Cobaan Tidak Punya Uang, Ini Penyebab Mengapa Cepat Habis Menurut Islam

0
578
cobaan tidak punya uang

Cobaan tidak punya uang – Sebagian Sobat Cahaya Islam berpikir bahwa rezeki Allah hanya berupa materi, padahal sangat luas. Bukan berarti ketika Sobat menerima cobaan tidak punya uang menandakan bahwa Allah tidak sayang. Pada dasarnya, rezeki memiliki arti segala sesuatu yang bermanfaat bagi makhluk dan bisa manusia manfaatkan sebagai sumber penghidupan.

Bagaimana Islam Memandang Harta Kekayaan?

Harta adalah tuntutan kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup di setiap tempat dan zaman. Namun di akhir zaman, harta berlimpah ruah, sehingga tidak ada orang yang mau menerima karena tidak bisa memanfaatkannya. Di akhir zaman, orang lebih memiliki memperbanyak ibadah karena hari kiamat sudah dekat.

Akan terjadi sebuah masa terjadi keberlimpahan rezeki, sehingga khalifah tidak menghitung harta. Para khalifah menyerahkan hartanya menggunakan cidukan kedua telapak tangan sebagaimana hadis berikut ini:

“Akan datang diakhir umatku seorang khalifah yang menciduk harta dengan cidukan tidak menghitungnya dengan bilangan.1

Semua orang telah memahami kegunaan harta, sehingga berlomba-lomba mencarinya bahkan lalai memperhatikan perkara-perkara penting. Halal dan haram tidak lagi Sobat pedulikan ketika sudah mengejar harta. Islam memandang permasalahan rezeki dan harta menjadi hal penting.

Bahkan kata turunan dari harta diulang hingga 86 kali, padahal Allah tidak mengulang-ulang kata kecuali memiliki makna penting. Sobat Cahaya Islam mengenal harta sebagai nikmat yang akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Mengetahui harta merupakan fitrah yang Allah jika kepada umatNya.

Penyebab Cobaan Tidak Punya Uang dalam Islam

Uang menjadi salah satu faktor yang penting dalam kehidupan, bahkan untuk beribadah dengan tenang dan enak membutuhkannya. Cobaan tidak punya uang memang menjadi perkara sulit. Permasalahan ini hadir lantaran Sobat tidak bijaksana dalam menggunakan uang. 

Pada dasarnya, segala sesuatu yang melekat pada diri manusia merupakan pemberian dari Allah, termasuk uang. Uang yang Sobat dapatkan berasal dari Allah. Namun, pernahkan merasa uang menjadi cepat habis padahal sudah berusaha untuk berhemat. Berikut ini alasan mengapa uang cepat habis dalam pandangan Islam:

1.     Boros

Cobaan tidak punya uang datang lantaran Sobat terlalu boros. Padahal Islam tidak pernah menganjurkan sifat boros, bahkan harus dihindari. Dalil dari sifat boros terdapat pada ayat Al Qur’an berikut ini:

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” 2

2.     Pelit

Sobat jangan pernah berpikir dengan memiliki sifat kikir, maka harta akan tetap atau bertambah. Justru orang-orang yang bersedekah di jalan Allah, maka akan mendapatkan balasan berlipat ganda. Dalam Islam, sifat kikir atau pelit akan mengundang murka Allah. Kikir sama halnya dengan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan kepadanya. Bahkan orang-orang kikir harus siap menerima azab dari Allah.

cobaan tidak punya uang

3.     Kurang Bersyukur

Alasan mengapa Sobat menerima cobaan tidak punya uang selanjutnya yaitu karena rasa kurang bersyukur. Sebab, Allah akan selalu melipatgandakan kenikmatan lantaran selalu merasa bersyukur. Sedangkan ketika Sobat mengingkari nikmat Allah, maka akan mendapatkan azab berat.

4.     Melalaikan Ibadah

Pada dasarnya selama hidup di dunia, Sobat harus mengisinya dengan ibadah. Sebab, sejatinya tugas dari manusia yaitu beribadah kepada Allah. Permasalahan rezeki, Allah akan memberi kepada setiap hambaNya. Perbedaannya terletak kepada orang yang selalu beribadah dan tidak. 

Keberkahan rezeki hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang rajin beribadah. Sedangkan orang yang lalai dalam ibadah, contohnya sholat, puasa, dan bersedekah tidak akan meraih keberkahan.

Cobaan tidak punya uang harus Sobat Cahaya Islam nilai secara bijaksana. Sebab, Allah akan memberi rezeki kepada seluruh ciptaanNya. Namun, keberkahan rezeki sangat tergantung pada ketaatan beribadah. 


  1. (HR Muslim no. 7499) ↩︎
  2. (QS. Al-Furqon: 67) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY