Hukum Saham dalam Islam, Halal atau Haram? Berikut Penjelasannya!

0
290
hukum saham dalam Islam

Hukum saham dalam Islam – Saham merupakan instrumen keuangan yang menjadi salah satu pilihan investasi yang populer di seluruh dunia. Bagi seorang Muslim, pertanyaan seputar hukum saham dalam Islam menjadi hal yang penting. Hal itu dikarenakan investasi dalam saham dapat melibatkan aspek hukum dan etika agama.

Hukum saham dalam Islam dapat digambarkan sebagai sebuah konsep yang lebih rumit daripada sekadar halal atau haram. Sebagian besar ulama sepakat bahwa investasi dalam saham dapat diterima dalam Islam, asalkan mematuhi prinsip-prinsip etika dan aturan tertentu. Hal ini terutama berkaitan dengan konsep utama dalam Islam, yaitu hukum riba, halal, dan haram.

Hukum Saham dalam Islam

Ada beberapa hukum saham dalam Islam, tergantung pada jenis saham yang beli dan bagaimana pengelolaannya.

1.      Saham yang Haram

Saham dianggap haram jika perusahaan yang menerbitkan saham tersebut terlibat dalam bisnis yang diharamkan dalam Islam. Contohnya seperti alkohol, judi, atau industri yang merusak lingkungan. Tidak hanya dalam saham, dalam kehidupan sehari-hari barang-barang tersebut pun diharamkan. Maka dari itu, sebaiknya kita tidak terlibat di dalamnya.

hukum saham dalam Islam

Selain itu, saham yang diperoleh dengan cara spekulasi atau perjudian juga dianggap haram. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi dalam saham, penting untuk melakukan penelitian mendalam tentang perusahaan yang akan Sobat pilih. Hal ini untuk memastikan bahwa bisnis mereka sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنَّمَا الۡخَمۡرُ وَالۡمَيۡسِرُ وَالۡاَنۡصَابُ وَالۡاَزۡلَامُ رِجۡسٌ مِّنۡ عَمَلِ الشَّيۡطٰنِ فَاجۡتَنِبُوۡهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ‏ 

Artinya:

‘Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.’ (QS. Al-Ma’idah:90)

2.      Saham yang Halal

Saham dianggap halal jika perusahaan tersebut beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, dan sahamnya diperoleh secara sah dan etis. Dalam Islam, diperbolehkan untuk membeli saham dari perusahaan yang beroperasi dalam sektor-sektor yang sah seperti makanan, pakaian, atau teknologi.

Oleh karena itu, kita harus memastikan dulu bahwa perusahaan tersebut memenuhi persyaratan tertentu dalam hal keuangan dan etika. Maka, kita tidak boleh asal membeli, kita harus teliti. Disarankan juga untuk kita membeli saham-saham syariah yang sudah tersedia.

hukum saham dalam Islam

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa Islam melarang riba. Oleh karena itu, jika perusahaan memberikan dividen dalam bentuk bunga, hal ini dianggap haram. Sebagai alternatif, kita dapat mencari perusahaan yang memberikan dividen dalam bentuk keuntungan bersih. Laba bersih yang dihasilkan dari bisnis yang sah.

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Artinya:

‘Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.’ (QS. Al-Baqarah:275)

Penting untuk memahami bahwa hukum saham dalam Islam dapat berbeda-beda berdasarkan pendapat ulama dan pandangan mazhab yang dianut. Oleh karena itu, sebaiknya kita berkonsultasi dengan seorang ulama atau penasihat keuangan yang ahli dalam hukum Islam. Hal ini sebaiknya dilakukan sebelum memulai investasi saham.

Pilih Saham Syariah

Sobat Cahaya Islam, jika Sobat tertarik untuk bermain di bidang saham, sebaiknya pilihlah saham syariah yang sudah jelas. Saham Syariah sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menyebut saham-saham dari perusahaan yang mematuhi prinsip-prinsip Islam.

Saham-saham ini diperdagangkan di bursa saham khusus yang mematuhi prinsip-prinsip syariah. Investasi dalam saham syariah dapat menjadi alternatif menarik bagi kita yang ingin memastikan bahwa investasi kita sesuai dengan hukum Islam.

Apa Kesimpulannya?

Kesimpulannya, hukum saham dalam Islam memerlukan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip agama dan prinsip-prinsip investasi. Investasi saham dalam Islam dapat menjadi halal atau haram tergantung pada berbagai faktor.

Maka, kita harus membuka mata dan pandai meneliti tentang saham yang akan kita beli. Jangan sampai kesalahan kita menyalahi aturan yang ada dalam Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY