Keluarga Pasien Covid Ngamuk, Kaum Muslimin Perlu Perhatikan Ini Saat Emosi!

0
929
Keluarga Pasien Covid Ngamuk 2

Keluarga pasien covid –  Beberapa waktu lalu diketahui adanya keributan yang terjadi di salah satu rumah sakit Ambarawa. Keributan yang terjadi antara perawat dan juga keluarga pasien ini menyebabkan tangan kedua perawat luka-luka. Hal ini karena terkena gunting yang digenggam oleh pelaku. Kejadian ini bermula dari seorang pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut mengalami kondisi yang menurun hingga dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga Pasien Covid Ngamuk 2

Keluarga pasien yang meninggal dunia ini sempat meminta foto dan ingin mengetahui kondisi jenazah. Namun hal ini ditolak oleh security rumah sakit. Pelaku yang merasa tidak terima kemudian berdebat dan mengambil guntIng di ruangan rumah sakit. Perawat yang mencoba mengambil gunting dari pelaku justru mengalami luka-luka karena gunting tersebut patah. Lalu bagaimana pandangan dalam islam mengenai hal ini?

Keluarga Pasien Covid Ngamuk, Yuk Perhatikan Beberapa Hal Ini Saat Emosi Bagi Kaum Muslimin

Keluarga Pasien Covid Ngamuk 2

Keluarga pasien covid mengamuk di rumah sakit Dr. Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa. Akibat hal ini, dua perawat mengalami luka-luka setelah terkena gunting yang digenggam oleh pelaku. Tindakan semacam ini tentu saja tidak dibenarkan. Jika dikaji dalam pandangan islam pun, ini jelas saja menyimpang dari ajaran islam. Apalagi islam mengajarkan kaum muslimin untuk bisa menahan emosi atau amarah untuk kebaikan.

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dalam ayat ini telah dijelaskan bahwasanya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Salah satunya dengan menahan amarahnya. Itulah kenapa, emosi yang berlebihan tentu saja tidak mencerminkan sikap seorang muslim. Amarah atau emosi justru banyak mendatangkan kerugian dan kesusahan bagi diri sendiri lho sobat CahayaIslam. Maka dari itu, kaum muslimin perlu memperhatikan beberapa hal ini saat emosi.

Sikap dan Perkataan

Salah satu yang harus diperhatikan saat merasa marah atau emosi tentu saja adalah sikap dan juga lisan atau perkataan. Emosi biasanya membuat seseorang tidak dapat mengontrol sikap dan juga perkataannya. Sehingga inilah yang menyebabkan kaum muslimin justru merugi. Banyak kasus yang bisa menjadi contoh, dimana emosi dan amarah justru menjerumuskan kepada perbuatan maksiat, zalim ataupun dosa. Naudzubillah.

Akibat Yang Ditimbulkan

Sobat CahayaIslam, saat emosi alangkah lebih baiknya kita memperhatikan segala resiko atau akibat yang bisa ditimbulkan. Sehingga ini bisa membantu kita untuk mengontrol diri agar tidak berbuat zalim. Selain itu, memikirkan apa akibat dari melampiaskan emosi itu sendiri dapat membantu diri kita untuk lebih sabar dan juga menahan diri untuk berlebihan saat emosi.

Keluarga pasien covid – yang mengamuk di rumah sakit Ambarawa bukanlah contoh sikap yang terpuji. Namun kita dapat belajar bahwa emosi atau amarah ternyata hanya mendatangkan kerugian. Maka dari itu sobat CahayaIslam, seperti yang diajarkan oleh agama islam bahwasanya kaum muslimin harus menahan diri dari marah. Dengan begitu, Allah akan melimpahkan cinta dan bahkan surgaNya.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Ali ‘Imran Ayat 134

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY