Jacob Blake Ditembak Polisi AS, Ketahui Pandangan Islam pada Masalah Rasialisme

0
39

Jacob Blake – Insiden penembakan warga berkulit hitam kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini seorang pria Afro-Amerika bernama Jacob Blake yang menjadi korban. Korban ditembak 7 kali di bagian punggung pada saat hendak masuk ke dalam mobil, dan disaksikan langsung oleh ketiga anaknya.

Sesaat setelah kejadian, Jacob Blake langsung dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan serius. Pada Senin lalu, pihak keluarga mengabarkan kepada media lokal bahwa keadaan Blake telah membaik usai melakukan operasi.

 

Buntut dari insiden ini adalah demonstrasi warga yang menuntut keadilan bagi bangsa kulit hitam, pasalnya kejadian ini bukanlah menjadi kali pertama. Ratusan demonstran terlihat memadati sejumlah wilayah AS untuk menentang insiden penembakan Jacob Blake.

Pandangan Islam Terkait Kasus Rasialisme Jacob Blake

Isu sosial terkait perbedaan warna kulit seakan tiada pernah menemukan titik terang sejauh ini, selalu ada pihak yang dirugikan dan pelaku penindasan tak pernah diadili dengan hukuman yang setimpal. Seolah hukum selalu berpihak kepada bangsa kulit putih.

Ternyata persoalan rasialisme ini juga menjadi permasalahan bagi umat Islam, pengelompokan ini tak hanya berlaku antara bangsa kulit putih dan bangsa kulit hitam. Sejatinya Islam adalah agama yang memandang manusia dengan kedudukan yang sama, tak peduli latar belakang usia, ras maupun suku bangsa.

Pada hakekatnya, Allah memanglah menciptakan manusia dengan keberagaman, dan tentunya atribut keberagaman ini bukan sebagai tolak ukur kemuliaan seorang umat manusia.

Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang-orang yang paling taqwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Sungguh, sebaik-baiknya manusia di sisi Allah adalah manusia yang paling taqwa. Dengan ini jelas sudah bahwasanya tak pernah ada ajaran Islam untuk mengkotak-kotakkan manusia atas dasar perbedaan.

Solusi Islam Mengatasi Kasus Rasialisme Jacob Blake

Sobat Cahaya Islam, isu sosial terkait perbedaan warna kulit memang rentan menyulut pertikaian. Islam memandang kemuliaan setiap insan manusia berdasarkan ketaqwaan, bukan dari latar belakang ras maupun suku bangsa. Rasulullah memperjelas hal ini melalui sabdanya,

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tuhan kalian adalah satu dan bapak kalian juga satu (yaitu Adam). Ketahuilah, tidak ada kemuliaan orang-orang Arab atas orang Ajam (non Arab) dan tidak pula sebaliknya. Begitu pula orang-orang berkulit merah (tidaklah lebih mulia) atas yang berkulit hitam, dan tidak pula yang berkulit hitam lebih mulia atas mereka yang berkulit merah, kecuali dengan taqwa.” (HR Ahmad, 5/411)

Islam agama mulia yang meletakkan keberagam bahasa serta warna kulit sebagai fitrah alami setiap manusia. Atribut keberagaman yang ada sekaligus sebagai bukti bahwasanya hanya Allah yang memiliki kekuasaan penuh atas segala sesuatu di muka bumi.

Lantas, bagaimana Islam akan memberangus habis praktek rasialisme yang telah berlangsung selama ini? Maka jawabannya adalah kembali kepada hukum-hukum Allah.

Rasialisme hadir sebagai bentuk kesombongan umat manusia. Sobat Cahaya Islam, tak ada satupun dari kita yang dapat memilih dimana tempat kita dilahirkan, apa warna kulit yang akan kita dapatkan, atau kehidupan seperti apa yang akan kita temukan di masa depan.

Tidak ada satupun yang layak untuk kita sombongkan, setinggi apapun mahkota di dunia akan tetap sama rata ketika bersujud menghadap sang maha kuasa. Ketika sholat fardhu dilaksanakan berjamaah, umat Islam dipandang setara, berdiri berdampingan sebagai sebuah kesatuan.

Praktek mengkotak-kotakkan manusia atas dasar perbedaan telah menciptakan manusia yang jauh dari hukum-hukum Allah. Praktek ini telah menciptakan mentalitas “kita dan mereka” berdasarkan latar belakang yang dibawa masing-masing, dan di dominasi oleh perbedaan warna kulit.

Insiden kekerasan yang dialami oleh Jacob Blake sebagai bentuk praktek rasialisme ini, patutnya membuka kesadaran kita semua untuk melakukan penentangan secara vocal maupun tindakan nyata. Sesungguhnya tidak ada manusia yang lebih mulai diantara setiap manusia, kecuali dengan taqwa. Wallahu’alam bissawaab.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!