Doa dan Dzikir, Cara islam Mengatasi Anxiety (Kecemasan)

0
1229
Doa dan Dzikir, Cara islami Mengatasi Anxiety atau Kecemasan, diskusi psikologi islam

Cara islam mengatasi anxiety – Jadi tim cahayaislam punya kenalan seorang temen cewek. Kebetulan dia udah umur jalan 26 tahun dan sering banget kita lihat dia di kampus dalam kondisi seperti orang yang kelelahan gitu. Lesu plus mata panda nampak jelas menandakan dia kurang tidur atau nggak istirahat dengan cukup. Karena kita peduli, kita ngobrol deh itu akhirnya. Ternyata dia sedang mengalami Quarter Life Crisis. Ketika di umur dia yang sekarang, segala bentuk kegalauan melanda dirinya. Pikiran tentang bagaimana masa depan dan apa yang harusnya dia lakukan sangat sangat membebani dia. Makanya temen kita itu sering ga bisa tidur nyenyak di malam hari karena over thinking.

Singkat cerita, kita coba ajakin dia aja buat join di majelis. Ikutan ngaji dikit dikit di waktu luang. Mulai belajar mengenal Allah dan ajaran islam dengan baik. Awalnya emang agak kaku sih, soalnya dia bukan orang yang alim banget. Tapi alhamdulillah hari demi hari, dia mulai berubah. Lebih tenang dan senum mulai merekah di wajahnya yang ayu. Setelah kita tanya tanya lebih jauh. Dia bilang bahwa pikiran yang carut marut di kepalanya bisa tenang dengan Doa dan dzikir.

Well, it is True! emang dalam ajar islam, Doa dan Dzikir memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi anxiety (kecemasan). Karena memang ada kaitannya dengan hal spiritual. Kita coba kasih penjelasan tentang bagaimana dan mengapa doa serta dzikir efektif dalam menghadapi anxiety ya!

Cara islam Mengatasi Anxiety dengan Membangun Koneksi dengan Allah via Doa & Dzikir

Doa itu kalo kata Rasulullah adalah senjatanya orang beriman. Kita tahu betul bahwa Doa merupakan Sarana Mendekatkan Diri (Taqorub illAllah). Doa adalah cara untuk berkomunikasi langsung dengan Allah, memohon bantuan, dan mencari ketenangan. Ketika seseorang berdoa, ia merasa lebih dekat dengan Allah, yang memberikan rasa aman dan mengurangi rasa cemas.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

QS Al-Baqarah 2:186 – “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku…”

Dalam doa kita Meningkatkan Keyakinan dan Memperkuat iman kita. Doa dapat memperkuat keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah. Ini menanamkan harapan dan mengurangi rasa cemas akan masa depan. Dzikir yang terus-menerus membantu memperkuat keimanan, yang pada gilirannya membantu seseorang menghadapi tantangan hidup dengan lebih tenang dan percaya diri.

Menanamkan Rasa Tawakkal dan Kepasrahan adalah Cara islam Mengatasi Anxiety

Yang jadi catatan penting disini adalah kita nggak boleh cuman doa dan dzikir doang ya seharian. Apapun masalah yang kita hadapi, tetap saja kita harus berusaha yang terbaik. Doa dan Dzikir ini hanya berlaku sebagai penguat. Dalam islam kita belajar juga tentang Tawakkal (Berserah Diri). Melalui doa, seseorang akan ingat untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah melakukan usaha. Kesadaran bahwa Allah mengatur segala sesuatu dan bahwa segala kejadian adalah bagian dari rencana-Nya dapat meredakan kecemasan.

Dengan berDzikir sebagai Sarana Mengingat Allah. Dengan kata lain kita melakukan praktik mengingat Allah secara terus-menerus, yang membantu seseorang untuk merasa tenang dan terlindungi. Dzikir yang berulang dapat menanamkan rasa tawakkal dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya.

Doa & Dzikir Mengalihkan Fokus dari Kecemasan dan Mengurangi Pikiran Negatif dengan Menghadirkan Ketenangan Batin

Di sisi lain, doa dan dzikir yang kita lakukan akan Menenangkan Hati dan Pikiran. Di lain sisi juga dengan dzikir, fokus pikiran akan mengarah pada Allah dan sifat-sifat-Nya yang penuh kasih sayang dan rahmat, yang membantu meredakan pikiran negatif dan kecemasan. Hal ini bakal mengalihkan / shifting pikiran kita pada hal hal lain yang patut kita syukuri.

Ketika berdoa, seseorang sering kali mengingat nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah, yang dapat menumbuhkan rasa syukur. Rasa syukur ini membantu mengurangi perasaan cemas dengan mengarahkan fokus pada hal-hal positif dalam hidup. Dengan mengulang-ulang dzikir yang memuji Allah, seperti “Subhanallah” (Maha Suci Allah), “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah), atau “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar), seseorang dapat memperkuat keyakinan bahwa segala masalah memiliki solusi dengan bantuan Allah. Dengan begitu optimisme diri kita akan memiliki pupuk yang baik.

Dalam dzikir dan doa, seseorang akan tenggelam untuk fokus pada kata-kata yang ia lantunkan dan serta pemahaman tentang maknanya. Ini membantu mengalihkan fokus dari pikiran cemas ke pemikiran yang lebih positif dan spiritual.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

QS Ar-Ra’d 13:28: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

***

Dengan melakukan doa dan dzikir, seorang Muslim diajak untuk berserah diri, mengingat kekuasaan dan rahmat Allah, serta menjaga keseimbangan mental dan spiritual. Praktik ini tidak hanya mendekatkan seseorang kepada Allah, tetapi juga memberikan ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai bentuk kecemasan. Jadi pada dasarnya jalan menuju ketenangan batin dan menghancurkan anxiety kita itu adalah menuju kembali pada Allah. Kita hanya manusia biasa. Makhluk yang Allah ciptakan penuh dengan dosa dan lemah. Oleh karena itu, kita butuh Allah. Dzat yang maha segala galanya untuk membimbing kita dalam kehidupan kita dan berbagai macam masalahnya. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY