Kemdikbud Semarakkan Bulan Bahasa, Relasi Bahasa dan Agama

0
24

Kemdikbud – Sebagai salah satu lembaga negara ikut menyemarakkan “Bulan Bahasa dan Sastra” yang tentu mahasiswa bahasa dan  sastra telah hafal, ya bulan Oktober tepatnya. Beberapa event maupun lomba berbau bahasa dan sastra digelar, dari mulai menulis, mengulas, ataupun dalam bentuk pertunjukan.

Peringatan “Bulan Bahasa  dan Sastra” di tahun 2020 ini bertemakan “Berbahasa untuk Indonesia Sehat”. Tema ini sesuai yang diungkapkan Badan Bahasa Kemdikbud RI pada tanggal 1 Oktober lalu, dengan mengingat kondisi Indonesia yang dilanda pandemi virus Corona.

Bahasa adalah sebuah elemen yang selalu melingkupi kehidupan sehari-hari, bahasa ibarat pengantar maksud dan tujuan dari seorang penutur kepada penerima. Perlu diingat bahasa bukan hanya berbentuk tulisan, bisa bahasa lisan maupun isyarat.

Sobat Cahaya Islam, mengetahui bahasa selalu hadir dalam kehidupan, tentu bahasa memiliki relasi atau hubungan yang kuat dengan agama sebagai pedoman hidup manusia.

Bulan Bahasa Disemarakkan Kemdikbud, Ini Relasi atau Hubungan Bahasa dengan Agama

Agama Islam adalah agama terpilih sebagai pedoman seluruh umat manusia. Sebuah ajaran atau bidan yang bersangkutan dengan manusia atau makhluk pasti bersinggungan dengan namanya bahasa. Agama Islam sendiri, sangat fenomenal dikenal berbahasa Arab, kenapa demikian?

Sebab, ajaran agama Islam turun awal mulanya di daerah Arab, namun tidak bisa dipatenkan setiap bahasa Arab ada kaitannya dengan agama Islam. Berikut relasi bahasa dengan agama Islam.

  1. Al-Qur’an Turun dengan Bahasa

Al-Qur’an turun lewat malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, dengan bahasa Arab. Hal ini jelas terlihat dari salah satu ayat Al-Qur’an surah Yusuf ayat 2.

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (yusuf:2)

Oleh karena itu, umat Islam patut mempelajari bahasa khususnya bahasa Arab untuk mempelajari Al-Qur’an dari mulai makharijul huruf (cara keluarnya bunyi) dalam ilmu bahasa disebut fonologi.

Tidak sampai di situ saja, untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar agar setiap huruf bernilai sepuluh kebaikan, perlu mempelajari tajwid. Kalau sudah di tingkat tinggi, ada namanya qiraat. Qiraat Al-Qur’an ada banyak yang terkenal ada tujuh, setiap qiraat memiliki pedoman cara membaca ayat Al-Qur’an. Luaskan? Itu baru bahasa dengan Al-Qur’an.

  1. Penyebar Ajaran Islam

Prinsip agama Islam adalah mempermudah dan tidak mempersulit. Sehingga, ketika seorang da’i atau pendakwah menyebarkan agama Islam, memiliki trik tersendiri, di antaranya dengan mempelajari bahasa daerah setempat untuk berbaur dengan masyarakat dalam berdakwah.

  1. Adanya Terjemahan Kitab

Indonesia awalnya bukanlah negara dengan penduduk Islam, melainkan dulunya menganut berbagai kepercayaan seperti animisme, dinamisme, dan lainnya. Ketika Islam masuk Indonesia otomatis banyak ulama yang berupaya mempengaruhi masyarakat untuk masuk Islam.

Seiring perkembangan zaman, banyak lahir ulama yang menerjemahkan Al-Qur’an setidaknya untuk dipelajari, meskipun secara mutlak bahasa Al-Qur’an hanya Allah SWT yang tahu persis kebenarannya. Kemudian, banyak pula kitab-kitab terjemahan.

Bahkan, di tanah Jawa penerjemahan kitab juga terjadi, dengan bahasa Jawa tetapi menggunakan huruf Arab pegon. Alhasil banyak orang Jawa yang mengerti agama dengan tetap melestarikan bahasa sendiri, bahasa Jawa.

Relasi antara bahasa dan agama Islam sangat kuat bukan? Itu hanya tiga dari sekian banyak relasi bahasa dan agama. Sebagai umat Islam untuk menyemarakkan Bulan Bahasa seperti yang dilakukan Kemdikbud, mari kita pelajari bahasa sebagai jalan mengerti agama! Salam Bahasa!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!