Hukum Janji Palsu Dalam Islam, Dapat Murka Allah SWT!

0
62
hukum janji palsu

Hukum janji palsu – Dalam agama Islam hukum janji palsu adalah haram. Orang yang membuat sebuah janji palsu untuk kepentingan tertentu maka ia telah melakukan sebuah dosa besar dan masuk dalam golongan orang munafik.

Mengucapkan janji palsu adalah sebuah hal yang sangat dilarang dan Allah sangat membenci perbuatan tersebut. Ada banyak akibat negatif yang ditimbulkan oleh sebuah janji palsu baik dalam pandangan sosial maupun agama.

Hukum Janji Palsu dan Akibatnya Bagi yang Berani Melakukan

Ada sedikit perbedaan pengertian mengenai janji palsu dan ingkar janji. Ingkar janji adalah sebuah perbuatan tidak menepati janji yang telah diucapkan dikarenakan berbagai alasan tertentu. ALasan tersebut bisa saja sengaja maupun tidak sengaja ketika ia ingkar pada janjinya.

Berbeda dengan janji palsu, seseorang sudah memiliki itikad yang tidak baik ketika ia mengucapkan sebuah janji palsu. Itikad untuk tidak menepati janji sudah tertanam bahkan saat ia sedang mengucap janji.

hukum janji palsu

Inilah yang diharamkan dalam agama Islam. Jangan membuat janji yang kosong dengan niat disengaja untuk mengingkarinya. Perbuatan ini termasuk kedalam tiga perbuatan dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada orangtua dan membuat janji palsu.

Hukum janji palsu bagi mereka yang berani melakukannya tentu saja adalah dosa besar. Mereka yang dengan sengaja membuat janji palsu termasuk ke dalam golongan orang munafik. Padahal, Allah SWT secara jelas dalam surah Al Hajj ayat 30,

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللّٰهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ وَاُحِلَّتْ لَكُمُ الْاَنْعَامُ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْاَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوْا قَوْلَ الزُّوْرِ ۙ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat) maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya), maka jauhilah olehmu (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta.” (Q.S Al Hajj:30)

Perkara janji palsu ini secara berulang-ulang diserukan oleh Allah SWT dalam beberapa surah sekaligus. Salah satunya dalam surah An Nahl ayat 92,

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ اَنْكَاثًاۗ تَتَّخِذُوْنَ اَيْمَانَكُمْ دَخَلًا ۢ بَيْنَكُمْ اَنْ تَكُوْنَ اُمَّةٌ هِيَ اَرْبٰى مِنْ اُمَّةٍ ۗاِنَّمَا يَبْلُوْكُمُ اللّٰهُ بِهٖۗ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ مَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” (Q.S An Nahl:92)

Ini menandakan betapa buruknya perbuatan tersebut dan bagaimana Allah sangat membenci umatNya yang gemar membuat janji palsu.

Mengapa Janji Palsu Haram dalam Agama Islam?

Hukum janji palsu dalam agama Islam adalah haram. Hal ini dikarenakan janji palsu membawa banyak kerugian bagi orang lain. Adanya janji palsu dalam sebuah hubungan antar manusia akan menimbulkan perpecahan dan permusuhan antar sesama karena merasa telah tertipu daya.

Mereka yang menjadi korban janji palsu akan kehilangan kepercayaan dan menimbulkan sebuah trauma. Sementara pelaku janji palsu tentu mendapat berbagai sanksi baik sanksi sosial seperti dibenci oleh masyarakat di sekitarnya atau lebih ekstrem lagi diberi sanksi hukum dari pihak yang berwajib.

Hal yang paling menakutkan dari perbuatan melakukan janji palsu adalah mendapatkan murka Allah SWT, oleh karena itu Islam mengharamkan janji palsu karena perbuatan ini sangat dibenci oleh Allah SWT.

Hindari Membuat Janji Palsu dengan Selalu Menjaga Lisan

hukum janji palsu

Setelah mengetahui bahwa hukum janji palsu adalah haram, maka umat Islam harus berusaha untuk menghindari perbuatan tersebut. Bagaimana caranya?

Jagalah lisan dan hati untuk selalu berkata yang baik. Jangan terpancing untuk mengatakan janji-janji manis yang tidak dapat ditepati hanya untuk kesenangan pribadi. Jika dalam hati sudah tahu bahwa kita tidak dapat menepatinya, jangan sekali-sekali berani membuat sebuah janji.

Sobat Cahaya Islam, janji palsu adalah sebuah hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT karena banyak sekali mudharatnya. Tidak hanya mendapat hukuman sosial di masyarakat, seseorang yang mengucap janji palsu akan mendapat murka Allah SWT karena hukum janji palsu adalah haram.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY