja.” (1)

Jadi, menimbulkan mudharat atau berbuat dzalim tetap berdosa meskipun tidak sengaja. Di sini, memberikan mudharat bisa pada badan, hewan ternak, keluarga, dan lain sebagainya. Maka, kita sebagai umat Islam wajib menghilangkan kedzaliman, lebih-lebih yang disengaja.

Tidak Boleh Merusak Diri Sendiri dan Sesama

Pada intinya, hadits di atas berisi larangan perbuatan dharar dan dhirar. Sebagian ulama berpendapat bahwa kedua istilah tersebut bermakna sama, yakni berbuat dzalim. Namun, Sebagian ulama lain membedakan makna dari kedua istilah itu.

Dharar berarti memberi bahaya tanpa sengaja atau menimbulkan mudharat pada diri sendiri. Sementara itu, dhirar artinya memberi bahaya dengan sengaja atau menimbulkan mudharat pada orang lain. Jadi, kalau dharar saja haram, apalagi dhirar.

Konteks larangan dharar dan dhirar ini bisa dalam berbagai macam bab. Misalnya dalam bab nikah, seorang suami tidak boleh menimbulkan mudharat terhadap istrinya. Atau dalam bab wasiat, seorang muslim tidak boleh melakukan sesuatu yang memudharatkan ahli waris.

Contoh Mudharat dengan dan Tanpa Sengaja

Terkadang, seseorang merugikan orang lain tanpa sengaja. Misalnya, seseorang punya tetangga dan punya pohon yang ia sirami setiap hari. Tapi, ia tidak tahu kalau airnya juga masuk ke halaman rumah tetangganya. Tentu saja, ia tetap harus minta maaf kepada tetangganya tersebut meski tidak sengaja. Pasalnya, hal itu mengganggu dan merugikan orang lain.

Sayangnya, ada Sebagian orang yang justru dengan sengaja berbuat dzalim kepada orang lain. Misalnya, seseorang punya masalah dengan tetangganya. Lalu, ia dengan sengaja mengganggu tetangganya dengan membunyikan mesin tractor di malam hari agar tetangganya tersebut terganggu.

Kesimpulannya, setiap perbuatan yang merugikan adalah haram, baik merugikan diri sendiri maupun orang lain, baik sengaja maupun tidak sengaja. Mudah-mudahan, sobat Cahaya Islam bisa senantiasa menjauhi perbuatan yang dapat menimbulkan mudharat atau merugikan atau merusak sesama manusia.


Referensi:

(1) Arbain Nawawi Hadits 32

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY