Hukum Cosplay dalam Islam, Cosplayer Wajib Tahu!

0
2671
Hukum-Cosplay-dalam-Islam

Hukum Cosplay dalam Islam – Cosplay adalah kegiatan menirukan karakter kartun, game, manga, atau anime Jepang. Kini, cosplay menjadi hobi bagi Sebagian Masyarakat, termasuk di Indonesia. Sebutan bagi orang yang melakukan cosplay yaitu cosplayer. Saat ini, fenomena cosplay sudah mendunia. Bahkan, banyak sekali yang menjadikannya profesi atau sekedar hobi. Lalu, apakah Islam memandang cosplay sebagai sesuatu yang boleh atau haram?

Hukum Cosplay dalam Islam

Sebenarnya, Islam tidak melarang cosplay karena tidak ada dalil spesifik yang melarangnya. Dalam hukum fiqih, kaidahnya adalah bahwa semua muamalah adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya.

Selain itu, segala sesuatu tergantung niatnya. Sebagaimana dalam sebuah hadits:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ 

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya.” (1)

Jadi, selama niatnya tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka boleh-boleh saja melakukan cosplay se-kreatif mungkin.

Tidak Boleh Cosplay Memakai Wig

Pada dasarnya, hukum melakukan cosplay adalah boleh. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Pasalnya, cosplay membutuhkan banyak aksesoris. Dalam hal ini, cosplayer tidak boleh memakai wig karena Islam melarangnya.

Jika mewarnai rambut (selain hitam) adalah boleh dalam Islam, lain halnya dengan memakai wig. Dalam Islam, memakai wig dari rambut asli manusia adalah haram. Sementara itu, wig dari bahan lain seperti bulu hewan tidaklah haram. Intinya, apapun itu yang memanfaatkan bagian tubuh manusia, maka hukumnya haram. Dasar dalilnya adalah:

لَعَنَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ

“Rasulullah melaknat Wanita yang menyambung rambut dan Wanita yang minta disambungkan rambutnya.” (2)

Selain itu, Islam juga memerintahkan Wanita untuk mengenakan kerudung sebagai penutup kepala. Oleh karena itu, jangan sampai melakukan cosplay dengan mengorbankan syariat Islam.

Tidak Boleh Cosplay dengan Pakaian Ketat dan Menampakkan Aurat

Biasanya, karakter-karakter komik, game, anime, dll. berpakaian pendek. Sebagian lagi memperlihatkan lekuk tubuh bagi cewek. Memang, baik laki-laki maupun Perempuan boleh melakukan cosplay karakter tertentu. Namun, Perempuan harus lebih berhati-hati karena hampir seluruh tubuhnya adalah aurat.

Terkadang, Perempuan merasa sudah menutup aurat dengan pakaiannya. Namun, berpakaian ketat adalah ibarat berpakaian tapi telanjang. Dalam hal ini, Rasulullah menyindir:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ 

“2 golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: kaum dengan cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan Wanita yang berpakaian tapi telanjang.” (3)

Di akhir zaman ini, tren pakaian ketat semakin menjamur. Mirisnya, banyak Perempuan merasa bangga dengan pakaian ketat yang mereka gunakan. Sebagai muslim dan Muslimah yang taat, sobat Cahaya Islam hendaknya dapat menjaga diri jangan sampai mengumbar aurat, baik di dunia nyata maupun dunia maya.


Referensi:

(1) Sunan Abi Dawud 2201

(2) Sahih al-Bukhari 5940

(3) Sahih Muslim 2128

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY