Yuk, Belajar Ilmu Tajwid dan Mulai Perbaiki Bacaan Al-Qur’anmu!

0
77
Ilmu Tajwid

Ilmu Tajwid – Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia, yang Allah turunkan kepada nabi Muhammad. Ternyata membaca Al-Qur’an ini tidak boleh sembarangan, lho Sobat. Harus memperlajari ilmu tajwid terlebih dahulu agar bacaannya benar.

Karena jika cara membacanya salah, maka makna dari ayat tersebut pun akan salah. Dalam kitab pun telah dijelaskan apa hukum dari mempelajari ilmu ini. Untuk lebih jelasnya, Sobat bisa membacanya di bawah ini.

Mengenal llmu Tajwid

Dengan kita mengenal dan mengetahui ilmu tajwid tentu akan memperbaiki bacaan Al-Qur’an kita. Islam sangat memperhatikannya, hal ini telihat dari hukum mempelajari hukum ini.

1.       Hukum belajar ilmu tajwid

Berdasarkan kitab Thufathul Atfhal karya Syekh Sulaiman Bin Husain Bin Muhammad Al Jamzuri, hukum belajar ilmu tajwid adalah Fardhu Kifayah. Yang berarti wajib dilakukan oleh satu orang dalam satu wilayah untuk mengugurkan kewajiban tersebut.

Sedangkan untuk mengamalkan ilmu tajwid, adalah Fardhu Ain pada setiap muslim. Dengan begitu dapat kita simulkan, penting untuk mempelajari ilmu tajwid ini. Allah sudah memerintahkan dalam surah Al-Baqarah ayat 121.

“Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.”(QS. Al-Baqarah: 121)

Kemudian surah Al-Qiyamah ayat 16

“Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.” (QS. Al-Qiyamah: 16)

Serta surat Muzamil ayat 4.

“atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Muzamil: 4)

Setiap muslim perlu membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang benar, agar makananya tetap sama dan sempurna. Karena tujuan dari mempelajari hukum ilmu tajwidini, untuk menyempurnakan bacaan melalui kata atau huruf yang ada dalamAl-Qur’an.

Lalu, apa saja hukum tajwid tersebut? Simak lebih jelasanya berikut ini.

2.       Hukum-hukum tajwid Al-Qur’an

Hukum tajwid terbagi menjadi lima.

  • Hukum nun mati dan tanwin, merupakan hukum bacaan yang terjadi ketika nun mati atau tanwin menemui huruf-huruf idzahr, Idgahm bigunnah, Idgham bilagunnah, ikhfa, dan Iqlab.
  • Hukum mim mati, merupakan hukum bacaan yang terjadi ketika mim mati bertemu dengan huruf-huruf ikhfa syafawi, idgham mimi, dan idzhar syafawi.
  • Hukum Idgham, merupakan hukum bacaan apabila huruf pertamanya merupakan huruf idgham yang mati, kemudian huruf keduanya merupakan huruf yang hidup. Hukum idhgam ini, terbagi menjadi tiga; idhgam mutamsilain, idgham mutajanisain, dan idghom mutaqorbain.
  • Hukum Mad, merupakan hukum yang cara membacanya harus dipanjangkan ketika bertemu dengan huruf mad; aliif, wau, ya’ dalam harakat mati atau saktah. Hukum ini memiliki beberapa jenis; Mad Thabi’i , mad far’i (terbagi lagi menjadi 14 macam).
  • Hukum Qalqalah, dapat diartikan sebagai pantulan atau getaran. Sedangkan dalam istilah tajwid; berarti harus memantulkan suara ketika membaca lafal yang mengandung huruf qalqalah yakni jim, ba, tha, qaf dan dal. Atau bisa dsingkat dengan Quthbujaddin. Hukum ini terbagi menjadi Qalqalah sughra dan kubro

Hukum-hukum tajwid inilah, yang perlu Sobat pelajari untuk memperbaiki bacaan Qur’an. Karena dengan memperbaiki bacaan mampu membuat kita mebaca Al-Qur’an sebagaimana yang telah Rasulullah ajarkan.

Mungkin akan sedikit rumit, ketika memahami hukum-hukum di atas.Tapi, sering berjalnnya waktu dan banyak meluangkan waktu untuk praktik akan membuat bacaan semakin baik. Usahakan untuk mempelajari hukum-hukum tajwid bersama dengan seorang guru.

Agar Sobat bisa bertalaqi secara langsung, jadi tahu mana bacaan yang masih salah dan perlu untuk diperbaiki. Mulailah perbaiki bacaaan Al-Qur’an dari sekarang, sebelum terlambat.

Sekian artikel tentang ilmu tajwid ini kami buat, semoga bermanfaat bagi Sobat Cahaya Islam. Wallahu’alam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY