Kedudukan Anak dalam Islam – Sebagai orang tua sudah sepatutnya untuk mengetahui bagaimana kedudukan anak dalam Islam.
Anak merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT untuk diletakkan pada pundak orang tuanya.
Selain itu, kehadiran anak di tengah-tengah sebuah keluarga adalah bagian dari anugerah yang harus disyukuri dan juga dijaga sebaik mungkin.
Namun, anak juga bisa menjadi sosok ujian dan bisa saja menimbulkan fitnah sehingga tak jarang anak dan orang tua bermusuhan.
Mendidik anak pun harus sesuai dengan ajaran agama, hal ini bertujuan agar anak bisa terbentuk menjadi pribadi yang baik, hormat pada orang tua dan taat akan agamanya.
Karena beberapa faktor yang menyebabkan anak menjadi tidak baik dan tersesat dalam menjalani hidup yang salah adalah kurangnya pendidikan utama dari kedua orang tua.
Mengingat sebagai figur pertama yang pastinya dicontoh dan dijadikan panutan.
Maka semestinya seorang ayah dan ibu haruslah senantiasa menjaga sikap dan meminimalisir kesalahan yang bisa memberi dampak buruk bagi anak.
Kedudukan Anak di dalam Agama Islam
Lantas bagaimana kedudukan anak dalam agama Islam ini? Simak penjelasannya berikut ini.
Amanah dari Allah Ta’ala
Yang pertama, anak adalah sebuah amanah yang dititipkan oleh Allah kepada orang tua di mana mereka dianggap mampu untuk mengembannya.
Maka sudah menjadi kewajiban dalam memberinya yang terbaik sebisa mungkin agar segala kebutuhannya terpenuhi.


Anak juga harus mendapatkan pengawasan ketat sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi hamba Allah SWT yang taat.
Amanah ini kelak juga akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT.
Maka dari itu Sobat Cahaya Islam, sudahkah Sobat menunaikan kewajiban serta tanggung jawab tersebut dengan benar?
Sebagaimana firman-Nya dalam QS. asy-Syura ayat 49-50 sebagai berikut:
لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗيَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ اِنَاثًا وَّيَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ الذُّكُوْرَ ۙ – ٤٩ اَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَّاِنَاثًا ۚوَيَجْعَلُ مَنْ يَّشَاۤءُ عَقِيْمًا ۗاِنَّهٗ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌ – ٥٠
Artinya: “Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” (QS. asy-Syura: 49-50)
Penerus Garis Keturunan
Hal ini adalah bukti nyata dan tidak bisa dibantah, di mana anak merupakan keturunan dari orang tuanya.
Yang nantinya akan meneruskan serta melestarikan garis keturunan dari keduanya.
Hal yang menjadi pokok dasar itu semua adalah pendidikan agama serta ilmu pengetahuan umum yang cukup sehingga anak cucunya bisa mengikuti jejak kebaikan tersebut.
Sumber Pahala bagi Orang Tua
Anak yang shaleh atau pun shalehah biasanya sikap juga perilakunya mencerminkan tentang keimanan serta keislaman.
Di mana ia akan selalu mematuhi hukum-hukum dalam agama.
Serta selalu menjalankan kebajikan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan diperintahkan oleh Allah SWT.


Anak yang seperti itu akan menjadi orang yang memberikan manfaat untuk orang banyak yang ada di sekitarnya.
Bahkan keshalehannya dapat menjad sumber terkabulnya doa orang tua dan menambah pahala bagi keduanya.
Memiliki Takdir Sendiri
Meskipun anak adalah titipan dari Allah pada orang tuanya, namun harus diingat juga bahwa anak memiliki takdirnya sendiri.
Ia tidak boleh dipaksa melakukan sesuatu oleh individu atau orang tua kandungnya sendiri.
Karena setiap manusia yang lahir di dunia akan dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan yang dilakukannya sendiri.
Demikian di atas adalah ulasan mengenai kedudukan anak dalam Islam yang wajib diketahui oleh seluruh orang tua Muslim.
































