Gunung Semeru Meletus, Simak Tanda-tanda Alam untuk Mengingatkan Manusia

0
81

Gunung Semeru Meletus – Tanggal 16 Januari 2021 kemarin gunung Semeru meletus. Tepatnya pada sore hari gunung tertinggi di pulau Jawa itu mengeluarkan guguran awan panas sepanjang 4,5 km. Statusnya sekarang menjadi level 2 atau status waspada. Sebelum erupsi 16 Januari terjadi, Semeru juga telah erupsi pada 1 Desember 2020 lalu.

Thoriqul Haq selaku Bupati Lumajang juga menghimbau kepada rakyatnya untuk mematuhi apa yang BNPB sampaikan agar tidak melakukan aktivitas pada jarak kurang dari 1 km. Selalu mempersiapkan diri dan membekali diri dengan mitigasi bencana. Sebagai negara dengan langganan gunung meletus, masyarakat Indonesia perlu dibekali ilmu mitigasi bencana.

Menurut BNPB akan terjadi kemungkinan guguran awan panas dan luapan lava panas di sekitar kawasan Sumber Mujur dan Curah Koboan, Lumajang. Maka dari itu, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung Semeru diminta tetap waspada. Menurut data dari BMKG lava gunung Semeru juga masih beraktivitas.

Sederet peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia mulai dari pesawat jatuh, banjir di Kalimantan, tanah longsor di Jawa Barat, para ulama’ diambil dari dunia, hingga gunung Semeru meletus, menjadi salah satu pengingat bagi manusia untuk lebih banyak berdzikir kepada Allah dan senantiasa menjaga alam yang telah diciptakan Allah untuk manusia.

Sobat Cahaya Islam, kita hidup di alam dan dapat bertahan hidup juga dari alam. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan alam yang telah Allah anugerahkan kepada manusia. Bagaimana caranya? Langkah kecil seperti menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan sudah berdampak besar bagi alam.

Gunung Semeru Meletus dan Peringatan dari Allah kepada Manusia

Gunung Semeru yang terletak di provinsi Jawa Timur kembali meletus. Sudah sejak Desember kemarin aktivitas gunung ini terus meningkat hingga tanggal 16 Januari kemarin meletus. Bencana alam yang sudah sering kita temui di Indonesia. Menyusul banjir dan tanah longsor di daerah lain di Indonesia.

Sobat Cahaya Islam, bencana alam dapat diartikan sebagai kejadian yang telah Allah gariskan. Selain itu, agar manusia senantiasa berbuat baik dan tidak merusak alam sehingga Allah turunkan bencana bagi manusia. Mengingat umur dunia yang semakin tua. Sudah sepatutnya manusia mulai mengumpulkan bekal untuk kehidupan selanjutnya.

1.     Bencana dalam Pandangan Islam

Dalam Islam kita memandang bencana berdasarkan 3 sebab. Pertama bala’, biasanya orang yang akan diangkat derajatnya diberikan serangkaian ujian dan ketika lulus akan menambah keimanan orang tersebut. Kedua hukuman, hal ini disebabkan oleh ulah manusia seperti ekspoitasi sumber daya alam yang menyebabkan banjir atau tanah longsor.

Ketiga pembinasaan sebagaimana yang terjadi di zaman Rasulullah SAW. Umat yang tidak mau mengikuti ajaran Rasulullah dan memilih terus berbuat dzolim maka Allah binasakan umat tersebut. Apabila manusia bertemu dengan salah satu dari 3 bencana di atas kemudian ia sadar dan kembali ke jalan Allah, atas izin Allah bencana tersebut akan diangkat.

2.     Bencana Alam sebagai Peringatan dari Allah

Sobat Cahaya Islam, kita semua tahu bahwa apa yang terjadi di dunia ini adalah murni atas kehendak Allah. Termasuk bencana alam gunung meletus juga telah tertulis dalam lauhul mahfuz sebelum Allah menciptakan dunia dan isinya. Apabila manusia menyadari bahwa bencana juga dapat datang karena ulah manusia, sesungguhnya Allah akan mengangkat bencana tersebut.

Dalam Al-Quran dijelaskan sebagai berikut:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah” (QS. Al-Hadid: 22)

Sobat Cahaya Islam, kabar gunung Semeru meletus dapat mengingatkan kita untuk terus mengingat Allah dan tidak merusak alam yang telah memberi banyak manfaat untuk manusia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY