Hukum LGBT yang Kontroversi terhadap Perkataan Paus Fransiskus, Bagaimana Hukum LGBT dalam Ranah Agama Islam?

0
28

Hukum LGBT – Satu-persatu komentar mencuat ketika Paus Fransiskus yang merupakan Pemimpin Gereja Katolik Vatikan bahwa orang yang homoseksual memiliki hak dalam sebuah keluarga. Ia menambahkan jika mereka tidak ada yang harus dibuang atau disengsarakan.

Sekilas, perkataan Paus Fransiskus hukum LGBT diperbolehkan. Tetapi, ada banyak kontroversi netizen ada yang mengatakan bila Paus membolehkan, ada yang hanya sebagai rasa kasih sayang sebagai umat manusia, mengingat agama Katolik juga melarang LGBT.

LGBT atau homoseks setiap tahunnya serasa ada saja kasusnya. Bahkan ada komunitas para LGBT yang marak di berbagai negara asing. Kalau Indonesia sendiri jelas melarangnya. Melihat Indonesia juga memiliki undang-undang perkawinan yang sah.

Sobat Cahaya Islam, lalu bagaimana dalam agama Islam yang notabene sebagai agama terpilih memandang LGBT? Bolehkah? Yuk kita bahas bersama.

Hukum LGBT dalam Islam dan Cara Mencegahnya

Manusia diciptakan saling berpasangan, ada laki-laki dan ada perempuan. Merunut konteks tersebut, jelas agama Islam melarang adanya LGBT. Adapun kasus LGBT telah ada sejak zaman Nabi Luth As yang kaumnya bernama kaum Sodom.

Di bawah ini adalah ayat yang menjelaskan kisah kaum Nabi Luth yang melakukan tindakan homoseksual.

{وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ}

Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80]

Jelas ayat di atas menunjukkan larangan, hal ini terlihat dari adanya kata “hina”. Hina dapat diartikan keji atau rendah kedudukannya.

Cara Mencegah LGBT

Mencegah lebih baik daripada mengobati memang benar adanya, sebab mengobati jauh lebih memakan waktu yang lebih lama dibandingkan mencegahnya. Apalagi mengingat adanya istilah “kecanduan”.

  1. Memberikan Tindakan kepada Anak sesuai Jenis Kelamin

Bagi orang tua, pencegahan LGBT perlu dilakukan sejak dini terhadap anak. Semisal, anak perempuan dibelikan rok dan boneka, sedangkan anak laki-laki dibelikan celana dan mobil-mobilan.

Pengasuhan orang tua sangat berpengaruh dengan pertumbuhan anak dalam hal kejiwaan, Islam memberikan beberapa referensi kitab yang bisa mendukung anak, yakni kitab Akhlakul Banin dan Akhlakul Banat.

Ingat Akhlakul Banin untuk laki-laki, sedangkan Akhlakul Banat untuk perempuan, jangan sampai salah bisa berakibat fatal.

  1. Memberitahu Bahaya LGBT

Agar terhindar dari LGBT salah satunya dengan memberitahu apa saja bahaya yang ditimbulkan bila LGBT terjadi. Hal ini, terkesan menakut-nakuti tetapi perlu dilakukan demi kebaikan.

InsyaAllah jika sudah tahu bahaya dari LGBT, maka untuk melakukannya tertahan. Sebab dampaknya bukan hanya di dunia saja semisal dipandang rendah tapi juga di akhirat.

  1. Membekali dengan Pendidikan Agama

Agama ibarat sebagai benteng, yang membentengi seseorang berbuat hina seperti LGBT. Pendidikan agama perlu dibekali, bila di sekolah umum kurang, karena biasanya hanya dua mapel dalam satu pekan.

Maka kita sendiri yang harus mencarinya, dengan mengikuti majelis-majelis pengajian, atau masuk menjadi bagian pesantren, mencari informasi lewat internet dengan syarat jelas sanad keilmuannya dan lainnya. Jangan sampai mengaku menjadi orang Islam, gagap dengan pendidikan agama Islam. Pendidikan agama perlu diprioritaskan apa pun profesinya dan bagaimana pun caranya.

Sobat Cahaya Islam, itu hukum LGBT dan cara mencegahnya. Semoga umat Islam selalu terlindungi dari tindakan yang hina ini, dan terjaga dari godaan syaitan. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY