Hari Pramuka 2020 dan Sejarah Kepanduan Dalam Islam

0
80

Hari Pramuka 2020 – Terlihat berbeda dengan Hari Pramuka tahun-tahun sebelumnya, di tengah pandemi corona dengan segala peraturan yang ditetapkan untuk mengurangi tersebarnya virus. Meskipun begitu tetap kegiatan ceremony Hari Pramuka digelar sesuai protokol covid-19.

Mulai tanggal 14 Agustus 1961 ditetapkan sebagai Hari Pramuka, sehingga sekarang Hari Pramuka 2020 merupakan peringatan Hari Pramuka ke-59. Sobat Cahaya Islam, sebelum nama “Pramuka” disematkan awalnya bernama kepanduan. Yuk kita bahas lebih jauh bagaimana sejarah kepanduan dalam Islam.

Hari Pramuka 2020, Menyibak Sejarah Kepanduan Islam

Pramuka yang sekarang kita kenal, lebih dahulu diprakarsai oleh Robert Baden-Powell, seorang anggota angkatan darat di Inggris. Sekitar tahun 1906-1907, ia menulis buku Scouting for Boys. Sehingga Robert Baden-Powell, dinobatkan sebagai Bapak Pramuka Dunia.

Sedangkan di Indonesia, istilah Pramuka baru muncul pada tahun 1961 yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX dan bergelar Bapak Pramuka Indonesia. Sejarah awal mulanya pramuka yakni organisasi kepanduan dari beberapa daerah yang disatukan

Organisasi kepanduan pertama kali di Indonesia dipelopori dengan berdirinya Javaansche Padvinders Organisator yang didirikan oleh Mangkunegara VII pada tahun 1916. Setelah itu ada organisasi pergerakan seperti Nationale Padvinderij (Boedi Oetomo).

Umat Islam yang sudah meluas di wilayah Indonesia pada zaman-zaman pergerakan juga ikut serta membuat gerakan kepanduan. Adapun gerakan kepanduan dalam Islam antara lain:

Gerakan Kepanduan Islam

  1. Hizbul Wathan

Jika kalian termasuk dalam organisasi Muhammadiyah di bawah naungan KH. Ahmad Dahlan tentu tidak asing lagi dengan Hizbul Wathan alias HW. Gerakan kepanduan yang sampai sekarang masih dipakai namanya di sekolah-sekolah yayasan Muhammadiyah.

Adapun Bapak Pandu Hizbul Wathan se-Indonesia yakni Djendral Soedirman yang sekaligus menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

  1. Ahlul Wathan

NU yang awalnya bernama Anshoru Nahdlatoel Oelama (ANO) mendirikan organisasi kepanduan namanya Ahlul Wathan, bagian dari Syubbanul Wathan, organisasi kepemudaan yang dirintis oleh KH. Abdullah Ubaid dan KH. A. Wahab Chasbullah.

Gerakan Ahlul Wathan ini merupakan cikal-bakal berdirinya  bakal GP Ansor pada tahun 1937. Di mana sekarang GP ANSOR tetap berjalan di berbagai desa. Hanya saja, di sekolah-sekolah berbasis NU istilah kepanduan mengikut dengan nama “Pramuka” seperti sekolah umum lainnya.

  1. Organisasi Kepanduan Islam Lainnya

SI dengan Sarekat Islam Afdeling Padvinderij yang kemudian diganti menjadi Sarekat Islam Afdeling Pandu (SIAP), Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB), dan sebagainya.

Bila diruntut sejarah, jelas agama Islam memberikan pengaruh besar dalam Organisasi Pramuka, organisasi yang mengajarkan ketangkasan, keberanian, tanggung jawab, kemimpinan serta pendidikan karakter lainya.

Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT untuk menyeru kepada kebaikan yang tertera dalam surah Al-‘Imran ayat 104.

وَ لْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَ يَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَ أُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang- orang yang beruntung.

(QS Ali Imran [3]: 104)

Menyeru dalam kebaikan dan mencegah dalam kemungkaran merupakan ajaran penting bagi umat Islam, dalam Gerakan Pramuka pun diajarkan melalui Sepuluh Darma Pramuka yang kerap dikumandangkan dengan harapan bisa tertancap dalam hati dan perilaku.

Pada Hari Pramuka 2020 ini dengan tema “Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu dalam Penanggulangan Bencana COVID-19 dan Bela Negara”. Semoga sobat Cahaya Islam dapat menerapkan semua nilai-nilai yang telah diajarkan dalam Gerakan Pramuka.

Salam Pramuka! Praja Muda Karana! Bersama jiwa muda yang suka berkarya meski dalam situasi pandemi ini.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY