2 Cara Bertaubat dari Kezaliman Sesuai dengan Syariat Islam

0
759
cara bertaubat dari kezaliman

Cara bertaubat dari kezaliman – Kezaliman merupakan dosa besar yang mendatangkan siksa pedih di akhirat kelak. Pentingnya memahami cara bertaubat dari kezaliman karena di akhirat kebaikan akan berpindah kepada mereka yang menerima perbuatan zalim. Sebelum terlambat, pastikan orang yang berbuat zalim telah meminta maaf demi menghindari hukuman saat kiamat.

Memahami Apa Itu Zalim?

Semua manusia pasti pernah berbuat kesalahan dan dosa baik kepada manusia maupun Allah. Meskipun demikian, hendaknya manusia yang telah berbuat dosa kepada manusia lain harus meminta maaf dan memberi penjelasan.

Secara etimologi, zalim merupakan perbuatan meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya atau mengambil sesuatu yang bukan haknya. Secara umum, zalim adalah tindakan yang menempatkan sesuatu tidak sebagaimana mestinya. Kezaliman muncul ketika seseorang melanggar atau mengabaikan kewajiban, mencakup tidak adil pada orang lain maupun Allah.

cara bertaubat dari kezaliman

Larangan zalim terdapat dalam ayat Al Qur’an berikut ini:

Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim1

Orang yang zalim akan menderita kerugian karena di akhirat kelak akan menjadi orang bangkrut. Sebab, kebaikan akan habis untuk orang-orang  yang telah dizalimi. Sedangkan dosa kezaliman yang belum terbayar dari orang-orang terzalimi akan berpindah kepadanya.

Sebelum melaksanakan tata cara taubat nasuha, maka sudah seharusnya mengenali jenis perbuatan zalim. Berikut ini jenis zalim yang harus Sobat Cahaya Islam pahami:

1.     Dzalim kepada Diri Sendiri

Dzalim kepada diri sendiri berhubungan dengan seorang hamba kepada Allah. Hal ini umumnya berkaitan dengan urusan ibadah, seperti meninggalkan shalat.

2.     Dzalim kepada Sesama Manusia

Sedangkan dzalim kepada sesama manusia lebih luas lagi daripada aniaya terhadap diri sendiri. Contoh dzalim kepada sesama manusia antara lain, memfitnah, berbohong, culas, dan lainnya.

Cara Bertaubat dari Kezaliman

Pemaafan atau pengampunan dosa merupakan hak prerogatif Allah, namun kaum muslim harus memahami perbuatan yang berpotensi mendapatkan dosa. Konsekuensi perbuatan seorang hamba tentu melahirkan berbagai akibat baik pahala maupun dosa karena perbuatan buruk.

Memahami cara bertaubat dari kezaliman baik kepada diri sendiri maupun sesama manusia harus Sobat Cahaya Islam pahami. Tujuannya agar pertobatan yang dilakukan diterima oleh Allah. Menurut pandangan Islam, ada dua hal yang perlu umat Islam lakukan agar pertobatan diterima Allah:

1.     Meminta Maaf

Kezaliman sering terjadi selama berinteraksi dengan manusia lainnya. Hubungan yang dekat dan intens kerap menimbulkan gesekan dan menghadirkan konflik. Oleh karena itu, memohon maaf menjadi cara bertaubat dari kezaliman yang harus umat Muslim lakukan. Berikut ini dalil meminta maaf menjadi cara terbaik bertaubat setelah melakukan kezaliman:

Barang siapa yang pernah berbuat zalim terhadap kehormatan saudaranya atau mengambil sesuatu darinya, hendaknya segera meminta maaf dan kehalalannya (di dunia ini) sebelum tiba hari di mana dinar dan dirham tak lagi bermanfaat. Jika tidak, maka pada hari kiamat, amal salehnya akan diambil sebanding dengan kezaliman yang telah diperbuat. Jika ia tidak lagi memiliki kebaikan, maka keburukan orang yang pernah ia zalimi akan dipindahkan kepadanya.2

2.     Meminta Ampun kepada Allah

Setelah meminta maaf kepada orang yang umat Islam dzalimi, maka harus meminta ampun kepada Allah. Selanjutnya, cara bertaubat dari kezaliman yaitu meniatkan segala perbuatan baik untuk orang yang bersangkutan. Hal ini bertujuan menunjukkan keseriusan dalam bertaubat.

cara bertaubat dari kezaliman

Ketika orang sudah takut kepada Allah, maka tidak akan sulit memohon ampun dan meniatkan perbuatan baik kepada yang bersangkutan. Sobat Cahaya Islam bisa meniatkan sedekah untuk orang yang dizholimi. Hal ini juga menandakan penyesalan di hadapan Allah.

Cara bertaubat dari kezaliman yang tepat yaitu meminta maaf kepada yang bersangkutan dan memohon ampun kepada Allah. Sebab, dosa zalim akan Allah hisab saat kiamat kelak dan akan mengurangi pahala Sobat Cahaya Islam.


  1. (QS. Hud: 18) ↩︎
  2. (HR. Bukhari, no. 2449) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY