CEO Baru Twitter dan Pentingnya Merenungi Regenerasi Kepemimpinan

0
1056
CEO Baru Twitter

CEO Baru Twitter – Beberapa hari ini, selain marak pemberitaan terkait artis, pengumuman tentang CEO Baru Twitter juga tak kalah menarik. Hal ini terjadi lantaran pengganti CEO setelah Elon Musk adalah seorang perempuan bernama Linda Yaccarion.

Sobat Cahaya Islam, hadirnya CEO Baru Twitter tentu akan memberi nuansa baru di dalam perusahaan tersebut baik dari segi inovasi maupun kreasinya.

Belajar Kepemimpinan dari Regenerasi CEO Baru Twitter

Pergantian CEO Baru Twitter tentu cukup menghebohkan. Pasalnya, CEO Twitter sebelumnya sudah sangat lekat dengan Elon Musk dan berbagai fakta menarik lainnya.

CEO baru dalah seorang wanita bernama Linda Yaccarino. Linda sendiri merupakan seseorang yang profesional di bidang media. Nantinya, Linda akan lebih fokus pada ranah bisnis dan Musk sendiri lebih fokus pada desain serta pembaharuan teknologinya.

Keduanya akan berkolaborasi untuk menjadikan Twitter sebagai aplikasi yang serba ada. Wah, sobat, akan jadi seperti apa ya nanti?

Perlu diketahui, sebelumnya Linda Yaccarino adalah seseoang yang bekerja di NBC Universal. Dari tempat kerja lamanya, Ia memperluas jaringan bisnis kemitraannya dengan Twitter di ajang Olimpiade Paris 2024 nanti. Pengalamannya di bidang media bisnis tentu bukan hal yang baru.

Ia sudah bekerja hampir lebih dari 11 tahun. Bahkan sebelumnya Ia juga sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden eksekutif (COO) pemasaran, penjualan periklanan serta akuisisi di program Turner Broadcasting, yang pada waktu itu adalah bagian dari CNN.

Di dalam organisasi, bisnis maupun sektor pemerintahan sekalipun, tentu dibutuhkan adanya regenerasi kepemimpinan.

Mengganti pemimpin adalah hal yang penting untuk dilakukan agar ranah kepemimpinan tidak lagi menjadi hal yang membosankan.

Bahkan dengan adanya pergantian pemimpin akan menjadi harapan baru bagi karyawan maupun para jajaran direksi untuk mewujudkan program – program yang belum terselesaikan.

Regenerasi Kepemimpinan

Di dalam Islam, regenerasi kepemimpinan merupakan hal yang penting. Sebab hal ini juga dapat mengurangi adanya kecemburuan sosial serta meningkatkan efektifitas pekerjaan.

Utamanya, bila pemimpin tersebut sudah tidak lagi menunjukkan performa dan dukungan pada Islam maka memang perlu digantikan agar dakwah dapat tetap terus berjalan. Kehadiran pemimpin sendiri amatlah penting sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 30 yakni :

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

30. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Tips Menentukan Pemimpin yang Bijaksana

Ada beberapa hal yang harus dipastikan agar pemimpin yang terpilih dapat mewujudkan cita – cita baik dari perusahaan maupun organisasi tersebut. Diantaranya yakni sebagai berikut :

1.      Bekerja Secara Profesional

Hal pertama yang perlu diperhatikan yakni mencari kandidat yang profesional dan merupakan seseorang yang ahli di bidangnya. Kondisi semacam ini bisa dipastikan dengan melihat track record sang calon.

CEO Baru Twitter

Selain itu, perlu juga untuk memastikan bahwa seseorang tersebut dapat mengerjakan tugas dengan baik. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yakni :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي)

Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).

2.      Tidak Bias dan Bersikap Objektif

Selanjutnya, sobat cahaya Islam juga perlu memastikan bahwa seseorang tersebut jangan sampai bersifat bias dan pilih kasih.

CEO Baru Twitter

Sangat penting untuk memastikan bahwa calon tersebut dapat bersikap secara objektif. Tentu objektifitas tersebut tidak bisa dilihat secara instan, namun harus melihat dan bertanya pada beberapa pegawai sekitar yang mengetahuai perkembangan calon tersebut.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan CEO Baru Twitter dan beberapa tips dalam menentukan pemimpin yang bijaksana. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY