Inovasi Ketua DPD LDII Tanah Laut – Hadirnya inovasi ketua DPD LDII Tanah Laut yang memanfaatkan jerami untuk pakan ternak membuka ilmu pengetahuan baru. Jerami padi ternyata menghadirkan potensi besar untuk mendukung keberlangsungan di sektor peternakan.
Inovasi Ketua DPD LDII Tanah Laut
Jerami padi selama ini kerap dipandang sebagai sisa hasil panen yang tidak memiliki nilai guna. Setiap musim panen tiba, jerami biasanya penduduk bakar di lahan sawah atau terabaikan. Ketika akhirnya mengalami pembusukan tanpa pemanfaatan lebih lanjut, seolah komoditas ini tak ada artinya.
Padahal, jika diolah dengan pendekatan yang tepat, jerami padi menyimpan potensi besar untuk mendukung sektor peternakan. Hal inilah yang menghadirkan inovasi di Tanah Laut, Anton Kuswoyo, melalui pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak sapi bernilai ekonomis tinggi.
Bertempat di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Anton mengembangkan pakan ternak berbasis jerami padi dengan metode fermentasi. Inovasi tersebut memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan yang selama ini melimpah, namun belum ada pengelolaan secara optimal.
Melalui pendekatan ini, jerami padi tidak lagi sebagai limbah, melainkan sebagai sumber pakan alternatif yang potensial bagi peternak sapi.
Formulasi Pengembangan Pakan Ternak
Dalam formulasi pakan yang mengalami proses pengembangan, jerami padi dikombinasikan dengan tanaman indigofera. Tanaman hijau ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga mampu meningkatkan nilai gizi pakan.
Selain itu, inovasi Ketua DPD LDII Tanah Laut juga memanfaatkan bungkil inti sawit, yakni limbah hasil pengolahan kelapa sawit yang banyak tersedia di wilayah Kalimantan Selatan. Bungkil inti sawit berperan sebagai sumber energi tambahan dalam komposisi pakan ternak tersebut.
Seluruh bahan tersebut kemudian melalui teknik fermentasi. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pakan, membuatnya lebih mudah dicerna oleh ternak, serta memperbaiki kandungan nutrisinya.
Hasilnya, pakan fermentasi berbahan jerami padi tidak hanya lebih efektif untuk pertumbuhan ternak, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan jerami mentah yang selama ini terbuang percuma.
Inovasi ini dinilai mampu menjadi solusi atas permasalahan keterbatasan pakan, terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan hijauan menurun. Di sisi lain, pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan juga mendukung konsep pertanian berkelanjutan serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan.


Atas gagasan dan implementasi inovatif tersebut, Anton Kuswoyo berhasil meraih Juara 1 Tanah Laut Innovation Award 2025. Ajang penghargaan ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tanah Laut sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Penyerahan penghargaan turut hadir Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, bersama unsur Forkopimda serta para undangan. Dalam sambutannya, Bupati Rahmat Trianto menekankan bahwa inovasi memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemenang dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung lahirnya ide-ide kreatif. Sebab hal tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bupati Tanah Laut juga menambahkan bahwa dukungan tidak hanya diberikan kepada inovasi Ketua DPD LDII Tanah Laut, tetapi juga kepada seluruh finalis yang telah berkontribusi. Melalui Tanah Laut Innovation Award 2025, pemerintah daerah berharap semakin banyak inovasi berbasis potensi lokal.





























