Hukum Itikaf Bagi Wanita Bolehkah? Ini Menurut Pandangan Islam

0
54
Hukum Itikaf Bagi Wanita Harus Bisa Menjaga Kehormatan

Hukum Itikaf Bagi Wanita – Itikaf hukumnya lebih utama dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini merupakan malam Lailatul Qadar. Dimana malam tersebut merupakan malam yang penuh kemuliaan dibandingkan dengan malam-malam yang lain. Itikaf itu sendiri juga diartikan sebagai kegiatan dimana seseorang melakukan ibadah di masjid, berdiam diri di masjid pada waktu tersebut dengan tujuan untuk bermuhasabah atau melakukan hal yang gunanya untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

Hukum Itikaf Bagi Wanita dan Syarat Diperbolehkannya Menurut Islam

Itikaf merupakan salah satu kegiatan yang juga dilaksanakan oleh Rasulullah SAW untuk mendapatkan dan mencari malam Lailatul Qadar. Dan hingga saat ini, itikaf ini juga banyak dilakukan oleh umat muslim pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Selain bercermin pada apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Ini juga sebagai upaya untuk mendapatkan rahmat dan pahala dari keutamaan malam yang penuh kemuliaan ini. Lalu bagaimana hukumnya jika itikaf dilakukan oleh kaum wanita?

Hukum Itikaf Bagi Wanita Yang Dilakukan di Masjid, Begini Syarat Diperbolehkannya!

Hukum Itikaf Bagi Wanita Harus Bisa Menjaga Kehormatan

Hukum itikaf bagi wanita merupakan salah satu pertanyaan yang banyak dilontarkan. Hal ini karena itikaf lebih banyak dilaksanakan oleh kaum laki-laki. Dalam hal ini, mayoritas ulama mengatakan bahwa hukum wanita melakukan kegiatan itikaf di masjid ini adalah sunnah. Namun ini tentu juga didasari dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk seorang wanita boleh melakukan itikaf di masjid. Apa saja syaratnya?

Wanita Yang Dalam Keadaan Suci

Untuk memasuki masjid yang merupakan rumah Allah ini dianjurkan seorang wanita dalam keadaan suci. Beberapa pendapat ulama melarang wanita haid memasuki masjid. Bahkan ini juga menjadi larangan mutlak oleh Ulama mahzab Maliki dan Hanafi. Oleh karena itu, untuk melakukan itikaf di masjid maka wanita harus dalam keadaan yang suci.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.(1)

Wanita Yang Mendapat Izin Dari Suami

Seorang wanita boleh melaksanakan kegiatan itikaf di masjid jika sudah mendapatkan izin dari suami. Ini merupakan syarat untuk wanita yang sudah menikah atau berkeluarga. Sehingga saat keluar dari rumah haruslah dengan izin suami.

Mampu Menjaga Diri dan Kehormatannya

Hukum Itikaf Bagi Wanita dan Syaratnya

Syarat yang selanjutnya untuk melaksanakan itikaf di masjid adalah seorang wanita harus mampu untuk menjaga diri dan kehormatannya. Untuk menghindari segala bentuk fitnah, maka dianjurkan wanita yang ingin melaksanakan itikaf di masjid harus berpakaian sesuai dengan syariat agama. Dan juga harus bisa menjaga pandangannya.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, (2)

Hukum itikaf bagi wanita – Hukum bagi wanita melaksanakan itikaf di masjid ini diperbolehkan jika memenuhi beberapa syarat diatas. Dan yang terpenting bagi seorang wanita haruslah bisa menjaga kehormatannya dan juga mendapatkan izin dari suami jika keluar dari rumah. Jangan sampai niat ibadah justru menjadi fitnah ya sobat cahaya islam.


Catatan Kaki:

(1) – Surat An-Nisa Ayat 43

(2) – Surat An-Nur Ayat 31

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!