Krisis Bahan Bakar di Gaza Ancam Operasional Stasiun Oksigen

0
828
krisis bahan bakar

Krisis Bahan Bakar – Situasi di Gaza saat ini semakin kritis, hal ini terbukti dengan adanya krisis bahan bakar. Dimana Israel mengancam operasional rumah sakit dan pelayanan kesehatan vital lainnya.

Otoritas kesehatan setempat telah mengatakan pusat kesehatan, rumah sakit, serta satu-satunya stasiun oksigen di Jalur Gaza. Hal ini yang menyebabkan Palestina terancam menghentikan operasionalnya akibat kekurangan bahan bakar.

Krisis Bahan Bakar di Gaza Ancam Operasional

Krisis bahan bakar ini terjadi di tengah agresi Israel yang terus berlanjut, di mana mengakibatkan penutupan seluruh penyeberangan perbatasan Gaza. Penghentian operasi rumah sakit dan pusat kesehatan sebenarnya bisa mengakibatkan risiko kematian bagi puluhan pasien yang terluka.

1. Kurangnya Bahan Bakar Diesel

krisis bahan bakar

Kondisi tersebut diperburuk oleh kurangnya bahan bakar diesel yang sangat diperlukan. Tujuannya untuk bisa mengoperasikan generator di stasiun oksigen serta ruang penyimpanan obat-obatan. Apabila operasi dihentikan, puluhan nyawa pasien yang sakit dan terluka akan berada dalam risiko besar.

Agresi Israel ini akan terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur Gaza. Hal ini termasuk fasilitas kesehatan. Serangan darat, udara, serta laut yang telah dilaporkan di sebagian besar Jalur Gaza.

Bahkan, menyebabkan lebih banyak korban sipil, pengungsian massal, kehancuran rumah, bahkan infrastruktur sipil lainnya.

2. Operasi Militer Israel di Gaza

Kantor PBB turut melakukan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) atau Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di mana Sobat Cahaya Islami mengungkapkan operasi militer Israel di Gaza yang mempersulit kemampuan mereka. Tujuannya tentu untuk bisa mendistribusikan bantuan di sebagian besar Gaza.

Pada Senin (10/6/2024), telah meningkat pula permusuhan dan operasi militer di Rafah yang memaksa sekitar satu juta orang mengungsi. Selain itu, juga akan memperdalam krisis kemanusiaan dan mengganggu stabilitas aliran bantuan kemanusiaan.

Semetara itu, sudah ada 1.000 truk bantuan yang masih tertahan di perlintasan Kerem Shalom, tepatnya sisi Gaza.

3. 197 truk Bantuan Dipindahkan ke Gaza

krisis bahan bakar

Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT) Kementerian Pertahanan Israel juga telah melaporkan bahwa 197 truk bantuan dipindahkan ke Gaza. Truk-truk ini nantinya akan dikirim melalui pelabuhan Ashdod, Mesir, serta Israel.

Namun, ribuan truk lainnya juga akan membawa bantuan vital masih tertahan di perlintasan Kerem Shalom, sisi Gaza.  Sebagai informasi, laporan yang berasal dari Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) juga mengatakan bahwa jumlah korban tewas Palestina telah mencapai lebih dari 37 ribu jiwa.

4. Lainnya Mengalami Luka

Sementara itu, 89 ribu lainnya telah mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berlangsung. Israel juga dilaporkan telah berhasil membunuh sedikitnya 37.616 warga Palestina.

Dari jumlah tersebut, tentu sudah ada 37.084 korban jiwa berada di Jalur Gaza. Sementara itu, ada 532 korban jiwa tercatat di Tepi Barat.

Bahkan, korban anak-anak juga mencapai angka yang mengerikan, yaitu 15.162 jiwa. Sedangkan, 10.018 wanita tewas dalam serangan Israel. Selain krisis bahan bakar, ada 7.000 warga Palestina yang telah dilaporkan hilang.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY